Akan Kah Semua Berakhir

Akan Kah Semua Berakhir
66


__ADS_3

Esok pagi semua orang tengah sibuk sebab hari ini adalah hari pernikahan Ken juga Ema. Nevan terlihat begitu kesal menatap Naya dari jauh.


Naya yang sibuk mengurusi semua hal sampai-sampai lupa memakan sarapannya jika saja tak disuapi oleh suaminya. Dan sekarang ia kembali membuat Nevan kesal lantaran ia lupa meminum vitaminnya.


"Sayang bisa diam aja nggak ??? duduk .." tanya Nevan menghampiri istrinya.


"Nggak bisa, aku harus pastiin ini semua perfect .." sahutnya tanpa menatap suaminya.


Nevan yang kesal segera mengendong tubuh Naya dan membawanya menuju kamarnya.


"Massss .. turunin ,, mau kemana ??" pekik Naya terkejut.


"Kamar .."


"Turunin ,, kebayak aku rusak nantii .. " teriaknya kesal namun tak membuat Nevan menurunkannya.


Tepat pukul 10.00 ijab khobul diucap oleh Ken, membuat dirinya sekarang sah menjadi suami dari Ema.


Tangis harus Naya menatap Ema yang saat ini telah sah menjadi istri dan juga saudari iparnya. Nevan yang melihat istrinya menangis segera menghapus air mata itu.


"Akhhh .. " seru Naya tiba-tiba kesakitan memegangi dadanya.


"Sayang kenapa ???" panik Nevan, membuat Ken Ema juga Raharjo menghampirinya.


"Gak tahu mas, dada aku tiba-tiba saja sakit banget.." keluh Naya dengan terbata-bata.


"Ke rumah sakit aja ya .." tawar Ken dan diangguki Nevan serta Ema.


Namun belum sempat Naya menjawab tiba-tiba saja pak Chandra masuk dengan tergesa-gesa dengan wajah pucatnya.


"Tu.. tuan besar "


"Aaa pak Chandra siapkan mobil ya kita kerumah sakit.."


"Tuan .. "


"Kenapa masih disini ,, siapkan mobil.."


Semua mata yang panik saat ini tak melihat ekspresi wajah pak Chandra yang mulai berkaca-kaca, tapi tidak dengan Naya yang terus menatapnya.


"Ada apa pak Chandra ???" tanya Naya membuat semua orang menatapnya bergantian dengan pak Chandra.


Tanpa menunggu, dengan segera pak Chandra membisikan sesuatu ketelinga Raharjo.


"Papaaaa .. " seru Ken yang terkejut saat melihat tubuh Raharjo lemas dan hampir terjatuh.


"Ada apa ini pak .. katakan sama saya .." pinta Nevan saat menatap papanya yang diam berlinang air mata.


"Tuan muda, ru.. rumah di London hancur.." seruan itu membuat semua mata menatapnya terutama Naya.


"Maksudnya hancur ??" tanya Naya yang sudah mulai panik.


"Ada seseorang yang melemparkan bom kedalam rumah hingga meledak mengahancurkan semuanya.." sesalnya.


Tangis Naya tiba-tiba saja pecah dan menggema didalam rumah, para penjaga yang menyadari situasi saat ini segera membubarkan beberapa undangan yang hadir.


"Mama .. pak Chandra gimana sama mama Nency ??" tanya Naya ketakutan.


"Nyonya .. nyonyaa ,,"


"Katakan pak .." teriaknya tak sabar.


"Nyonya meninggal nona, karena nyonya ternyata sedang didalam rumah.."


"Aaaakkhh .. akkkkhhh,, mamaaaaa ,, maaaaamaaa,, akkkhhh" jerit tangis pilu Naya mengoyak hati siappun yang mendengarnya.


Hati Nevan sakit, sangat sakit meneriam kejutan hari ini . Naya yang terkejut tiba-tiba saja tak sadarkan diri, membuat semua orang panik melihatnya.


Semua orang sedang panik menunggu didepan igd saat seorang laki-laki berpakaian hitam datang mendekati Nevan.


"Siang bos .. kami sudah mendapatkan pelakunya,," lapor laki-laki itu pada Nevan.


"Siapa ??" tanyanya mengepalkan tangannya karena emosi.


"Orang suruhan tuan Gunanto yang dulu pesaing bisnis anda bos.."


Amarahnya memuncak saat nama orang yang menghancurkan hati istrinya disebut, tangannya mengepal kuat hingga memerah.


"Mau kemana ??" cegah Ken saat melihat Nevan akan pergi.


"Gue harus bikin dia membayar semua yang dia lakuin sama kita hari ini .."


"Naya lebih butuh loe saat ini, istri loe lagi hancur jangan tinggalin dia .."


