
Melihat itu semua, Haru langsung berlari mencari keberadaan Mas Woyooung.
"Mas, Mbak Jojo" tutur nya
"Jojo kenapa?" titah nya
"Jari tangan nya gerak Mas, Mas cepat" ujar nya
Mereka pun berlari menuju ruangan tersebut. Mereka bertiga di persilahkan keluar ruangan. Mereka tak henti nya berdoa dan menelepon orang terdekat nya, tak terkecuali Hanbin yang saat ini sedang menelepon orang tua nya. Akhirnya dokter pun keluar dari ruangan tersebut.
"Gimana Mas?" ujar Hanbin
"Dia udah siuman dari koma nya. Sekarang pemulihan kondisi aja"
"Hanbin" teriak kedua orang tua nya
"Gimana adikmu Bin" ucap sang Mama
"Dia udah siuman dari koma nya Ma, Pa" ujar nya
"Alhamdulillah" ucap keduanya
"Kami boleh masuk Woyooung" tanya sang Papa
"Boleh Pakde"
Mereka pun langsung memasuki ruangan dan menghampiri nya. Sang Mama langsung langsung memeluk Putri kesayangan nya begitu juga sang Papa.
"Apa yang sakit Nak?" tanya sang Mama
Dia pun hanya menggelengkan kepala nya. Keadaan nya masih lemah untuk berbicara. Semua yang di sana begitu terharu melihat nya. Mereka nggak menyangka, entah ini keajaiban dari sang pencipta atau memang takdir nya.
"Kalau sakit, langsung bilang ke Papa ya. Papa minta maaf kalau selama ini Papa nggak memperhatikan kamu. Maafin Papa yang nggak bisa jagain kamu" ujar sang Papa
Jojo pun menggenggam tangan sang Papa begitu erat, seakan dia memberi arti lewat genggaman itu. Haru yang sedari tadi menangis melihat nya. Kini menghampiri Mbak tersayang nya.
"Haru rindu Mbak" sambil memeluk
Mereka semua pun merasakan kerinduan kepada nya
"Mbak, harus janji sama Haru kalau jangan ada yang di sembunyi" ucap nya
Dia pun hanya tersenyum membalas nya.
__ADS_1
Sore nya, ke enam teman nya datang. Kabar dia siuman terdengar ke mereka. Awal nya Haru hanya kasih tau ke Dongi mungkin dari dia mereka tau.
"Kim Minjoo, gue kangen sama lu" ucap Do-Yeong sambil memeluk nya
Dia pun membalas pelukan nya
"Jahat lu kalau lu nggak siuman nggak mau lagi gue temanan sama lu" ujar June
"Lebay" ketus Haru
"Hai Kim Minjoo" ucap Yoyo
"Hai juga" balas nya dengan senyuman
Mereka yang melihat itu semua tersenyum bahagia. Seonghwa begitu bahagia melihat orang yang di cintai telah kembali. Semua nya kembali seperti semula tidak ada kesedihan yang ada kegembiraan. Di tengah perbincangan nya, tiba-tiba telephon Yunhyeong berdering menampilkan sebuah nama yaitu Mingi.
Diapun lalu mengangkat nya dan dia tidak lupa memberikan ke Jojo
"Jo, Mingi nelpon" ucap nya
"Sini Yunhyeong"
"Hai, tuan Putri sudah nyenyak tidur nya" kekeh nya
"Apa sih Mingi, kamu apa kabar"
"Bohong, muka kamu pucat. Kamu sakit?
Terdengar bisikan dari June
"Seonghwa, itu si Mingi yang nelpon" ucap nya
"Hemmm....." ucap Haru
"Aku baik-baik aja, kamu nggak usah khawatir"
"Aku rindu kamu, kamu dimana? Kapan kamu pulang"
"Aku juga rindu kamu. Aku ada di suatu tempat. Aku nggak tau kapan pulang. Kamu jaga kesehatan nya, kalau sakit bilang jangan di pendam. Aku nggak mau lihat kamu kayak kemarin lagi, itu yang pertama dan terakhir ya. Hatiku hancur melihat mu terbaring lemah seperti itu. Maaf kalau aku nggak bisa berada di sisi mu tapi percayalah aku akan selalu berada di hati mu. Seperti janji ku, aku akan rutin kirim kamu surat tapi kamu janji harus sembuh. Aku mencintai mu Kim Minjoo.
