
Malam itu menjadi malam terpanjang bagi Sandra juga Gunanto untuk memadu rasa. Malam yang panjang juga mereka gunakan untuk menyusun renacana besar untuk keluarga Raharjo.
"Kamu bukan hanya bisa memuaskanku sayang, tapi kamu bener-bener cerdik sekali.. " puji Gunanto menyentil hidung mancung milik Sandra.
Mendapat pujian juga sikap manis dari Gunanto membuat Sandra mengeratkan tubuh polos mereka untuk saling mengertakan.
"Lalu kapan kita menjalankannya ?? aku ingin secepatnya kita menikah.." rajuknya manja menatap laki-laki didepannya.
"Tepat saat Ken menikah. Dan ini akan menjadi kejutan teristimewa dari kita untuk mereka semua .. " mengecup mesra kening Sandra.
"Aku tidak sabar menantinya sayang.. "
"Dari pada menanti itu lebih baik kita lanjutkan kegiatan kita. Sudah tidak lelah kan ..??" tanyanya menarik pelan dagu Sandra untuk menatapnya.
Dengan tampang malu-malu Sandra menggelengkan kepalanya. Gunanto yang mendapat respon dari Sandra segera menjalankan aksinya kembali memadu kasih berdua.
___________
Pagi ini rumah terlihat lebih sibuk dari biasanya, banyak pekerja rumah silih berganti membersihkan rumah. Pak San serta bu Lila juga terlihat sibuk memberikan instruksi kepada beberapa pelayan.
"Gimana pak San ??" Raharjo yang baru turun dari tangga segera mendekati pak San yang sedang menginstruksi para pelayan.
"Semua sudah siap tuan besar,.." sopannya menundukkan kepalanya.
"Terima kasih pak, saya bener-bener sudah tidak sabar menyambut kembali menantuku itu dirumah ini.." terlihat raut bahagia terpancar dari Raharjo.
"Kami semua disini juga merindukan nona muda tuan besar, terlebih sekarang nona sedang hamil dan kami ingin segera menjaganya hingga melahirkan keturunan tuan besar.. " tutur pak San lembut mengingat sosok Naya nona mudanya.
"Oh bu Lila.. " panggil Raharjo saat melihat bu Lila melintasi ruang tengah.
__ADS_1
"Saya tuan besar.."
"Kamar Nevan sudah dibereskan ? apa sudah dihias??"
"Sudah tuan besar, semua sudah selesai tinggal menyambut nona muda saja .."
"Baguss.. saya bener-bener nggak sabar ,," menggosok-gosokkan kedua tangannya dengan antusias.
"Pah .. mending kita kedepan yuk mereka udah otw kesini .." ajak Ken yang baru saja keluar dari kamarnya.
"Iyaaa ..iya, kita kedapan nak. Mari pak San bu Lila.."
Dalam perjalanannya, Naya hanya diam seolah memikirkan sesuatu yang sangat berat yang terlihat dari kerutan di dahinya.
"Sayang .. " lembut Nevan memanggil dan menyentuh tangan Naya hingga terkejut.
"Aaa .. kenapa mas ??" kagetnya.
"Nggak, nggak ada. Aku cuma tiba-tiba keingat sama mama.. " sedihnya saat teringat kembali dengan Nency yang ia tinggalkan di London.
"Tante Nency nggak sendirian, ada para maid yang menemaninya.. " ucap Nevan mencoba menenangkan istrinya itu.
"Iya mas .. " memeluk erat tubuh yang beberapa bulan ini ia rindukan.
Tiba dirumah mata Naya berkaca-kaca saat melihat tulisan dihalaman depan untuk menyambut kedatangannya. Turun dari mobil ia pun segera berlari menghambur kedalam pelukan Raharjo yang sudah menantinya.
"Astagaaa sayang jangan lari .." seru Nevan terkejut saat istrinya yang tengah hamil berlari menghampiri papanya.
"Papaaa .. " serunya didalam pelukan Raharjo sambil terisak.
__ADS_1
"Ada apa nak ?? kenapa menangis ?? kasih tau papa.." tanyanya sambil sibuk membelai rambut Naya dengan mata menatap tajam Nevan yang menghampirinya.
"Bukan aku pah, dia sedih ninggalin tante disana.." jelasnya mencium tangan Raharjo.
"Mama disana ada temennya banyak nak, jangan sedihnya nanti papa bujuk supaya mau pulang ke Jakarta.."
Mendengar penuturan mertuanya Naya segera melepas pelukannya lalu memandangnya.
"Beneran ya pah .."
"Iya , yaudah yuk masuk.."
"Eh tunggu dulu , aku disini nggak dapat pelukan juga nih .." protes Ken tak terima dicuekin.
Lalu dengan segera Naya juga Nevan berhambur bersamaan memeluknya dengan bahagia. Lantaran perutnya yang sudah membesar, ia hanya bisa memeluk Ken lewat samping tubuhnya.
Memasuki rumah mata Naya disuguhkan dengan berbagai macam bunga yang menghiasi rumah. Bahkan tangga menuju kamarnya pun dihias dengan berbagai bungan yang menempel.
"Ini buat aku ?" tanyanya haru dengan mata berkaca-kaca.
"Bukan, buat gue.." ceplos Ken membuat Naya sedih.
"Ya buat loe lah dek, kan yang baru balik elo .." serunya merangkuk bahu Naya.
"Nggak usah pakai acara rangkulan.." kesal Nevan lalu menjauhkan istrinya dari Ken.
"Gila, pelit amat bro .." tawa Ken pecah saat menatap wajah sendu Nevan yang mendapat tatapan tajam dari Naya.
---
__ADS_1
Hay welcome back,
cerita ini mendekati episode terkahirnya loh, yuk terus vote dan tekan like sambil menantikan akhirnya..