Akan Kah Semua Berakhir

Akan Kah Semua Berakhir
62


__ADS_3

Mata Naya bertemu pandang dengan mata milik Nevan. Saling membisu namun mata mereka saling berucap rindu. Nevan perlahan berjalan menghampiri Naya, rasa haru begitu menyentuh hatinya saat suami yang dirindukannya ada didepan matanya.


Jarak semakin terkikis, Nevan berjalan sambil merentangkan kedua tangannya ingin mendekap tubuh istrinya. Naya yang terbuai juga merentangkan kedua tangannya menyambut pelukan dari suaminya. Namun saat Nevan akan memeluknya, tiba-tiba kesadaran Naya kembali lalu pergi meninggalkan Nevan begitu saja yang akan memeluknya.


"Pufffttt .. " Nency yang melihat adegan haru berakhir lawak itu berusaha menahan tawanya.


"Saya permisi ngejar istri saya .. " pamit Nevan dengan wajah malunya.


Ia dapat mendengar gelak tawa Nency saat ia pergi menaiki tangga rumah. Berhenti disebuah kamar dengan warna pintu toscha, warna favorit istrinya.


"Sayang .. " diketuknya pintu sambil terus memanggilnya, namun tak ada sahutan sekalipun.


"Nih pintu keras banget, tangan gue sampe sakit ngetuknya.. " gerutu Nevan sambil meniup tangannya.


Tanpa sengaja tangan Nevan mengenai handle pintu. Matanya melotot saat menatap pintu yang sedari tadi diketuknya ternyata tak dikunci dan saat ini dapat terbuka.


"Terus ngapain dari tadi gue ketokin .." gerutu kesal Nevan menepuk-nepuk keningnya.


"Sayang .. " perlahan Nevan masuk lalu menghampiri Naya yang sedang berdiri dibalkon kamarnya.

__ADS_1


"Untuk apa kamu datang kemari mas !! bukankah sudah ada perempuan lain yang menemani kamu !!" tanya Naya yang sudah berderai air mata.


Nevan yang mendapat pertanyaan dari Naya segera memeluk tubuh istrinya itu dari belakang. Tangannya tak mampu sepenuhnya memeluk Naya lantaran perutnya yang sudah membuncit.


"Kamu salah paham yank ,, nggak ada wanita lain disisiku .. " dengan lembut tangan kekarnya membelai perut Naya.


"Cukup mas!! jangan berpura-pura lagi .. aku lelah,," menghempaskan tangan Nevan yang ada diperutnya.


"Lihat aku !! apa ada kebohongan dimataku saat ini ?" tanyanya membuat Naya menatap tajam kedua matanya.


"Percayalah, tidak ada perempuan lainnya hanya kamu dan cuma kamu .. " lirihnya mengecup punggung tangan Naya lama.


----


Raharjo yang sedang dirumah menemani Ken bermain catur tak bisa berkonsentrasi lantaran memikirkan Nevan juga Naya disana. Berulang kali ingin rasanya menghubungi Nency menanyakan kabar keduanya, namun ia urungkan kembali.


"Udah pah, kalo kangen telpon aja .. " ucap Ken sambil memainkan bidak caturnya.


"Ngomong apa kamu .. "

__ADS_1


"Udah nggak usah bohong sama Ken pah, papa pasti lagi kangen kan sama tante Nency .. " canda Ken membuat Raharjo terkejut.


"Mulut kamu kalo ngomong nak .. " melemparkan kulit kacang ke arah Ken.


"Gak usah bohong, dari tadi mai telpon nggak telpon nggak. Kalo kangen tuh diungkapin pah jangan dipendem, nanti jadi bisul loh .. "


"Sembarangan kamu ini .. papa itu lagi mikirin adikmu itu disana kok malah kamu tuduh yang nggak-nggak .. "


"Hheheh ya maaf pah, kirain Ken kan lagi kangen gitu .." ledeknya membuat Raharjo tersenyum.


2 hari lagi adalah pernikahan Ken dan juga Ema, namun keduanya bersikap cuek menjelang pernikahannya. Raharjo yang menyadari sikap dingin Ken selalu menasehatinya agar sedikit mengubah sikapnya jika bersama Ema.


"Permisi tuan besar .. " seru pak San.


"Ada apa pak San ??"


"Diluar ada kurir mengantar barang untuk aden, kurirnya minta aden sendiri yang menerima.. "


Raharjo juga Ken saling bersitatap mendengar penuturan pak San. Mereka heran dengan kurir barang yang ingin bertemu langsung dengan Ken.

__ADS_1


"Biar saya temuin aja pak San, dimana dia ..??"


"Hati-hati nak ,, "


__ADS_2