
Sampailah kami di Bandung tempat wisata alam yang menyajikan pemandangan dan udara sejuknya. Aku menghirup udara dengan rakusnya "Paling tidak aku bisa menjernihkan fikiranku", batin Naya
"Yuk gabung sama yang lain" ajak Ema sambil menggandeng tanganku. Kami sedang asyik menikmati pemandangan di area kebun teh yang kami datangi tiba-tiba saja mataku seperti melihat mas Edo aku reflek menghentikan jalanku dan membuat Ema menoleh ke arah pandangku.
Ema buru-buru membekap mulutnya saat pandangannya melihat Edo sedang berciuman mesra dengan perempuan di tengah kebun teh. Tidak ada respon apapun dariku hanya air mataku saja yang keluar tanpa permisi pada pemiliknya.
"Gue harus samperin dia" ucap Ema penuh emosi tapi tangannya tertahan oleh Naya "Jangan.. kita pergi aja" putusnya beranjak menjauh dari kebun teh
Naya hanya bisa menangis dipundak sahabatnya menceritakan awal mula ia melihat kekasihnya berselingkuh dan itu membuat Ema semakin emosi dibuatnya
Trrttt.. trrrtt.. trtt
Melihat siapa yang menelpon membuat Ema makin emosi "Halo mas" ucap Naya dengan nada serak habis menangis "Sayang kamu habis nangis? kenapa?" ucap Edo "Habis nonton film sedih mas" kilahnya "Mas Edo lagi dimana sekarang?" tanyanya seakan tidak tau "Di Jakarta lah mau dimana lagi" tawanya.
Seketika air mata keluar begitu saja dan Ema hanya mampu menguatkan saja "Aku rindu sekali denganmu "lanjutnya , Naya semakin menjadi dibuatnya dia marah sekaligus kecewa kenapa harus berbohong dan kenapa harus Edo laki-laki yang begitu ia cintai , dia sudah tidak tahan memendamnya "Temui aku di taman dekat kebun teh mas, aku tau kamu sedang disini" ucapnya tak mau basa basi
Edo panik bukan main ia tak menyangkan Naya akan mengetahui secepat ini buru-buru ia ke taman tempatnya janjian
"Kenapa?" hanya itu yang terucap ketika mereka bertemu " Aku jelasin" sambung Edo berusaha menggenggam tangan Naya tapi ditepis kasar olehnya "Kenapa kamu tega khianatin aku mas? kenapa kamu hancurin rasa cintaku untuk kamu" emosi Naya sambil memukul mukul dada Edo
"Dia istriku Nay" jujur Edo
Naya bagai tersengat listrik saat itu juga, air matanya tiba-tiba berhenti dari alirannya "maksud kamu apa mas?" tanyanya masih belum percaya
__ADS_1
"Sebelum mengenalmu aku sudah menikah Nay, saat bertemu denganmu aku sedang dalam masalah dengan istriku dan sekarang aku sudah baik-baik saja bersamanya" jelasnya "Aku benar-benar minta maaf Nay" sambil menghirup udara dengan kasar ia ucapkan itu
Plakkk ...
Ema datang entah dari mana "Jauhi sahabatku" teriaknya pada Edo "Jadi selama ini kamu jadikan aku selingkuhan mas?"lirih Naya bertanya "Kamu juga berbohong tentang status kamu kepada orang tuaku? " lanjutnya dengan senyum kecutnya "Haahaahaaa.. TEGAAA KAMU MAS!!!" teriaknya dan berlari meninggalkan Ema dan Edo yang tengah terpaku diam.
Hati wanita mana yang tidak hancur dipermainkan oleh laki-lakinya bahkan orang tuanya pun dibohongi dirinya hanya dijadikan tak lebih dari selingkuhannya. Memang sebelum meninggal dalam kecelakaan orang tuanya sempat menitipkannya kepada Edo karena mereka percaya Edo adalah laki-laki terbaik yang bisa menjaganya tapi sekarang semuanya sudah hancur larut terbawa air mata yang mengalir tanpa ada hentinya
**********
Suasana hatinya kini sedang galau memikirkan kisah cintanya dengan Edo.
"Makan siang bareng yuk diluar" ajak Ema , ia tahu sahabatnya sedang tidak baik-baik saja
Mereka memutuskan untuk makan siang di restoran ayam bakar yang tak jauh dari kantor
"Eh lo duluan kesana .. mau ambil hp dulu nih" pinta Ema "Hem.. jangan lama-lama" balas Naya malas
Tiba-tiba saja ada laki-laki yang menabraknya "Jalan yang bener bisa gak sih" marah Naya
"Lo yang gak bisa jalan bener" saut laki-laki itu dengan angkuhnya
" Wah gila lo yang salah malah nyalahin orang, kalo jalan itu ini dipakai" menunjuk matanya "Jangan main hp aja" omelnya
__ADS_1
"Mas .. tolong dikasih tau temennya dong kalo jalan gak usah main hp" ucapnya pada orang dibelakang laki-laki itu "Kalo susah jalan mending pakai tongkat biar gak nabrak" ejek Naya dan membuat emosi laki-laki didepannya tersulut membuat satu laki-laki lagi tertawa tertahan
"Naya".. panggilan lembut itu menghentikan pertengkaran mereka , Naya berbalik dan kini dirinya berhadapan dengam Edo "Siapa dia?"tanya Edo
"Dia ? " tunjuknya dibelakang "Oh.. dia tunanganku mas" ucapnya santai terkesan cuek
"Jangan bohong Nay, aku kenal kamu dan gak mungkin kamu punya tunangan aku gak percaya itu" ucap Edo yang mentertawakan ucapan Naya padahal ia menahan emosinya
"Aku tidak memintamu untuk percaya padaku" dengan nada sedikit ditekan yang menandakan emosi Naya
"Kalo begitu buktikan didepanku , kalo memang dia tunanganmu tentu kamu tidak akan keberatan untuk menciumnya" pinta Edo menantang Naya
"Untuk apa aku buktikan sama kamu mas?" ejek Naya
"Itu tandanya kamu berbohong" teriak Edo membuat 2 laki-laki dibelakang Naya geram dibuatnya
Cupp...
Naya mencium bibir laki-laki itu secara tiba-tiba
"jadi ini alasan kamu tidak pernah mau kalo aku hendak menciummu!!!" teriak Edo yang melihat Naya masih betah mencium laki-laki itu
Bruakkkkk.....
__ADS_1
Tiba-tiba terdengar suara tabrakan , membuat semua mata tertuju ke arah suara tak terkecuali mereka yang sedang berciuman..