
Raharjo sangat terkejut saat Ken menghubunginya dan mengatakan kalau Nevan masuk rumah sakit, karena semenjak anak laki-lakinya itu dewasa ia tak pernah yang mananya jatuh sakit hingga masuk rumah sakit.
"Tuan .. ada kabar dari nyonya Nency ,, " ucap pak Chandra saat keduanya berada di halaman rumah sakit.
"Kabar apa pak ??" menghentikan langkahnya untuk sejenak mentap assistennya.
"Nona muda jatuh sakit, namun menolak untuk dibawa kerumah sakit .. "
Jantung Raharjo seakan berdetak kencang mendengar menantu kesayangannya juga ikut sakit terlebih ia sedang mengandung cucunya. Tubuhnya goyah, namun pak Chandra dengan segera membantu menahannya.
"Tuan baik-baik saja ??" pak Chandra segera mendudukan tubuh tuannya itu dikursi pengunjung.
"Lalu bagaimana keadaannya pak, ?? apa dia baik-baik saja ??" terlihat jelas kekhawatirannya pada Naya.
"Nona muda sudah ditangani dokter tuan, dan demamnya juga sudah mulai turun. Tapi .. " jeda kaliamat yang dibuat pak Chandra menimbulkan rasa kekhawatiran pada diri Raharjo.
__ADS_1
"Katakan pak , ada apa ??" paksanya dengan mengerutkan keningnya.
"Nona muda terus saja menangis ketika malam hari tuan .. sepertinya ia merindukan tuan muda .. "
Raharjo segera menopang wajahnya dengan kedua tangannya menyembunyikan wajah bersalahnya itu. Ia tak tahu kalau akan jadi serumit ini, ia tak menyangka rasa cinta dari anaknya untuk Naya juga akan sebesar ini.
Sesampainya didalam ruangan Nevan, Raharjo begitu tak tega saat tubuh anaknya terlihat begitu tak terawat dengan jenggot yang menghiasi wajahnya.
"Pah .. " sapa Ken saat melihat Raharjo berdiam diri.
"Kenapa bisa sampai jatuh sakit .. " tanya Raharjo sambil menggenggam tangan Nevan.
Raharjo semakin merasa bersalah setelah mendengar penuturan dari assisten pribadi anaknya yang sudah ia anggap sebagai anak kandungnya itu.
"Pah .. apa nggak sebaiknya kita persatukan lagi mereka pah .. " pinta Ken membuat Raharjo menatapnya.
__ADS_1
"Kau gila Ken!! Naya sedang hamil dan keselamatannya akan terancam jika ia disini dengan kondisi Nevan yang nggak mengurusnya!!" Marahnya saat mengingat bagaimana anak laki-lakinya menelantarkan istrinya.
"Pah .. bukankah semua sudah jelas Nevan tak bermaksud menelantarkan Naya, dia sangat mencintai istrinya pah .. " dengan berani Ken berusaha keras membujuk papanya itu untuk mengembalikan Naya pada Nevan.
"Naya akan kembali ,, tapi tidak sekarang ! selesaikan urusan perusahaan yang melibatkan urusan pribadi itu baru kita bicarakan soal Naya!!" putusnya dengan raut wajah dingin membuat Ken menghela nafas frustasinya.
"Tuan .. penerbangan kita 1 jam lagi .." potong pak Chandra saat melihat jam dipergelangan tangannya.
"Papa mau kemana ??" tanya Ken saat Raharjo hanya menganggukan kepalanya.
Saat mereka menyusuri koridoor rumah sakit, Raharjo memerintahkan pak Chandra untuk memesankan tiket pesawat menuju London tempat Naya disembunyikannya.
"Nona muda jatuh sakit nak Ken .. tuan ingin menjenguknya.. " tukas pak Chandra saat Raharjo diam tak bergeming.
"Papa lihat pah ,, bahkan mereka sama-sama tak bisa dipisahkan hingga jatuh sakit bersamaan. Katakan pah, dimana papa bawa Naya .. " tanya Ken dengan berani menatap Raharjo.
__ADS_1
" Mungkin memang cinta mereka yang terlalu kuat dan saling terhubung, tapi itu tak membuat papa akan memberitahukan kalian dimana Naya berada.. apalagi membawanya kembali!!" seru Raharjo sambil melangkahkan kakinya keluar dari kamar, namun tiba-tiba saja langkahnya terhenti.
"Dan kau Nevan berhenti berpura-pura tidur, kau sudah dengar apa keputusan papa. Jadi buktikan kalau kau mau segera bersama istrimu !!" kali ini ia benar-benar keluar dan segera meninggalkan rumah sakit menuju bandara.