
Setelah menerima informasi dari Ken, Nevan segera melajukan mobilnya ke pemakaman mertuanya itu. Namun sesampainya disana ia juga tak mendapati keberadaan istrinya.
"Akhhh .. sial!! dimana sebenarnya Naya!" meremas rambutnya karena frustasi.
Dengan rasa kesal akhirnya Nevan meninggalkan makan dan pergi ke kantornya. Ken yang saat itu baru memasuki lobby kantor dikejutkan dengan Naya yang sedang menunggu lift.
"Nay, " berlari menghampirinya
"Asisten Ken ??"
"Darimana aja loe ?? loe tau Nevan kayak orang gila nyariin loe. " memasuki lift bersama
"Gak kemana-mana, cuma cari angin aja."
"Nay, gue tau mungkin loe masih tersinggung dengan bercandaan suami loe kemarin .. tapi gue kenal siapa Nevan, dia gak mungkin nglakuin itu dengan sengaja.." panjang lebar ia menjelaskannya.
"Aku tau itu, aku akan meminta maaf pada Nevan nanti. " keluar dari lift dan segera menuju ruangan Nevan.
Nevan yang baru memasuki kantor hanya diam saat ada beberapa karyawan menegurnya. Dengan gontai ia berjalan menuju ruangannya, namun saat pintu terbuka lebar ia hanya mematung saja.
"Sayangg .. " berlari merengkuh tubuh istrinya.
"Ada apa ?? kenapa memeluk erat sekali.." meronta didalam pelukan suaminya
"Aku mencarimu dari tadi, aku pikir kamu pergi meninggalkanku.. " memelaskan wajahnya
"Ngomong apa sih sembarangan, siapa juga yang mau meninggalkanmu.. aku hanya mencari angin saja tadi. "
"Lain kali kemanapun kamu pergi tolong beritahu aku kemana tujuanmu yank .. "
"Hm .. maaf ya membuatmu khawatir. Aku akan kembali kemeja ku. " meninggalkan Nevan yang tengah menyenderkan tubuhnya dimeja kerjanya.
_
__ADS_1
_
_
_
Jam makan siang telah tiba, Emma yang sedari tadi mengkhawatirkan tentang Naya segera menuju lantai atas sahabatnya berada.
"Awww .. " pekiknya saat tubuh mungilnya jatuh ke lantai.
"Sakit tau !! kalo jalan itu pakai mata!!" ketusnya kembali
"Heh!! loe yang jalannya meleng, loe yang nabrak gue kenapa loe juga yang marah-marah." kesalnya pada Emma yang terus saja memelototinya.
"Gak penting ngomong sama orang gak penting kayak loe !!" menghampiri Naya dan meninggalkan Ken yang tengah mengumpatinya.
"Cewek sialan!! tiap ketemu selalu ada aja masalahnya!! sarapan apa coba tu cewek, ngegas aja kalo lihat gue.." gerutunya sambil turun menuju kantin.
"Nayaaaa .. " teriaknya saat berhampur kepelukan Naya.
"Loe dari mana aja sih, loe habis ngilang ya ?? loe ada masalah ? cerita sama gue, jangan suka ngilang-ngilang.." khawatirnya membawa tubuh Naya menduduki kursinya kembali.
"sebaiknya Emma tidak usah tau soal kemarin, nanti yang ada dia memaki Nevan lagi .. bisa berabe!" batinnya
"Gak ada, gue tadi cuma mau jalan-jalan tapi lupa pamit. Gue juga udah minta maaf kok sama suami gue."
"Yaudah, tapi lain kali jangan gini lagi ya? loe tau gue khawatir banget sampe jantung gue mau copot." lebaynya
"Kalo copot nanti biar gue bawa ke tukang las deh..hhehe" tawa ringannya.
"Sayang ?? aku pergi dulu ya." pamitnya
"Mau kemana ??"
__ADS_1
"Kamukan sekretarisku, masa kamu gak tau jadwalku mau kemana sekarang.."
Dengan segera Naya mengecek tablet didepannya. Disana ia melihat ada jadwal meeting dengan salah seorang client dari luar negeri.
"Hhhehehe, maaf lupa " cengirnya
"Iya gapapa, aku bakal pergi sama pacarnya dia ya sayang. " menunjuk Emma dengan dagunya, sedang Emma maupun Naya saling bertatap muka.
"Pacara saya siapa ya pak ??" tanya Emma linglung
"Masa sama pacar sendiri lupa sih Em ??"
"Emang siapa pacar Emma sayang ?? " tanya Naya penasaran.
"Tentu saja kak ken sayang .. "
"Astagfirullah pak Nevan !!! " teriaknya histeris
"Emma kupingku sakit!!" menutup rapat kupingnya
-
-
-
Disebuah restouran ternama Ken serta Nevan menunggu kedatangan clientnya dengan memilih menu makan siangnya.
"Tuan Nevan .. " sapa seseorang mengalihkan pandangan keduanya
Sesaat manik mata Nevan serta Ken menatap diam wanita didepannya.
"Kamuu ..!!" seru Nevan terkejut.
__ADS_1
hai reader, jangan lupa di like,komen dan vote ya. 😉 terima kasih