
Naya akhirnya bersedia ikut kembali ke Jakarta bersama dengan Nevan setelah beberapa kali dirayu oleh suaminya. Namun rasanya Naya berat saat harus meninggalkan Nency sediri di London seorang diri walau dengan para maid disana.
"Apa yang kau pikirkan sayang .. " tanyanya sambil terus mengelus perut buncit milik Naya.
"Tidak.. " singkatnya.
"Sebaiknya aku tak memaksanya saat ini. Dia butuh waktu untuk percaya." batin Nevan menatap istrinya yang membuang mukanya dijendela pesawat.
Ditempat lain Ken bejalan dengan gagah menuju tempat kurir itu menunggu. Rasa penasaran siapa tentang kurir itu menyelimuti dirinya.
"Apa anda mencari saya ??" tanya Ken pada sosok yang saat ini membelakanginya.
"Kau ... !!!" bentak Ken.
"Iya aku .. apa kamu terkejut sayang???" senyumnya genit pada Ken.
"Pak San .. !!" teriak Ken menatap tajam seseorang dihadapannya.
"Saya aden .. " seru pak San.
"Bawa dia pergi, dan jangan biarkan menginjakkan kakinya kesini lagi!!!" tegasnya menatap nyala wanita dihadapannya.
"Baik, mari nona ikut saya.." ajak pak San hendak menggiringnya pergi, namun tangan itu langsung menepisnya kasar.
"Jaga sikapmu!!!" bentak Ken murka melihat perlakuannya kepada pak San.
__ADS_1
"Dia hanya pelayan jadi nggak perlu sopan.." tuturnya lembut namun menusuk hati Ken hingga membuatnya marah.
"Penjagaaa !! penjagaaaa !!!" setelah teriakan itu datanglah 3 orang laki-laki berbadan besar.
"Kami tuan.. "
"Seret dia keluar dari sini!!" tunjukknya.
"Loe bakal nyesel Ken .. !!!" teriaknya saat tubuh kecilnya diangkat oleh para penjaga.
"Pah .. " serunya saat menatap kebelakang.
"Kita sambut Nevan juga Naya .. " ucapnya menepuk bahu Ken .
Sandra yang kehilangan kabar tentang keberadaan Nevan merasa gelisah, belum lagi pacar gelapnya terus saja menuntut kabar Nevan padanya.
Plakkkkk ..
Sebuah tamparan keras tiba-tiba saja melayang membuat pipi putih Sandra berubah kemerahan. Sandra yang terkejut hanya diam memegangi pipinya dengan mata yang menatap tajam sosok laki-laki dihadapannya.
"Bodoh!! sudah aku bilang awasi dia, kenapa bisa kecolongan !!!" bentaknya murka.
"Aku sudah berusaha, kenapa kamu tak pernah menghargainya .." marahnya menatap balik mata yang memarahinya.
"Berani kau melawanku .. " geramnya mencekik leher Sandra serta memojokkannya.
__ADS_1
"Le.. lepaskan ,, sakit.." seru Sandra gagap sambil memukul tangan yang mencekiknya.
"Gunanto lepaskan !!!!!" teriaknya berusaha mengeluarkan suara menahan sakit dilehernya.
"Berani sekali mulut kotormu memanggilku jalang .." sinisnya tersenyum jijik pada Sandra dihadapannya.
Matanya melotot tak menyangka ucapan itu keluar dari mulut laki-laki yang dicintainya. Laki-laki yang selama ini ia turuti segala permintaannya kini dengan tega berlaku kasar padanya.
Air mata tak mampu dibendungnya, bahkan kedua tangan yang sedari tadi berusaha melepaskan cekikan kini lemas tak berdaya.
"Cihh .. " serunya melepas cekikan mendorong tubuh Sandra hingga membentur tembok.
"Kenapa kamu lakuin ini ,, aku yang selama ini menuruti segala keinginanmu aku yang selama ini selalu tunduk padamu dan aku yang selama ini selalu mencintaimu .. apa ini balasan kamu untukku ??" serunya dalam derai tangisnya mencoba menggapai tangan Gunanto, namun dengan kasar ditepisnya.
"Cinta !! cinta katamu .. !! wanita pengkhianat sepertimu tidak pantas menyebut cinta!!" mencengkeram rahang Sandra.
"Aku mengkhianati dia karena kamu ,, apa kamu lupa!!!" bentaknya tak terima disalahkan terus menerus.
Amarah yang semula menyala kini tiba-tiba saja redup entah kemana. Dengan segera Gunanto mendekap erat tubuh Sandra yang bergetar menangis.
"Maaf .. maaf aku sayang .," serunya membelai rambutnya.
"Bantu aku menghancurkan Nevan dan semua keluarganya .. setelah itu aku akan menikahimu.." ucapnya.
Sandra tak menjawab apapun, namun ia membalas pelukan itu tak kalah erat. Ia hanya menganggukan kepalanya membuat Gunanto bahagia menerbitkan senyumnya.
__ADS_1