"Aku juga mencintai mu. Kamu juga jaga kesehatan. Aku nggak mau lihat kamu pucat kayak gini. Aku janji bakalan kembali seperti semula.
"Aku tutup ya telepon nya. Miss you and love you"
__ADS_1
"Miss you too and love you too"
Mendengar itu semua hati Seonghwa begitu hancur. Dia terluka, ternyata orang yang dia sukai ternyata mencintai orang lain. Emang dia belum mengungkapkan perasaan nya tapi mendengar itu semua nya jalan satu-satunya adalah mundur dan berhenti mencintai nya. Dia dengan diam diam keluar dari ruangan tersebut agar semua orang nggak menyadarinya nya tapi tidak dengan Dongi. Sebenarnya dia dari tadi memperhatikan sikap Kawannya dan saat dia keluar dia mengikutinya. Dia pun mengikutinya dari belakang ternyata dia pergi ke taman rumah sakit.
"Hwa" panggilnya
"Lu, kenapa?" tanya nya lagi
Dia gak menjawab pertanyaan
"Lu, suka sama Kim Minjoo?" tanya nya
"Dari mana lu tau?" ujar nya
"Mata lu dan tubuh lu yang mengisyaratkan itu semua"
"Kalau lu memang suka dan Cinta sama dia. Ya, lu nyatain perasaan lu jangan di pendam"
"Tapi dia udah suka sama seseorang dan gue nggak mau ngerusakin hubungan nya" ujar nya
"Nggak ada salah nya mengungkapkan perasaan sama seseorang yang udah suka sama orang lain. Lebih baik mengatakan dari pada di pendam"
"Gue takut dia membenci gue"
"Terkadang kita harus keluar dari zona aman kita"
"Lu enak tinggal bilang, nah gue yang mempraktekkan nya"
"Lu enak orang yang lu cinta bisa lu lihat, bisa lu pandang. Bisa lu lihat senyum dan tawa nya sedangkan gue, gue nggak bisa lihat itu semua. Orang yang gue suka udah nggak ada lagi di dunia ini. Dia udah bahagia di tempat nya"
"Lebih baik lu ungkapin, jangan di pendam. Lebih baik kita sakit karena udah ungkapin dari pada tidak sama sekali. Nggak ada salah nya nyatain perasaan perihal di balas apa nggak itu urusan belakangan lebih baik ungkapin dari pada terlambat"
"Maaf gue nggak tau kalau orang yang lu sukain udah pergi"
"Nggak masalah. Pokoknya lu mesti ungkapin perihal dia balas atau nggak itu urusan belakangan yang terpenting lu sampaikan. Emang sakit pas kita udah tau jawaban nya tapi nggak ada salah nya kita coba. Dia (sang pencipta) memberikan perasaan untuk di ungkapin bukan untuk di pendam. Jangan sempat lu nyesal" titah Dongu
"Oke" jawab nya begitu singkat
"Gue tau lu tulus mencintainya, mungkin saat ini dia ingin lihat lu berjuang atas Cinta lu. Nggak ada salah nya kita berjuang demi orang yang kita cintai. Kalau pun dia nggak balas Cinta lu bukan berarti lu harus menyerah tapi ini awal dari semua nya. Buat dia jatuh Cinta sama lu, buat dia lupain Cinta pertama nya. Emang susah buat lupain Cinta pertama tapi kalau dengan ketulusan Cinta itu bisa hilang. Jangan buat dirimu menyerah akan Cinta nya. Ungkapin meskipun harus terluka. Terkadang kita mesti terluka dulu baru kebahagiaan itu datang. Kalau dia memang tercipta untuk lu, lu harus menjaga nya tapi jika memang dia bukan tercipta untuk lu jadikan dia sebagai kenangan terindah. Cinta itu perlu di ungkapin bukan untuk di pendam. Kalau lu cuma di pendam nggak ada beda nya lu sama pengecut di luar sana. Pergi dan ungkapkan perasaan lu" tuturnya
Setelah mendengar itu ada semangat sedikit dalam diri nya.
"Gue nggak mau lu nasib lu kayak gue karena yang ada saat ini hanya sebuah penyesalan" batin nya
__ADS_1
Happy reading, semoga kalian makin tertarik sama cerita ini dan selamat menikmati ☺️☺️
jangan lupa like, rate and komen