Akhir Cinta Abadi

Akhir Cinta Abadi
Bab 1


__ADS_3

Apakah kalian pernah merasakan jatuh cinta sendiri? Seorang perempuan sedang menikmati dentuman suara ombak dan sang senja. Bagi dia suara ombak bagaikan sebuah alunan musik, dia ingin mendengarnya setiap hari. Begitu juga dengan senja, dia tidak pernah lelah untuk datang ke tempat ini hanya untuk melihatnya. Dia Kim Minjoo,  keluarganya dan teman dekatnya memanggil dia dengan sebutan Jojo. Dia mahasiswa tingkat akhir di salah satu perguruan tinggi di kota ini.


Kim Minjoo, seorang penyuka senja, dia bisa berjam-jam menatap senja tanpa memperdulikan orang di sekelilingnya. Baginya senja ada candu untuknya. Kalian tau dia pernah berpikir, jika suatu hari nanti dia akan pergi meninggalkan dunia ini, dia ingin senja yang mengantarkannya. Aneh bukan?


Malam pun menyapa dengan hawa dingin. Padahal para perkiraan cuaca bilang suhu di siang hari dan malam hari akan sama saja tapi kenapa tiba-tiba berubah menjadi dingin. Dia berpikir sejenak "terkadang kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi di menit berikutnya dalam hidup kita."


Dia memasukin perkarangan rumahnya. Sepi, padahal baru jam 8 malam. Dia lupa bahwasanya kedua orang tuanya sedang berada di luar negeri berkunjung ke rumah neneknya dan juga urusan bisnis. Dia memiliki saudara laki-laki  bernama Kim Hanbin,biasanya teman-temannya memanggil dia dengan sebutan B.I, mereka terpaut 2 tahun. Biasanya kalau Abangnya tidak ada kerjaan dia bisa satu harian di studio rekaman miliknya, sebenarnya dia bukan seorang penyanyi terkenal, dia hanya manusia biasa yang terlalu jatuh cinta terhadap musik. Baginya jika tidak ada musik, aku tidak bisa hidup. Dramatis sekali hidup saudara laki-lakinya. Dan biasnya dia hanya manggung di cafe saja, itu pun cafe milik mereka.


Minjoo pun memasukin kamarnya. Kamarnya dominan warna abu-abu, bagi dia abu-abu itu warna yang nyaman untuknya. Satu pesan muncul di layar handphonenya, tertera sebuah nama "Abang Hanbin".


"Jo,mau makan apa? Abang  beli ayam mau?"


"Iya mau tapi yang pedas ya, cepat pulang, Minjoo takut." dia langsung mengirim pesannya ke Abangnya

__ADS_1


***


Hiruk-pikuk orang yang berlalu lalang. Sudut-sudut ruangan yang begitu ramai dengan gelak tawanya, meskipun hawa dingin menerpa. Lampu-lampu jalan menyapa dengan keindahannya.


Malam ini, aku berada di cafe milik kami. Ya, cafe aku dan Abang Hanbin, sebenarnya ini cafe milik orang tuanya hanya saja orang tua mereka terlalu sibuk dengan perusahaannya makannya cafe ini di handel oleh mereka. Setiap hari kami selalu datang atau sekedar mengecek atau hanya untuk duduk ngerjain tugas. Cafe kami cukup strategis, terletak tidak jauh dari kampus ternama di kota ini.


Cafe yang  di bernama "Love Scenario" entah dari mana ide itu dia dapatkan. Siapa lagi yang kasih nama kalau bukan Abangnya. Jika ditanya kenapa namanya cafenya bisa itu, dia akan menjawab karena nama itu sangat indah. Terkadang dia terlalu alay untuk ukuran orang yang sudah berumur.


Hari ini dia akan tampil dengan membawakan lagu ciptaannya sendiri.  Biasanya akhir pekan gini cafe kami selalu ramai dan disinlah aku menikmati suasana cafe dan mendengarkan dia bernyanyi.


"Aku tidak menolak siapapun yang datang dan aku tidak mencegah siapapun yang pergi.


Setelah membiarkanku yang lain pergi sekarang aku merasakan apa arti di buang.

__ADS_1


Di dunia yang aku tempati sekarang hanya kesedihan yang tersisa.


Adalah seorang pria aneh memanggilku, dia sendirian.


Kemana semua orang pergi."


Itulah sedikit penggalan liriknya. Sepertinya dia lagi patah hati hehehehehe. Kalian tau kalau dia lagi patah hati dia bisa menciptakan beberapa judul lagu dan juga bisa satu harian berada di studio.


 


Kim Hanbin


__ADS_1


__ADS_2