
Saat ketiganya memasuki kantor, semua mata menatap bahkan memberikan hormat kepada presdirnya ..
".. Nay, siapkan jadwal hari ini .. bawa keruangan" titah Nevan saat sampai didepan meja Naya
"Baik pak .. "
Merekapun masuk keruangan masing-masing .. kemudian Naya bergerak menuju ruangan presdir .. walaupun ia berstatus istri Nevan, namun mereka selalu bersikap profesional ..
Tokk .. tok ..
"Masuk."
"Ini jadwal untuk hari ini pak.." menyerahkan agendanya
"Oke .. makan siang dengan client kamu ikut saya sama Ken .. "
"Baik pak, saya permisi .. " pamitnya meninggalkan ruangan Nevan
Saat ia tengah mengerjakan pekerjaannya .. ada notif pesan masuk diponselnya .. ia pun menyempatkan melihat sebentar ..
"Maaf kalau akan terasa sedikit sakit!!" begitulan bunyi pesan yang Naya terima .. namun ia tak menanggapinya,
--
Mereka bertiga tengah berjalan menuju lobby, namun tiba-tiba Nevan berhenti saat berpapasan dengan Ema ..
"Selamat siang pak .."
"Oh, siang Ema .. oh iya, Ken ada yang mau disampaikan katanya .. "
"Saya!! tidak ada pak Nevan .." ucapnya dengan raut wajah kaget
"Baiklah .. biar papah saya saja yang menghubungimu .. " mengeluarkan ponsel dalam sakunya ..
"Iyaa .. iyaaa ada yang ingin saya sampaikan .. dasar tukang ngancem .. saya minta maaf untuk kejadian tempo hari .. saya bener-bener minta maaf .. "
"Tidak papa pak Nevan, saya sudah melupakannya .."
".. *sial, gue yang ngomong malah responnya sama Nevan .. ngajak ribut lagi ni cewek .."
"Kalo bukan gara-gara ada pak Nevan, gak sudi aku nerima maafmu* .. "
Setelah cukup basa-basinya .. mereka segera menuju restouran tempat janji bertemu ..
__ADS_1
"Pak Nevan .. " melambaikan tangannya..
"Oh, pak Gunawan .. apa kabar ?" salamnya saat sudah sampai didepan meja ..
"Wah .. nyonya Nevan ikut juga ternyata .. " tawanya
".. saya disini sebagai sekretarisnya pak Gunawan, bukan istrinya .. " ramah Naya
"Saya suka sikap profesional kalian .. mari silahkan duduk .. "
Mereka hanyut dalam perbincangan mengenai bisnis baru mereka .. Naya tampak antusias dengan bayangan proyek yang dikemukana oleh suaminya ..
Tak lama pelayan datang membawa pesanannya .. dengan hati-hati meletakkan satu persatu makanan kemeja .. namun saat pelayan akan memindahkan soup, tiba-tiba saja tumpah tepat di bahu Naya ..
"Akhhh .. " pekiknya kaget
"Apa yang kamu lakukan!!" marahnya sembari mengelap bahu istrinya dengan tisu ..
"maaf tuan , saya tidak sengaja .. " takutnya
Saat Nevan akan bersuara kembali, Naya menahannya .. kemudian ia meminta pelayan untuk segera meninggalkan mejanya, karna kalau tidak .. ia akan menjadi santapan empuk untuk suaminya ..
"Tenanglah .. aku gapapa .. " mengusap pelan dada suaminya ..
"Pergilah ke toilet, bersihkan bahumu .. "
"Itu nona Naya pak Nevan .. " seru pak Gunawan
"Ada apa?? kenapa lenganmu ..??" tanya Nevan, pasalnya Naya berjalan sambil terus memegangi lengannya ..
".. ehm,, tidak .. " sahutnya menggeleng ..
---
"Tuan .. saya sudah menjalankan tugas saya.."
"Bagus!! kita tinggal menunggu hasilnya saja .. Hhahaha .. Raharjoo .. iam back !!! " tawanya menggema
Diruangannya, ia merasakan firasat buruk akan menimpanya .. rasa khawatir dan juga was-was selalu menghantuinya akhir-akhir ini ..
"Tuan besar .. sepertinya anda kurang sehat." ucap pak Chandra
"Entahlah .. aku selalu was-was, tapi tak tahu penyebabnya .. "
__ADS_1
"Sebaiknya anda pulang dan beristirahat tuan .. biar saya yang mengerjakan pekerjaan tuan .." tawarnya
"Tidak pak Chandra .. saya masih bisa .. kembalilah keruanganmu .. "
"Saya permisi .. " pamitnya
Rombongan Nevan sudah sampai kembali dikantor .. semua terlihat sibuk dengan pekerjaan masing-masing karena jam makan siang telah usai ..
Sedari tadi Naya hanya diam .. ia merasa tubuhnya tiba-tiba saja nelemah .. namun ia hanya diam saja, bahkan Ken dan Nevan tak menyadari perubahan Naya lantaran sibuk membahas proyek..
"Kenapa ini ?? kenapa tiba-tiba dadaku sakit .. " memegangi dadanya yang nyeri
"Akhh .. sakit sekali dadaku .. tolongg , Nevan ..!!" batinnya , ia menangis tanpa suara .. entah kenapa ia sulit untuk bersuara ..
Karena tak mampu menahan sakit didadany .. akhirnya ia jatuh dan pingsan dilantai .. Ken yang semula ingin keruangan Nevan melewati meja Naya sangat syok saat melihat tubuh adik iparnya terkulai dilantai ..
"Astagaaa!! Nayaa , Nayaa .. bangun Nay .." menepuk nepuk pelan pipi Naya
"Nevannn !! Nevannn !!" teriaknya
Mendengar suara teriakan, ia buru-buru keluar dari ruangannya .. matanya melotot saat menemukan istrinya dalam pangkuan Ken tak sadarkan diri ..
"Nayaaa!!! " berlari menghampirinya .. meletakan Naya dalam pelukannya
"Naya .. hei, sayang .. bangun .. " membelai lembut pipinya
"Nayaaaaa .. !! bangun!! Nayaa!!!!!" teriak Nevan frustasi ..
,
,
,
,
,
,
,
,
__ADS_1
Hai .. kita kembali lagi ,,
jangan lupa setelah baca tekan like nya ya kakak .. beri kami komentar dan jangan lupa klik favoritnya ❣