
London.
Kondisi Naya saat ini sudah membaik, suhu badannya mulai berangsur turun. Nency dengan setia terus menemani bahkan menyuapi Naya yang masih terlihat lemah.
"Nak .. makan dulu ya, " bujuknya mengarahkan sesendok bubur pada Naya.
Huekk .. huekk ,, mencium bau bubur tiba-tiba Naya merasa sangat mual. Ia memuntahkan semua isi perutnya dibantu Nency yang terus meminjat leher juga punggungnya.
"Gimana nak ?? udah enekan ??" tanyanya khawatir sambil memberikan selembar tisu pada Naya.
"Aku nggak mau bubur mah, .. " serunya saat Nency membaringkan tubuhnya diatas ranjang.
"Kamu mau makan apa nak ??" tanya Nency saat ia selesai menyelimuti tubuh Naya.
"Aku pengen makan asinan bogor mah .. " pintanya memelaskan wajahnya.
jederr !!!
Nency sangat terkejut mendengar permintaan Naya. Ia memang sudah belajar memasak namun ia juga belum mahir apalagi membaut asinan bogor. Ia juga tak mungkin meminta bantuan para maid untuk membuatnya.
"Nak .. " seru Raharjo yang tiba-tiba masuk kedalam kamar tempat Naya tidur.
"Papa .. " seru Naya terkejut namun bahagia.
Raharjo segera menghampiri putrinya itu lalu memberikan pelukannya. Sambil memeluknya ia terus mengusap rambut Naya sambil menatap aneh pada Nency dihadapannya.
__ADS_1
"Ada apa ??" tanyanya sambil melepas pelukannya pada Naya.
"Itu .. Naya lagi ngidam mas ,, " cicit Nency membuat Raharjo mengerutkan keningnya.
"Kamu ngidam nak ?? ngidam apa ??" menatap wajah menantunya yang menggemaskan itu.
"Naya pengen asinan bogor pah .. " seru Naya menatap Raharjo dengan memelaskan wajahnya.
"Hhhahahahahaha .. akan kamu dapatkan nak ,, " tawany riang saat melihat pupi mata Naya dengan wajah berseri-seri.
"Mana ada disini asinan bogor mas .. tak ada maid yang bisa membuatnya.. " heran Nency dengan jawaban Raharjo.
"Hhaha .. kau buatlah asinan itu,, "
"Tuan besar yang akan membuatkannya untuk nona muda .. " sahut pak Chandra.
"Benarkah itu pah ..??" seru Naya bersemangat.
"Kamu bisa memasak tapi tak pernah membuatkanku sesuatu.. " kesal Nency.
"Kau juga tak pernah membuatkanku sesuatu.. " balas Raharjo menggoda Nency.
"Menyebalkan!! aku akan meminta para maid berbelanja sebentar.." serunya sambil meninggalkan kamar Naya.
Dengan penuh telaten Raharjo bergulat didapur, menyisihkan setiap buah yang sudah ia siapkan. Hasil akhir, ia telah selesai membuat satu wadah asinan bogor untuk dinikmati semua orang. Ia segera mengambilkan Naya dan membawnya kekamar, kemudian meminta para maid menyiapkan untuk disantap semuanya.
__ADS_1
Dengan lahap Naya menghabiskan asinan yang dibawa oleh Raharjo. Dengan penuh gembira Raharjo terus menatap wajah Naya yang ia tahu menyembunyikan kesedihannya.
"Pelan-pelan nak .. " membelai rambut Naya.
Naya hanya menanggaipnya dengan senyumannya dan terus melapa asinannya sampai habis. Itu mengelus perutnya yang terasa kenyang sambil tersenyum menatap Raharjo yang juga tersenyum menatapnya.
"Aku kangen banget senyuman kamu mas .. "
"Papa tau nak, dibalik senyummu itu kamu menyimpan sakitmu sendiri.. maafkan papamu ini nak .. "
___
Di Jakarta,
Setelah kepergian Raharjo, Nevan memutuskan untuk segera pulang kerumah. Ken dengan setia selalu mendampinginya.
"Kalo ada apa-apa loe bisa panggil gue .. " serunya.
"Hmm .. " pergi begitu saja menaiki setiap anak tangga.
"Sayang .. aku merindukanmu .." lirihnya sambil memeluk bantal yang biasa Naya gunakan.
Tanpa ia sadari air mata mulai membanjiri wajahnya dengan deras. Rasa rindu yang teramat dalam yang tak mampu ia salurkan menjadi sakit untuk hatinya.
"Aku akan segera membawa kamu pulang sayang.. akan aku hancurkan mereka yang membuat papa memisahkan kita .." batinya memandang tajam foto pernikahannya.
__ADS_1