Akhir Cinta Abadi

Akhir Cinta Abadi
Bab 4


__ADS_3

Seminggu sejak kejadian itu, Yunhyeong berubah dia lebih banyak diam dan melamun. Dan aku benci lihat dia seperti ini.


"Yunhyeong, kenapa Jo? " tanyanya dan mengambil cemilan dari ku.


"Akhh........ganggu aja sih Bang, pergi sana." kesalku


"Jawab dulu pertanyaan Abang "


"Ihhhh......ganggu ngedrakor aja. Mantan dia nikah dan dia nyanyi di acara nikahannya" jawabku dan lanjut menonton.


"Perempuan yang waktu dia bawa ke acara keluarga?  Kok bisa?  Tapi katanya dia bakal ngelamar perempuanitu" tanyanya lagi


Ini kalau bukan Abang sendiri udah ku sumpelin pakai kaos kaki

__ADS_1


"Ya, bisalah. Emang gak jodoh" jawabku asal lalu pergi ninggalin dia.


Sorenya, aku menunju rumah Yunhyeong. Rencana mengajak dia pergi dan melupakan semuanya. Aku pun memasuki rumahnya kebutalan tadi ada Ahjummanim membuka pintu. Dan aku langsung menuju kamarnya.


"Yeong, bangun" ucapku sembari mengguncang tubuhnya agar dia bangun.


"Apa sih Jo?  Ganggu orang aja" terdengar suara khas orang bangun tidur


"Bangun dan pergi mandi atau aku siram pakai air es" ancamku


'Ku tunggu 20 menit" pintaku


Setelah menunggu, akhirnya Yunhyeong keluar kami pun segera bergegas menuju tempat tujuan. Aku mengajak dia ke pantai biar dia bisa merasakan kedamaian di hatinya dan bahwasanya semuanya akan baik-baik saja. Hanya membutuhkan waktu 30 menit, akhirnya kami pun sampai ke tempat yang kami tuju. Hari ini pantai bersahabat dengan kami, suasana sepi ada pengunjung tapi hanya beberapa saja. Kami pun duduk di pinggiran sambil menikmati hamparan pasir putih dan menatap tenang lautan. Hari ini senja tidak ada, di menit berikutnya dimas menutup matanya dia membiarkan semilir angin berhembus mengenai wajahnya. Aku pun mengikutinya dan lalu....

__ADS_1


"Berat ya Jo" membuang nafas dengan kasar


"Hah?" ucapku


"Hidup ini berat ya Jo. Ada yang datang dan juga ada yang pergi. Hidup ini penuh rahasia Jo, tidak berjalan sesuai rencana kita takdir yang berbicara Jo. Hidup juga tentang perpisahan dan dari perpisahan itu mengajarkan kita arti sebuah keikhlasan. Tapi belajar ikhlas itu sulit Jo. Aku belum terbiasa dengan itu semua, beda denganmu Jo. Kayak gini ya Jo rasanya orang yang kita cintai memilih selingkuhannya dari pada kita. Aku enggak tau kalau bakalan sesakit ini. Kamu kuat ya Jo, bisa bertahan sampai saat ini. Kamu tau Jo kejadian ini seakan membuat hidupku gelap, mungkin orang berpikir "ah, ditinggal nikah aja pun. Di luar sana masih banyak perempuan" tapi aku belum terbiasa dengan semua ini. Ini seperti sebuah bom. Terkadang aku ingin menyalahkan Tuhan akan semua ini. Aku juga berpikir apa Tuhan tidak sayang kepadaku. Kapan kebahagiaan itu datang?" ucapannya


Setelah mengatakan itu tatapan dia begitu kosong tidak ada ruang yang tersisa.


"Hidup memang seperti ini Yeong. Ada yang pergi, ada juga yang menetap bahkan ada yang singgah lalu dia pergi. Hidup itu ada hitam dan juga abu-abu. Kenapa aku enggak bilang putih karena kehidupan itu rahasia hanya yang di atas yang tau. Kita itu hanya seorang tokoh dan yang di atas itu sutradara dan pembuat skenario. Kenapa aku bisa kuat dan ikhlas sampai sekarang, karena aku mempunyai orang terdekat yang selalu support ku dan tidak ninggalin aku jadi aku harus bertahan. Aku juga pernah berpikir menyalahkan Tuhan atas kejadian itu tapi aku berpikir ulang mungkin di balik kesedihan ini tuhan menyiapkan kado yang begitu Indah. Mungkin menurut kita orang itu baik tapi tidak menurut yang di atas. Ikhlas dan jalanin kehidupan ini. Kehidupan ini seperti sebuah jalan jika kau tidak tau dimana kau akan berhenti maka hidup ini sangat panjang. Kita terluka tapi kita juga yang harus mengobati bukan orang lain yang mengobati sebab kita tau luka mana yang harus di obatin. Jika ingin sembuh bangkit dan buktikan bahwa kita tidak selemah itu" ucapku


Di detik berikutnya hanya ada kesunyian dan suara semilir air. Dan akhirnya malam pun menyapa dengan tetasan air hujan


Kim Minjoo

__ADS_1



__ADS_2