
Naya yang masih kesal memilih kembali keruangannya meninggalkan Nevan disana sendiri .. sedang Nevan yang mengetahui itu segera mengejarnya, namun pintu lift terlebih dahulu tertutup..
".. Dasar laki-laki emang sama aja !! ,, suka sekali mempermainkan perasaan perempuan .. mereka pikir kita gak punya hati apa .. " gerutunya dengan menghapus kasar air matanya
Entah mengapa ia merasa sakit hati dengan kedatangan Monic dikantor .. ia kembali teringat dengan pengkhianatan yang pernah dilakukan Edo mantan pacarnya ..
Duduk dimejanya ,, ia menundukkan kepalanya .. menyembunyikan air mata yang entah kenapa terus saja mengalir ..
"kenapa harus ingat lagi .. !! kenapa aku gak bisa lupain itu .. hikss ,, hiksss .. " tangisnya
Nevan yang baru keluar dari lift berjalan terburu-buru .. disana ia dapat melihat Naya sedang menyembunyikan kepalanya .. dan ia sedang menangis, terlihat dari bahunya yang terguncang ..
"Ikut ke ruanganku .. " ucap Nevan
Ia menarik paksa tangan istrinya itu untuk berjalan mengikutinya .. Naya hanya diam mengikuti dengan sebelah tangannya menghapus sisa air mata ..
"Duduk .. " perintahnya
"Gak !! " ..
Braakkk .. !!
Nevan membanting kasar pintu ruangannya hingga membuat Naya kaget ,, raut wajah Nevan terlihat menahan marah, membuat Naya takut memandangnya ..
"Kenapa nunduk ?? " tanyanya dan hanya disahuti gelengan ..
"Kenapa nangis ??" tanyanya lagi, namun ia mengankat dagu Naya agar melihat wajahnya
"Bukan apa-apa .. " menepis tangan didagunya
"Kamu kenapa sih .?? Apa ini soal perempuan tadi ? Kamu bukannya udah lihat sendiri .. aku gak kenal sama dia .. aku juga udah kenalin kamu ke dia kan .. terus sekarang apa masalahnya .. " ucapnya kesal sambil mencengkeram kedua bahu Naya
"Aku bilang aku gpp .. !!" ucapnya tak kalah kesal dengan memandang wajah suaminya
" .. ini yang kamu maksud gak kenapa-napa ??" tanya Nevan melangkah maju .
"Ma-mau apa ??" memundurkan langkahnya
Namun Nevan tak menjawabnya .. ia terus saja berjalan menyudutkan Naya.. Naya yang mulai terpojok segera berjalan mendekati pintu, namun Nevan lebih cepat menangkapnya ..
__ADS_1
"Lepas !! aku mau kerja .. " marahnya
"Kamu ini kenapa sebenarnya .. apa yang membuatmu marah seperti ini !!! Katakan Naya !! " bentak Nevan yang sudah tak tahan
"Kau membentakku !! kau membentakku hanya demi perempuan itu .. !!" bentaknya menunjuk udara
"Jadi benar ini masih masalah perempuan itu .. sudah aku katakan aku tak mengenalnya .. kau juga lihat aku sudah mengusirnya .. apa masih belum cukup !!"
" .. Kalau kau tak mengenalnya lalu kenapa dia bisa sampai disini dan mengaku-ngaku sebagai pacarmu .. haa !! jawab !! " marahnya menghempas tangan Nevan
---
Ken yang saat itu ingin menemui Nevan mengurungkan niatnya saat mendengar suara teriakan Naya ..
"Kenapa dengan mereka ?? apa yang mereka ributkan ..??" batinnya
Kemudian ia pun segera kembali keruangannya sebelum ketahuan oleh Nevan atasannya ..
Sedang diluar kantor, Monic masih saja berteriak memaki Naya dan memanggil manggil Nevan .. Ken yang mendapat laporan dari penjaga depan segera turun kebawah ..
"Ada apa ini .. " tanya dingin Ken
"Berani sekali mulutmu itu menghina nona kami ..!! tak takut matikah .. ??" ucapnya dingin sambil berjalan mendekati Monic
"Aku tak takut dengan ancamanmu Ken ,, sekarang kau suruh adikmu itu turun dan menemuiku .. !! aku sudah sangat merindukannya .." ucapnya tak tahu malu ..
"Cihh ,, dasar murahan .. apa kau lupa sudah berapa kali adik tercintaku itu menolakmu .. ?? apa mau ku ingatkan ???" . . sinisnya pada Monic
"Dengarlah kalian semua .. perempuan ini adalah perempuan yang menyukai bos kalian .. perempuan yang sudah hampir 100x ditolak cintanya ,, tapi lihatlah .. dengan tak tahu malunya dia masih datang kesini .. " ucapnya mengolok olok Monic
"*ihh .. gak tau malu banget sih tu cewek .. "
"iya .. iyaa ,, sok cantik banget gak sih .. padahal masih okean Naya kemana-mana .. "
"Dasar murahan banget jadi cewek .. dandanannya aja udah kayak tante-tante .. hihihi* .. "
Itulah suara-suara bisikan para karyawan yang melihat kejadian ini .. Ken yang mendengarnya hanya tersenyum sinis kearah Monic ,, ia merasa puas melihat raut wajah marah bercampur malu itu ..
---
__ADS_1
"Aku memang mengenalnya .. tapi aku tak pernah memiliki hubungan apapun dengannya .. " mulai melunak
"Pembohong .. !!! kau bilang tadi tak mengenalnya .. kenapa sekarang kau bilang mengenalnya .. !!" Marahnya
"Aku tak berniat membohongimu sayang .. dengarkan penjelasanku dulu .. jangan menangis ,, " berusaha menggapai wajah istrinya
".. tak ada yang perlu dijelaskan .. " melangkah keluar ruangan itu
Nevan merasa sangat kesal dengan sikap Naya barusan .. kemudian ia mengikuti Naya kemejanya ..
"Dengarkan penjelasanku sayang .. " ucap Nevan saat sampai didepan meja ,,
"Aku sama sekali gak pernah terfikir untuk membohongimu .. aku memang mengenalnya , tapi aku berani bersumpah .. aku tak pernah memiliki hubungan apapun dengannya .. percayalah .. " mohonnya memegang kedua tangan Naya
"Kau tau mas .. kedatangan dan pengakuan perempuan itu mengingatkanku kembali dengan kebohongan dan pengkhianatan yang pernah dia lakukan .. itu membuatku sakit ,, sangat sakit .. "
Air matanya semakin deras membanjiri pipinya ,, Nevan tertegun , ia melupakan rasa sakit yang dulu pernah dirasakan oleh istrinya .. ia merasa sangat bersalah, namun sebelum ia membuka mulutnya Naya sudah pergi meninggalkannya ..
"Sayang tunggu .. " mengejar Naya masuk lift
"Aku mohon ...maafkanlah aku ,, aku tak pernah berniat menyakitimu .. maafkan aku .. " mohonnya memeluk erat istrinya ..
-
-
-
-
-
Share foto pas berantem sama di lift yaa .. ðŸ¤
__ADS_1