Akhir Cinta Abadi

Akhir Cinta Abadi
Bab 10


__ADS_3

"Assalamualaikum" teriak seorang lelaki tinggi


"Waalaikum salam" ucap Bibi Asih


"Mbak Jojo sama Mas Hanbin mana Bi?" tanyanya


"Non Jojo belum pulang kampus. Aden Hanbin belum pulang kerja" jawab Bi Asij


"Ya Udah deh Bi, aku ke kamar aja. Mau beres-beres" jawabnya


"Mau Bibi bantuin?" Tanya Bi Asih


"Enggak usah Bi. Haru bisa kok" ujarnya


"Baik den kalau perlu sesuatu panggil Bibi ya. Bibi ada di belakang" ucap Bi Asih


"Ini udah jam 6 tapi kenapa Mbak Jojo belum pulang? Apa dia jalan sama cowok? Mas Yunhyeong kan lagi di luar kota, Mas Hanbin pasti pulang malam" monolognya


"Den, makan malam udah siap ini" ucap Bi mirna


"Iya Bi, ini Haru mau turun" ucapku


"Mbak Jojo belum pulang juga Bi?" tanyanya lagi


"Belum den" ucapnya


"Tadi pagi pergi sama siapa Bi?" tanya


"Bibi enggak tau namanya. Cuma ciri-cirinya dia tinggi, rambutnya agak gondrong gitu" ucap Bibi


"Baik Bi, aku lanjut makan aja. Bibi udah makan?" ucapnya


"Udah den" ucap Bibi


Setelah acara rapat dadakan tadi, Seonghwa mengajakku makan enggak terasa jam telah menunjukkan pukul 9 malam. kini dia mengajakku pulang. Di setiap perjalanan ada aja lawakan dia. Ini yang ku suka dari Seonghwa, dia bisa menempatkan diri dia di tempat yang beda. Terkadang dia bisa serius jika ada rapat atau menjabat sebagai ketua tapi kalau sebagai teman di orangnya humoris bahkan romantis. Kalau tau aku bilang gini pasti udahlah tingkat kegeeran bakal tinggi.


"Assalamualaikum" ucapku sambil membuka pintu. Dan betapa terkejutnya aku


"Waalaikum salam. Dari mana aja mbak?  Kenapa pulang malam?" ucapnya begitu dingin


"Mbak dari kampus terus makan" ucapku dan saat itu juga Seonghwa melangkah memasuki rumah


"Mati aku" batinku

__ADS_1


"Jo" ucapnya


"Kamu siapanya mbak Jojo?  Pacarnya? Mending putus aja jauh-jauh dari mbak Jojo" ucapnya dengan tatapan ingin membunuh


"Aku...." ucapnya terputus


"Udah sana pulang. Udah malam. Enggak usah jemput atau jumpa Mbak Jojo lagi" ucapnya begitu dingin


"Maaf ya Hwa, nanti ku jelasin" bisi ku


"Pulang ya Jo" ucapnya


"Udah sana cepat" ucap dia lagi


"Mbak udah makan?  Tadi bibi masak makanan kesukaan Mbak" ucapnya


"Meskipun Mbak udah makan, Mbak meski makan masakan Bibi karena Bibi udah masaki, mubazir kalau enggak makan" ucapnya lagi


"Iya, iya Mbak makan tapi mbak mandi dulu ya" ucapku


"Ok, ku tunggu" jawabnya


Aku memasuki kamar dan melakukan ritual mandi. Setelah itu turun ke bawah. Ku lihat dia sedang menonton acara kartun.


"Udah siap Mbak?" tanyanya


Dia pun berjalan menuju ruang makan dan menyiapkan makanan


"Ini Mbak" sambil memberi kepadaku


"Makasih Haruto" ucapku penuh senyum


Wanatabe Haruto, sepupuku. Anak dari Tante Rina. Mendengar namanya pasti kalian beranggapan dia orang Jepang. Ya, dia memang dia memang orang Jepang. Papa nya memang asli orang Jepang jadi wajarlah nama dia seperti itu.


Wanatabe Haruto, mahasiswa jurusan komunikasi tingkat 3. Dia satu kampus denganku dan juga Yunhyeong cuma beda fakultas. Badan yang tinggi menjulang dan itu daya tariknya. Sikapnya cuek dan dingin tapi bakalan peduli kalau sama keluarganya sendiri. Waktu SMA banyak perempuan yang suka sama dia tapi dia tolak semua. Dan di loker dia banyak surat dan coklat untuknya terkadang dia juga kasih ke aku atau ke yang lain


"Berapa hari disini Haru? Tanyaku


Aku memanggil dia dengan sebutan Haru. Hanya aku yang memanggil dia kayak gitu yang lain memanggil dia jadi Haruto. Dia jika bersamaku pasti manja kali beda dengan sikapnya yang cuek dan dingin.


"Sampai Papa sama Mama pulang Haru tinggal di sini. Tapi Haru gak tau kapan mereka pulang" jawabnya dengan enteng


"Emang mereka kemana?" tanyaku

__ADS_1


"Papa lagi ada bisnis di luar negeri terus Mama ikut deh, setelah itu mereka bakalan ke Jepang. Lagian di rumah Haru sendirian jadi lebih baik Haru di sini" jawabnya


Aku hanya mengangguk dan melanjutkan makan ku


"Barang-barangnya udah di rapi?" ucapku


"Udah Mbak" jawabnya


"Mas hanbin kok belum pulang Mbak?" tanya lagi


"Mas hanbin, di cafe kayaknya bentar lagi pulang" ucapku


"Mbak, malam ini Haru tidur sama Mbak ya" tanyanya


Aku hanya mengangguk. Biasanya kalau udah ke rumah pasti minta tidur bareng. Jangan berpikir aneh-aneh. Dia tidur di kasur yang berbeda. Terdengar suara mobil memasukin perkarangan rumah.


"Assalamualaikum, Bang Hanbin ganteng pulang" ucapnya


Kami berdua hanya membalas melihatnya. Setelah acara makan, kami berdua memutuskan untuk menonton.


"Eh, ada orang Jepang ke sasar" ucapnya dengan menggoda


"Ngapain disini? mau minta makan" ucap Bang Hanbin lagi


"Enggak, Haru bakalan tinggal sini" ucapnya


"Lah, kenapa udah di usir sama Tante Rina" ucap Bang Hanbin


"Enggak tau" ucapnya dengan sewot


"Jadi ngapain Haruto kalau enggak di usir" ucapnya dengan kekeh sambil menggoda


"Mbak, lihat itu Mas Hanbin" protesnya


"Bang, udah lah jangan ganggu Haru. Udah mandi sana" ucapku


"Bela aja terus" ucapnya dengan cemburu


"Udah tua loh tapi suka kali menjahili dia. gak sadar umur" ucapku


"mengganggu Haruto adalah suatu kenikmatan yang haqiqi" ujarnya


Kebiasaan Bang Hanbin kalau udah Haruto di rumah adalah menjaili Haruto bahkan dengan mengejeknya. Kalau enggak Bang Hanbin ya pasti Yunhyeong yang selalu ganggu dia.

__ADS_1


Wanatabe Haruto



__ADS_2