Akhir Cinta Abadi

Akhir Cinta Abadi
Bab 11


__ADS_3

Tok.....tok....tok...


"Masuk" ucap ku


Mbak" tanyanya


"Hemmmm" jawabku


"Mbak, udah tidur ya?" tanyanya


"Belum. Kenapa Haru?"


"Haru mau tanya, yang tadi itu siapanya Mbak? Pacarnya Mbak ya?" tanyanya


"Namanya Seonghwa, dia teman sekelas Mbak. Bukan pacar Mbak kok" ucapku dengan menyakinkan dia


Dia hanya mengangguk. Aku tau dia sangat khawatir. Semenjak kejadian itu dia lebih posesif terhadap temanku bahkan June pernah di interogasi sama dia. Dia lebih selektif, kalau dia bilang ini enggak baik untuk aku bakal turutin dalam artian tidak terlalu dekat. Apa aku marah? Jawabannya enggak, aku tau dia kayak gitu karena dia enggak mau lihat aku terluka.


"Haru sendiri udah punya pacar?" tanyaku dengan meledek dia


"Belum Mbak" jawabnya


"Haru mau jagain Mbak dulu. Mau liat Mbak bahagia dulu kalau Mbak udah bahagia dengan orang yang Mbak cintai dan orang itu tulus sama Mbak baru Haru cari pasangan, Mbak. Enggak masalah juga kalau enggak ada pasangan yang terpenting saat ini Haru bahagia. Ada Mbak, Mas Hanbin, Mas Yunhyeong sama teman Haru jadi Haru enggak merasa kesepian" ucapnya


Aku menghampirinya dan memeluk dia. Terharu dengan kata-kata dia


"Haruto, Mbak udah dewasa" gemas ku sembari mencubit pipinya


"Kalau gitu Haru ke kamar dulu ya, Mbak" ucapnya


"Malam ini Haru mau Mabar sama Mas Hanbin


Sinar Mentari menyapa dengan baiknya tidak seperti kemarin. Pagi ini matahari hadir dengan cahaya yang terang, menyapa bumi dengan sinarnya. Setelah melakukan ritual pagi tidak lupa membangunkan Haruto.


"Haru bangun, enggak ke kampus hari ini?" tanyaku


"Enggak Mbak. Hari ini enggak ada jadwal" ucapnya


"Bangun, habis itu mandi setelah itu turun sarapan" ucapku


Dia hanya mengangguk. Aku pun segera menuju dapur ternyata Bang Hanbin udah di sana.


"Tumben dia buat sarapan. Biasanya malas kali" batinku


"Bang, sehatkan?" tanyaku


"Ya sehatlah" ucapnya


"Mana Haru?  Belum bangun juga?" tanyanya


"Masih di kamar. Mungkin lagi mandi" ucapku


"Kita tunggu dia dulu, baru sarapan" ucapnya


"Jo, Abang boleh tanya?"


"Boleh. Mau tanya apa? Jangan-jangan abang udah punya pacar terus mau nikah lagi" ucapku


"Enggak, Abang masih fokus sama kerjaan. kamu sama Seonghwa pacaran?" tanyanya


Aku hanya terkekeh mendengarnya. "Ya, enggak lah kami itu temenan" jawabku

__ADS_1


Seketika mau jawab haruto datang......


"Pagi Mbak, pagi Mas" ucapnya


"Pagi" jawab kami serentak


Dia pun duduk di samping itu. Setelah menunggu dia, kami pun sibuk dengan makanan kami


"Bang, nanti Jojo mau pergi sama yoyo" ucapku


"Mau kemana mbak? Ngapain sama dia?" ucap haru dengan dingin


"Mbak ada rapat di kampus. Lagian udah janji sama dia" ucapku


"Pergi sama Haru aja. Enggak ada penolakan" ucapnya kembali


"Tapi kan Haru Mbak udah janji sama dia"


"Batalin aja" jawabnya


Aku hanya menatap Bang Hanbin sambil minta pertolongan. Bang hanbin hanya bilang turutin aja. Bukan enggak mau sama Haru segan aja batalin janji sama Seonghwa.  Ketika jarum jam menunjukkan pukul 10 aku pun bergegas dan saat itu juga bel rumah berbunyi.


