
"Hai, Jo. Masih ingat sama aku? ucapnya dari kejauhan. Aku pun menoleh mecari sumber suara tersebut
"Aku Minggi, Song Minggi" ucapnya
Aku hanya diam membeku, ngga tau harus berbuat apa, hujan turun dengan derasnya. Di satu sisi aku merasa senang dan disisi lain aku merasa terkejut.
Laki-laki yang selama ini aku tunggu, sekarang dia berada di hadapan ku dan menghampiri ku serta memayungi ku. Yunhyeong yang kini berdiri tidak jauh dariku hanya melihat aja.
"Jo, masih ingat samaku? teriaknya lagi
"Hah?" Aku hanya bisa diam terpukau sambil menatap nya dari balik air hujan. Kini hujan membasahi ku.
"Jo, kok bengong? terus kenapa kamu kok hujan-hujanan, kok enggak menepi sama Yunhyeong. Nanti kamu sakit" ucapnya
"Iya juga, kenapa pas dia manggil ku, aku berlari ke arah dia dan juga kenapa juga aku hujan-hujanan" batinku
"Masih ingat aku nggak Jo? Kok kamu melamun" Ucapnya seraya memayungi ku
"Giman gak melamun. Aku masih terkejut ini nyata atau enggak atau ini hanya ilusi aku aja" batin ku
"Iya, iya sorry aku ngelamun. Aku ingat kok" jawab ku
"Bisa ngomong berdua Jo?" Ucapnya
Aku hanya mengangguk mengiyakan permintaan nya. Kami pun berjalan menuju cafe begitu juga dengan Yunhyeong.
"Aku ganti baju dulu" ucapku. aku pun berjalan menaiki tangga. di lantai atas ada sebuah kamar.
"Kamu duduk aja di sudut itu" ucapku
"Baik"
Aku pun pergi meninggalkan dia, menuju lantai atas, sedangkan dia berada tempat di sudut cafe. Semua menatap dengan heran dan mungkin mereka bertanya-tanya "siapa dia?"
Tetapi berbeda dengan Yunhyeong, Dongi dan Haru, mereka berdua tidak terkejut melihat laki-laki itu sebab mereka bertiga mengetahuinya. Tapi tidak dengan yang lainnya mereka begitu terkejut.
Tidak memakan waktu lama, cukup dengan 20 menit. Setelah itu aku turun ke bawah lagi.
"Kamu mau pesan apa?" Biar aku yang pesan" ucapku
"Ice americano" ucapnya
"Masih sama seperti dulu" batin ku
Aku pun pergi untuk memesan. Tiba-tiba, dia memegang tangan ku, aku tidak tahu harus berbuat apa.
__ADS_1
"Mau kemana?" Ucapnya
"Kan mau pesan minuman kamu" ucapku sedikit canggung
"Kenapa bukan pelayan aja?"
"Udah aku aja yg pesan kesana, kamu tunggu disini aja" ucapku
"Mas, dia kok bisa ada di sini" bisik Haru
"Mas, gak tau" ucapnya
"Maaf mas mu Haru yang harus bohong" batinnya
Dua hari yang lalu Yunhyeong sempat menjumpai Minggi. Sebenarnya di hari itu juga dia mau bertemu dengan Jojo tapi sayang Jojo camping di hari itu.
"Dia siapanya Jojo?" tanya June ke Do-Yeong
"Gue gak tau" ucapnya
"Mungkin pacarnya" celetuk San
"Lu kalau ngomong di filter dulu. Noh lihat kawan lu" bisik Hong Jong sembari menunjuk ke arah Seonghwa.
"Tenang Hwa, mungkin itu temannya Jojo" ucap June
"Nampak kali dia bohongnya" bisik June
Mereka berempat pun setuju dengan ucapan June.
"Gila, keren kali cowoknya Kak Jojo" ucap Hyunsuk
Aku pun berjalan menghampiri pelayan untuk memesan minuman. Alasan kenapa aku memesan minuman nya secara langsung karena aku bingung harus berbuat apa, aku merasa canggung di dekatnya.
Semua begitu cepat, aku harus apa? Rasanya aku belum siap berhadapan langsung dengan nya. Memang aku ingin bertemu dengannya tapi tidak secepat ini.
Laki-laki itu bernama Song Minggi, laki-laki yang sudah lama mengisi hatiku. Ada ruang tersendiri untuknya di hatiku. Dia teman sekolah ku dulu, teman semasa sekolah dasar sampai SMP. Namun pas SMP hanya beberapa bulan dia sekolah karena orang tuanya dipindah tugaskan ke luar kota.
Ketika itu, dia begitu istimewa bagiku sampai pada akhirnya aku memberanikan diri untuk mengutarakan perasaan ku. Tapi tidak ada jawaban darinya bahkan setelah kejadian itu dia mulai menjauh dariku.
Selama ini aku selalu menanti kedatangan nya. selama ini aku mencari tahu bagaimana kabarnya dan bahkan aku mencari tahu keberadaan nya.
Sebenarnya ada beberapa pertanyaan yang ingin aku tanyakan, ada beberapa hal yg ingin aku ketahui darinya.
"Kamu apa kabar?" ucap ku
__ADS_1
"Yang kamu lihat sekarang, gimana? Katanya
"Bodoh kali aku" batin ku
"Lain kali pakai baju itu jangan tipis. Lagian di luar turun hujan" ucapnya seraya memakai jaketnya
Tidak ada percakapan lagi. Aku yang terlalu larut dengan pikiran ku dan dia terlalu menikmati minuman nya
"Cantik" ucapnya
"Hah?"
"Tempat nya cantik. Aku suka, pasti ini mas Hanbin yang design" ucapnya lagi
"Udah tau nanya" gumam ku
"Apa Al?" tanya nya
"Gak papa"
"Tapi kok aku gak nampak mas Hanbin, dia kemana Jo?" ucapnya
"Dia lagi di luar kota. Ada kerjaan" ucapku
"Kamu berapa lama di sini?" ucap ku
"Entah" jawabnya seraya menaiki bahunya
"Liburan atau sekedar berkunjung" tanya ku yang penasaran
"Dua duanya" ucapnya
"Dasar aneh" batinku
"Kamu apa kabar Jo?" ucapnya
"Yang kamu lihat sekarang gimana" ucapku
"Ya kamu baik" ucapnya
"Udah tau tanya" gumam ku
"Aku boleh tanya?" ucapku
"Tanya aja Jo" jawabnya
__ADS_1
"Kenapa waktu itu kamu menghindar dariku? Apakah karena aku ungkapin rasa ke kamu makannya kamu menjauh dariku? Apa kamu malu sama ku karena aku gak secantik cewek yang kamu taksir? Terus kenapa kamu membenciku? Apa aku salah menyukaimu pada saat itu?" ucapku
Dan aku pun sukses mengutarakan pertanyaan yang selama ini aku pendam dan memang akan ku utarakan saat aku bertemu dengan nya. Apa pun jawabannya aku sudah siap mendengarnya.