
Sesampainya dikantor tiba-tiba saja Naya merasakan mual, dengan tergesa-gesa ia pun berlari menuju toilet di lantai dasar kantornya. Emma yang tanpa sengaja melihatnya buru-buru menghampirinya.
"Kalo loe masih sakit mending istirahat dirumah aja kenapa sih, " ucap cemas Emma pada Naya.
"Gue gapapa Em, cuma mual aja ntar juga mendingan" bantahnya berjalan keluar meninggalkan Emma.
Dengan sedikit berlari Naya segera menuju ruangan suaminya, ia berharap dapat melihat suaminya disana. Namun harapan hanyalah harapan, sosok yang ia harapkan tak ada ada disana.
"Nay, makan siang ke kantin yuk ?" ajak Emma menghampiri meja Naya.
"Em , gue pengen banget makan tahu balado di warung sebrang" rengek Naya pada Emma.
"Yaudah kalo gitu kita makan kesana aja " ucap Emma namun dibalas gelengan oleh Naya.
"Ya terus gimana ??"
"Beliin terus dimakan disini" menampakkan wajah polosnya.
"Untung loe temen gue, kalo gak udah karungin" gerutunya berjalan meninggalkan meja.
"Makasih sayang .." teriaknya kegirangan.
"Oh iya, kak Ken kan juga belum makan siang. Gue tawarin aja lah kasian" berjalan perlahan.
Saat sampai didepan ruangan Ken, pintunya tak tertutup. Dilihatnya disana Ken tengah menerima telepon dari seseorang.
"Banyak bacot loe Van. Istri loe juga sakit dan loe malah milih ngurusin mantan sialan loe itu !!!" amuk Ken dengan berapi-api tanpa sadar ada seseorang dibelakang pintu.
Sedang Naya yang berniat mengetuk pintu terhenti seketika saat mendengar makian yang Ken keluarkan.
"Loe tau Naya udah bawain loe sarapan dan baju kantor loe. Dan lihat apa yang loe kasih buat dia !! Dimana loe taruh otak loe sih !!"
".................... "
"Banyak alasan loe !!" segera memutus sambungan teleponnya.
__ADS_1
"Akhh , bener-bener sialan tu cewek !!" kesalnya dengan menggebrak meja kerjanya.
Namun tiba-tiba saja pintu ruangannya dibuka oleh seseorang. Matanya hampir saja keluar saat ia lihat siapa yang ada dibalik pintu.
"Na.. naya ??" gugupnya.
"Jadi, mas Nevan lagi sama dia ?? mas Nevan lagi ngurusin dia ??" ucapnya menahan isak tangis.
"Nay, dengerin dulu" Ken yang hendak mendekatpun terhenti saat Naya menjauhinya.
"Kenapa ?? kenapa harus terjadi lagi ?? kenapa orang yang aku anggap mencintaiku selalu menyakitiku, kenapa mereka .. kenapa ," akhirnya Nayapun menangis sejadinya karena tak sanggup melanjutkan kata-katanya.
Tiba-tiba saja Naya pingsan, Ken yang saat itu berada tepat dihadapannya segera berlari menahan tubuh Naya ร gar tak jatuh ke lantai.
"Nay, Naya .. bangun " menepuk-nepuk pipi Naya.
Segera saja Ken menggendong Naya dan berlarian menuju lantai dasar. Namun saat akan menaiki lift, disana sudah ada Emma sedang mematung menatap dirinya.
"Cepat tekan lantai dasar" perintahnya.
,
,
,
,
,
,
Raharjo yang mendapat kabar tentang menantunya itu langsung menuju rumah sakit dan membatalkan semua meetingnya.
Sesampainya dirumah sakit ia segera menuju IGD tempat Naya dilarikan.
__ADS_1
"Gimana ?? bangaimana keadaannya ??" tanya Raharjo panik.
Bukannya menjawab Ken justru berhambur memeluk tubuh papahnya itu membuat Raharjo diluputi rasa cemas seketika.
"Ada apa!! kenapa dengan menantuku !!" melepas paksa pelukan Ken.
"Naya hamil pah," ucapnya dengan senyum gembiranya.
Raut wajah panik seketika berubah menjadi raut bahagia . Raharjo benar-benar merasakan bahagian sebelum Ken menceritakan mengenai adiknya, Nevan.
Belum sempat ia memaki anak laki-lakinya itu, dering ponselnya berbunyi tiba-tiba.
"Halo ..."
" .... "
"Kurang ajar!! berani kau sentuh secuil saja, aku pastikan kau kehilangan tanganmu!!" geram Raharjo.
Ken dan pak Chandra merasa heran dengan perubahan raut orang dihadapannya.
"Brengsek kau Rudi !!!" bentaknya penuh emosi mengagetkan Ken dan juga pak Chandra.
"Ada apa pah ??"
"Iya tuan, siapa yang menelpon anda ??"
"Pak Chandra, siapkan semua anak buah kita"
"Pah, ini ada apa sebenarnya ??"
"Naya dibawa oleh Rudi. Dan sekarang dia menjadi tawanannya".
,
,
__ADS_1
Hai semua. jangan lupa klik like and vote yha .. tinggalkan juga jejak kalian di kolom komentarnya .. happy reading .. love you all ..๐๐