"Kapan jenazah Nency sampai disini pak .." tanya Raharjo tiba-tiba.


"Jenazah nyonya sudah diberangkatkan kemarin sejak semalam tuan, kemungkinan besok pagi sudah bisa dimakamkan.."


"Urus semuanya pak, jangan ada yang tertinggal.."


"Satu lagi .. "

__ADS_1


"Ada lagi bos ??"


"Sebelum jenazah mama saya sampai, bawa dia ke kantor polisi.. " titahnya menahan amarahnya.


"Siap bos, saya permisi.."


Tak lama setelah kepergian laki-laki itu, pintu ruang igd terbuka. Nevan dan semua segera menghampiri dokter tersebut dengan rasa panik mereka.


"Dok bagaimana istri saya .. "


"Saat ini kondisi istri bapak sangat lemah, shock yang dialaminya membuat tensi darahnya turun pak .. " jelas sang dokter membuat mereka semua menghela nafas khawatirnya.


"Lalu bagaimana keadaan kandungan menantu saya .."


"Saat ini kondisi kandungan masih baik dan masih ditangani oleh ahlinya, namun jika terus dalam kondisi seperti ini keselamatan bayi juga ibunya bisa dalam bahaya .. "


Nevan merasa tenaganya menghilang hingga ia luruh bersandar pada dinding. Dadanya serasa sesak memikirkan kondisi istrinya saat ini, namun ia juga merasa bersyukur karena sebelum kejadian tersebut ia sudah membawa istrinya pulang.


"Biarkan pasien istirahat dulu, dan sebaiknya jangan ada yang mengganggunya.. "


"Baik dok .. "


"Kalo begitu saya permisi.. "


 


Sarah terlihat tengah meneguk segelas wine ditangannya, sedang tangan satunya memeluk erat pinggang Gunanto.


Mereka sedang merayakan keberhasilan rencana mereka, namun tanpa mereka sadari didepan kamar sudah ada beberapa polisi juga anak buah suruhan Nevan.


"Akhirnya kita berhasil sayang .. " seru Gunanto bahagia.


"Aku juga bahagian karena akhirnya kamu sudah berhasil membalaskan dendammu sayang .. " membelai pipi Gunanto mesra.


Gunanto membawa Sarah duduk dipangkuannya, tangannya terus saya membelai wajah cantik itu.


"Hhahahahah .. ini juga berkat ide cemerlangmu sayang .. " menyentil mesra hidung mancung Sarah.


Brakk ...


Dengan sekali tendang anak buah Nevan berhasil mendobrak pintu apartemen sarah. Keduanya yang sedang bercumbu tak menyadari kedatangan polisi dan lainnya.


"Siapa kaliann . ." teriak Sarah saat melihat beberapa laki-laki masuk kedalam kamarnya.


Tak mampu melawan aparat kepolisian dengan semua bukti yang dibawanya, akhirnya Gunanto serta Sarah diseret masuk kedalam mobil polisi.


Dikamar rumah sakit nampak keadaan Naya berangsur membaik, namun masih terus dipantau oleh pihak dokter.


"........"


"Bagus .. saya segera kesana.."


"Mas mau kemana ?" tanya Naya saat melihat suaminya mematikan ponselnya.


"Kantor polisi sayang.. " menghampiri Naya diranjangnya.


"Apa mereka sudah tertangkap ??" tanyanya dengan mata kembali berlinang air mata.


"Hmm .. " tak mampu berucap.


"Aku ikut .."


"Kamu disini aja yha .. kondisi kamu masih lemah.."


"Ikut .."


"Sayang .. "


"Ikut .."


Naya yang tetap pada pendiriannya membuat Nevan mau tak mau mengajaknya bersama ke kantor polisi meninggalkan rumah sakit.


"Ingat sayang kamu nggak boleh emosi ya .. " peringatan Nevan untuk Naya saat keduanya akan memasuki kantor polisi.


Tak menyahuti ucapan suaminya, Naya bergegas masuk sendiri kedalam. Nevan hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah dari istrinya yang mulai keras kepala.


"Dimana mereka pak .. " tanya Nevan pada pengacara keluarganya.


"Didalam pak, sedang melakukan interogasi dengan pihak kepolisian.." sahutnya.


"Sayang tunggu .. " seru Nevan saat Naya pergi meninggalkannya.


"Aku mau ketemu mereka .. aku mau tanya sama mereka apa salah mama .. kenapa mereka tega ??!!" marah Naya saat Nevan berhasil meraih tangannya dan menghentikan langkahnya.


"Tenang ya sayang kita tanya sama-sama .." peluknya pada Naya.


Naya, Nevan serta pengacara dipersilahkan menunggu diruang yang sudah disiapkan. Dan tak lama muncullah Sandra juga Gunanto dengan dikawal beberapa polisi.


