Akhir Cinta Abadi

Akhir Cinta Abadi
Bab 5


__ADS_3

Aku menelusuri lorong-lorong kampus dengan berat hati sebenarnya. Tiba-tiba saja dapat notifikasi dari grup chat bahwasanya salah satu dosen bakalan masuk hari ini. Padahal hari ini mata kuliah tidak ada, rasanya ingin mengumpat sama dosen itu. Padahal lagi enak-enak nonton drakor.


Sesampainya di kelas, kalian tau gak? belum ada yang datang dan aku orang pertama yang datang, cetak rekor. Tumbenan seorang Kim Minjoo datang duluan. Hahahaha 😂😂😂 tiba-tiba ......


"Hai Jo" sapanya


"Hai Hwa, kemana aja?" tanyaku


"Biasalah aku kan orang sibuk" jawabnya


Rasanya ingin ku pukul aja ini orang. Aku pun hanya memutar mataku dengan malas dan tidak menanggapi nya. Laki-laki itu Park Seonghwa teman sekelas ku. Dulunya dia ketua BEM yang terkenal di kampusku tapi sekarang dia menjabat sebagai ketua HMJ  jurusan kami.


"Minjoo" terdengar suara rengekan laki-laki. Siapa lagi kalau bukan Koo Jun-hoe.


"Hemm.... " ucapku dengan cuek


"Aku sedih, Jo" ujarnya. sebenarnya aku malas menanggapinya kalau boleh aku pengen lempar dia dari gedung ini. kalau udah kayak gini, ini orang manja banget.


"Nanti aja ceritanya, lihat tuh dosen udah masuk" ujar Seonghwa.


"Yahh....." jawabnya sembari cemberut


Kelas pun berakhir, rasanya ingin mengumpat dosen itu, beliau kalau udah kasih tugas kayak mau bunuh mahasiswanya aja. Sejak pelajaran berlangsung bertubi-tubi dia kasih tugas mana lagi hari itu juga di kumpul. Kalau hari ini si June enggak minta temani dia curhat, mungkin saat ini aku langsung pulang dan rebahan di kasur. Aku, Seonghwa dan June kini tengah berada di kantin kampus dan mendengarkan curhatan hatinya.


"kenapa  lu June?" tanya Seonghwa


"Eh...pesan makan dulu baru sesi curhatnya" ucapku sambil memanggil pelayan


"Kalian mau pesan apa?" ucapku

__ADS_1


"Nasi goreng sama lemon tea" jawab mereka serentak


"Nasi goreng sama lemon tea, tiga ya mbak" ulang ku


"Baik mbak, di tunggu ya" ucap pelayan tersebut


"Makasih mbak" ucapku


"Mau cerita apa June?" tanyaku


"Jo, masih ingat Saejong gak? anak HMJ juga, terus pernah aku cerita kalau aku suka sama dia" ucapnya


Pesanan kami akhirnya datang.


"Makasih mbak" ucap kami serentak


"Iya tau, kenapa rupanya? kamu ungkapi rasa ke dia?  Atau cintamu enggak di terima?" ucapku sembari menikmati makanan.


"Yang mana si Jo orangnya?" tanya Seonghwa


"Yang itu loh Hwa, yang tinggi, putih terus rambutnya pendek temannya San" jawabku


"Oh yang itu. Aku ingat, gila si June kalau cari gebetan tau aja yang cantik" kekehnya


"Senang amat lu Hwa" jawabnya


"Jadi gimana?" tanya ku "jangan lama kali ceritanya"


"Iya, iya bawel kali si" ucapnya

__ADS_1


"Idih enggak sopan, nyesel tau temani dia" ucap Seonghwa


"Kemarin aku lihat dia jalan sama cowok" ucapnya


"Aigoo, cuma gitu aja. Bisa jadi itu Abangnya, sepupunya atau temannya" jawabku


"Setuju sama si Jojo" sambung Seonghwa


"Enggak...masa mereka jalan mesra-mesraan gitu" ucapnya lagi


"Ya, bisa aja kali kayaknya aku sama bang hanbin, atau kayak aku sama Yunhyeong dan sama kalian semua" jawabku santai


"Enggak semua orang kayak kamu Jo" tegasnya


"Udah cari info enggak Jun? Jangan asal tebak aja"


"Udah. Aku udah tanya ke teman dekatnya dan benar itu cowoknya. Satu kampus sama kita cuma beda jurusan. Aku lupa dia jurusan apa" jawabnya.


"Capeklah selama ini aku nunggu dia. Sia-sia aku nungguin dia selama ini"


"Kamu kurang cepat, coba lu cepat pasti bakal jadian sama dia" sambung Seonghwa


"Aku nunggu waktu yang tepat Hwa" jawabnya" "Jo kok diam aja sih" rengeknya.


"Gini ya June, kalau dia udah punya pasangan yaudah biarkan dia bahagia. Kita gak bisa maksa dia buat suka sama kiya, mungkin itu bukan jodohmu. Nah kalau kamu bilang selama ini nunggu dia dan itu semua sia-sia. Bagaimana aku yang nunggu dia selama bertahun-tahun?  Bagaimana denganku yang enggak tau dia dimana?  kamu enak setiap hari bisa lihat dia, lihat senyum dia bahkan bisa tatapan langsung dengan dia. Sedangkan aku, enggak bisa ngelakui semua itu. Seharusnya kamu bersyukur , meskipun enggak bisa bersama tapi dirimu bisa melihat kebahagiannya bahkan kesedihnya" ucapku


Park Seonghwa


__ADS_1


__ADS_2