"Mau cari siapa? Mau ngapain?" ucapnya datar


"Jojo ya, ada?" ucapnya


"Haru, Mbak udah siap" ucapku sambil berteriak. Ternyata saat itu juga Seonghwa datang


"Mbak Jojo pergi ke kampus samaku lebih baik pulang aja" ucapnya datar dan meninggalkan dia


"Maaf ya Hwa, kayaknya kita enggak jadi pergi bareng. Aku pergi bareng Haru" ucapku dengan menyesal


"Yaudah enggak papa" jawabnya dengan senyum


"Mbak, cepat nanti telat" teriaknya


"Iya iya. Sekali lagi maaf ya hwa"


"Sebenarnya itu cowok siapanya Jojo sih? Adik? Kayaknya Jojo nggak punya adik lah" batin Seonghwa


Aku memasuki mobil sedangkan Seonghwa mengendarai motornya dan meninggalkan perkarangan rumahku. Setelah sampai di kampus dia pun memarkirnya


"Haru kalau mau pulang, pulang aja nanti kalau udah siap rapat mbak kabari" ucapku


"Enggak. Haru ikut Mbak rapat" ucapnya


"Nanti Haru bosan nunggunya. Rapatnya lama" ucapku lagi sambil menyakinkan dia


"Enggak apa-apa. Pokoknya Haru harus nunggu mbak"


"Baik lah" ucapku


Setelah sampai di sekret. Aku berpapasan dengan Seonghwa. Sebenarnya sungkan sama dia karena tiba-tiba batali janji tapi mau gimana lagi. Seonghwa pun hanya tersenyum mungkin tau maksud ku. (Aduh bang jangan senyum nanti aku makin suka loh😊😊 #dasar author )


"Woy Jo, tumben bawa bodyguard" ucapnya siapa lagi kalau bukan junedi


Haru yang mendengar langsung menatapnya dengan tajam. Yang di tatap langsung kecar kecir


"Syukurin lu June" batinku


Rapat pun di mulai. Pembahasan kali ini tentang acara seminar dan kesepakatan yang kami buat semalam. Semuanya pada setuju dengan ide ku. Setelah semuanya setuju airin langsung membuat proposal agar langsung di tanda tanganin rektor, dekan dan ketua jurusan. Haru dimana?  Dia di sampingku selalu mengikuti kemana aku pergi. Risih? Enggak, mungkin karena udah terbiasa. Setelah proposal siap, Seonghwa langsung datang ke ruangan ketua jurusan dan dekan lalu ke rektor.

__ADS_1


"Itu siapanya si Jojo?  Ngikutin aja kemana Jojo pergi" bisik San ke June


Haru menatap mereka dengan tajam. Haru dengar apa yang mereka ucapkan. Sebenarnya dia memiliki pendengar yang tajam


"langsung dapat tatap tajam. Dengar aja dia" ucap San


"Udah lu diam aja. Mau di mangsa sama singa" ucap June


Untuk kedua kalinya Haru kembali menatap kedua orang itu dengan tatap tajam. Kali ini haru menatap mereka dengan serius dari ujung kaki sampai ujung kepala dengan intens dan yang di tatap langsung pergi.


"Haru lapar?" tanyaku


"Enggak Mbak" ucapnya dengan datar


Aku hanya mengangguk  dan paham. Setelah menunggu beberapa jam akhirnya Seonghwa datang


"Hwa, gimana dapat tanda tangan semuanya?  Ada Pak rektor? Ada pak dekan? Kita di kasih izin Hwa? Yahh enggak di kasih ya Hwa" ucap June


"Satu-satu tanya June" ucap airin dengan kesal


"Santai dong maimunah" ucapnya


Do-Yeong hanya memukulnya dengan buku. Haru yang melihat itu kekeh lihatnya


"Jangan ketawa lu" ucapnya


Dan Haru pun membalas dengan tatapan tajam


"***** tatatpnya" ucap June


"Jadi begini, proposal kita di setujui sama dekan dan ketua jurusan. Kalau rektor belum soalnya Pak Rektor enggak ada di ruangannya besok kayaknya. Jadi kita tunggu aja besok" ucap Seonghwa


"Rapat hari ini selesai. Besok kita lanjutin lagi" ucap Seonghwa


Kami pun bergegas meninggalkan ruangan. Tak terkecuali aku dan Haru.


"Pamit ya teman-teman" ucapku


Semuanya hanya mengangguk


"Haru lapar?" tanyaku


"Iya mbak, tapi kita makan di cafe aja ya" ucapnya


"Oke"


Kami pun menuju parkiran


"Itu tadi siapanya Jojo?  Kenapa nempel kali macem perangko?" tanya San


"Jangan tanya aku. Sampai sekarang aku enggak tau" ucap June


"Lu tau Seonghwa" ucapnya lagi. Dia hanya mengangguk


"Tapi kenapa Jojo dengan risih ya sama dia? Biasanya kalau cewek bakal risih kalau selalu di ikuti" ucap aryo lagi


"Positif thinking, mungkin itu adiknya" ucap rio


"Jojo kan enggak punya adik" timpal San


Semuanya pun hanya diam. June yang udah bertahun-tahun temanan sama Jojo pun enggak tau. Di banding semuanya hanya airin yang tau tapi airin hanya diam, dia malas ikut nimbrung percakapan temannya itu

__ADS_1


__ADS_2