"Kamuu.. " mata Naya terbelalak saat melihat Sandra ada dihadapannya menggunakan baju tahanan.


Plakkkk ..

__ADS_1


Naya yang terbawa oleh amarahnya segera berjalan menghampiri Sandra dan mendaratkan tangan mulusnya dipipi Sandra.


Plakk ..


Belum juga selesai rasa terkejut mereka, Naya sudah melayangkan tamparannya untuk Gunanto. Rasa marah serta sedih bercampur menjadi satu membuat tubuh Naya bergetar karena emosi.


"Kejam kalian .. apa salah mama saya sampai kalian tega melakukan ini padanya.." tanyanya menahan tangisnya. Nevan berdiri mendampingi istrinya, memberikan kekuatan agar istrinya mampu menahan emosinya.


"Kesalahan terbesarnya adalah bergabung menjadi keluarga kalian yang harus saya hancurkan .." seru Gunanto menekan nada bicaranya.


Plakk ..


"Berani kamuuu !!" serunya marah saat Naya kembali menamparnya. Dan Gunanto yang emosi ingin menyerang balik Naya, untung saja polisi segera menahan tangannya serta Nevan yang sigap melindungi istrinya.


"Pak .. " panggil Nevan pada pengacaranya, namun pandangannya menatap lurus pada Gunanto didepannya.


"Saya pak .. "


"Saya mau mereka berdua membusuk didalam penjara!! " titahnya.


"Baik pak .. "


"Nevan .. nggak, kamu nggak bisa lakuin ini sama aku .." teriak Sandra saat Nevan mengajak Naya berbalik pergi.


"Mati kalian semua!! saya pastikan kalian semua mati!!!" teriak Gunanto menggila.


Sesampainya dirumah tangis Naya kembali pecah saat melihat ternyata jenazah Nency sudah berada dirumahnya.


Tubuhnya lemas dan dengan sigap Nevan memapahnya masuk menemui Nency yang sudah terbujur kaku dihadapannya.


"Mamaaaa .. maa ,, " panggilnya menyentuh tangan Nency.


"Ikhlaskan nak,, biarkan mama tenang ya .." ucap Raharjo yang sudah ikhlas melepas mantan istrinya itu.


Tangis Naya menggema membuat Ema yang berada disana segera menghampirinya dan memeluk sahabatnya itu.


"Sabar Nay, loe nggak lihat si tante udah tenang .? lihat .. tante senyum kok itu tandanya dia sudah bahagia .. " tutur Ema menenangkan Naya yang berada dalam pelukannya.


Nevan begitu bersyukur dengan kehadiran Ema saat ini yang mampu membantunya menenangkan Naya yang sedang terluka.


Mendung mengiringi proses pemakaman Nency, Naya yang masih terus menangis tak lepas dari pelukan Nevan.


Bahkan sampai tubuh Nency tertutup oleh timbunan tanah, Naya masih saja menatap tanpa ucap. Selesai tabur bunga satu persatu dari mereka mulai meninggalkan pemakaman, menyisahkan Naya serta Nevan berdua disana.


"Maa .. mama bahagia disana ya. Aku bakal selalu bahagia disini .." ucap Naya sambil menggenggam nisan Nency, Nevan hanya diam namun ia terus mendampingi Naya disampingnya.


"Maa .. mama yang tenang disana, jangan khawatirkan yang disini karena aku akan menjaganya. Sesuai janjiku saat di London ma, aku akan menjaga Naya melebihi diriku sendiri.. terima kasih dan maaf dulu aku pernah mengacuhkan mama.." batin Nevan menatap nisan Nency.


"Kami pergi maa .. " pamit keduanya bersamaan.


"Byee mamaaa .."


 


Hidup mati seseorang bukan kita penentunya


Ada Tuhan yang telah menentukan jalan takdirnya


Tugas kita sebagai manusia hanya berjalan sesuai ajarannya


Membawa hati pada keimanan agar senantiasa pada lindungan-Nya


Menjauhkan diri dari apa yang mampu membuatnya murka


Maka dengan begitu hidup kan terasa lebih bermakna


...END...


-------


Secarik rindu


Hargailah seseorang selagi ia ada


cintailah dia selagi ia juga masih mencinta


Jika saatnya tiba esok kan pergi,


jangan kau pernah menyesal dengan acuhmu padanya


jangan rindu dengan manis katanya


jangan rindu dengan perhatiannya


jangan rindu dengan hadirnya


rindulah selagi ia ada agar ia juga bahagia


karena kamu menerima hadirnya


Thankyu sudah membaca novel AKAN KAH SEMUA BERAKHIR, terima kasih untuk semua dukungan serta vote kalian .. Happy reading semuaaa ..

__ADS_1


thankyuu all 🤗🤗🤗❣


__ADS_2