
Didalam pesawat, Naya hanya diam memandangi keluar jendela. Ia memang setuju menuruti keinginan Raharjo untuk pindah ke luar negeri untuk keamanan dirinya. Disana semua sudah dipersiapkan dengan matang oleh Raharjo, termasuk tempat untuk Nency yang mengikuti Naya kali ini.
"Jangan terus bersedih,, kasihan yang ada didalam.. " membelai dengan sayang rambut Naya.
"Naya hanya masih herat mii meninggalkan mas Nevan.. " sendunya berucap dan tanpa sadar ia meneteskan air mata.
"Turutilah papimu ,, ia tidak mungkin mau menyakitimu. Kamu tau kan gimana sayangnya dia sama kamu, apalagi sekarang mau punya cucu dari kamu .. " mencoba menghibur Naya yang masih saja bersedih.
Sedang dirumah besar Raharjo, ia baru saja masuk bersama Ken juga pak Chandra.. namun tiba-tiba saja pintu dibuka dengan kasar oleh seseorang.
"Dimana papi sembunyikan istri Nevan??" tanya Nevan lirih menahan emosinya.
"Mana papi tau ., bukankah kamu suaminya?? jadi yang harusnya tau keberadaan Naya saat ini ya kamu .. " ucap Raharjo berbohong yang terlihat santai tanpa rasa bersalah.
"JANGAN BERBOHONG PI !!" teriaknya meneriaki Raharjo.
"Mana sopan santunmu Nevan!!" teriak balik Ken yang tak terima papinya dibentak anaknya sendiri.
"Tenanglah nak, papi tak apa.. " tenang Raharjo pada Ken yang ikut tersulut emosi.
__ADS_1
"Dimana istri Nevan pi ?? dia sedang hamil anakku pi, kembalikan dia .. " marahnya hingga wajahnya memerah menahan emosinya.
"Lalu kenapa kalau Naya hamil ,, papi akan menikahkan dia dengan laki-laki lain yang lebih perhatian sama dia,, bukan laki-laki yang lebih mementingkan mantannya dan mengabaikan istrinya yang sedang dalam bahaya!!" Raharjo menekankan kata-katanya pada Nevan, membuat Nevan luruh kebawah menyesali perbuatannya.
"Nevan bukan bermaksud mengacuhkan istri Nevan pi ,, Nevan hanya ingin menyelidiki sesuatu dan itu berkaitan dengan Sandra.." lirihnya penuh penyesalan dan tanpa ia rasa air mata mulai menetes dipipinya.
"Jangan berbohong kamu Nevan.. jangan mencoba mengakali papi.. !!" emosi Raharjo memuncak hingga Ken menenangkannya.
"Nevan nggak bohong pi .. " menatap wajah sang papi dengan derai air matanya.
Raharjo, Ken serta pak Chandra sangat terkejut saat ini menatap Nevan yang sedang bersimpuh dengan air matanya. Laki-laki angkuh dan sombong kini menangis , membuat siapa saja kaget melihatnya.
"Benar pi ,, Ken juga curiga dengan kehadiran Sandra saat ini .. " timpal Ken mengiyakan ide pak Chandra.
"Berdiri.. kita bicara diruang tengah!" ketus Raharjo mengajak Nevan.
Semua berkumpul diruang tengah dengan Nevan duduk tepat didepan Raharjo, Ken dan pak Chandra.
Mata Raharjo terlihat masih marah menatap tajam anaknya itu. Nevan menarik nafasnya, sebelum memulai ceritanya.
__ADS_1
"Awalnya Nevan mendapatkan proyek 1 bulan yang lalu pi, dan ternyata yang bertanggung jawab dalam proyek adalah Sandra. Semua berjalan normal, Nevan hanya berhubungan dengan Sandra saat membahas proyek. Tapi tiba-tiba anak buah Nevan menemukan kejanggalan dalam proyek, dan Nevan curiga kalo Sandra terlibat didalamnya pi.. " ceritanya.
"Apa yang kamu curigai.. " ketus Raharjo bertanya.
"Sandra ingin menghancurkan perusahaan kita.. " menatap ketiga laki-laki didepannya.
"Ken rasa Nevan benar pi, sebenarnya Ken juga curiga dengan kemunculan Sandra yang tiba-tiba .. "
"Kau membela adikmu ini yang jelas-jelas mengabaikan istrinya.. !!" kesal Raharjo pada Ken.
"Kalo itu Ken setuju sama papi .. Ken hanya merasa apa yang diucapkan Nevan memang benar adanya.. dan Ken akan membantu Nevan menyelidikinya.. "
"Baiklah .. segera selesaikan urusan ini.. "
"Tapi kembalikan istri Nevan pi! Nevan janji tidak akan mengabaikannya lagi.. Nevan salah pi, tapi jangan hukum Nevan jauh dari Naya.. "
"Tidak!! Selesaikan urusan ini baru kamu bisa bertemu istrimu lagi !!" berjalan meninggalkan ruang tengah.
Namun langkahnya tiba-tiba saja terhenti.. "Jangan bersikap seolah kau mencintai istrimu.. !!" ucapnya tanpa membalikkan tubuhnya.
__ADS_1