Akhir Cinta Abadi

Akhir Cinta Abadi
Bab 24


__ADS_3

Malam pun semakin larut, ketiga pria ini masih berada di ruangan ICU. Setelah operasi berhasil  Alya di pindahkan ke ruang ICU. Kondisi nya masih kritis. Ketiga nya belum di izinkan masuk ke ruang tersebut. Kesedihan terpancar di mata mereka.


"Mas" isak Haru


"Mas, kasian Mbak Jojo di pakai selang kayak gitu. Udah gitu Haru takut lihat monitor jantung Mbak" tangis nya


"Pasti Mbak kesakitan pakai itu" ujarnya lagi dan saat ini dia tengah di dekapan Hanbin


"Jangan ngomong kayak gitu, Mbak mu pasti kuat. Kita banyak-banyak berdoa aja" ucap nya


"Kim Minjoo, aku yakin kamu kuat. Bangun Kim Minjoo, bangun. Kamu nggak kasian lihat Haru sedari tadi dia nangis aja. Bangun, katanya kamu mau ketemu Mingi, kalau kamu nggak bangun gimana bisa jumpa dia. Bangun Kim Minjoo" lirih nya


"Haru sama Mas pulang aja, biar Yunhyeong yang jagain nya " ujar nya


"Gak mau. Haru mau di sini nungguin Mbak" bentak nya


"Besok kamu kuliah Haru" pekik nya


"Aku bisa bolos" ketus nya


"Kamu nggak ingat, Mbak mu pernah bilang jangan suka bolos. Kalau dia tau kamu bolos pasti dia sedih. Lebih baik kamu pulang sama Mas Hanbin" ucap nya


"Mending kalian berdua aja, biar Mas yang di sini. Besok pagi kalian datang lagi" ucap Hanbin


"Tapi Mas..... "


"Udah dengerin kata Mas. Kamu besok ngampus juga kan? Lebih baik kalian pulang dan istrirahat"


Akhirnya mereka berdua pulang. Tinggal Hanbin sendiri di ruangan ini.


"Jo, bangun. Kamu tega ninggalin Mas, nanti Mas ngomong apa sama Papa" lirih nya


Sekali lagi air mata nya tumpah, runtuh sudah pertahanan dia saat ini. Sejak tadi dia mencoba kuat demi dua orang tersebut. Sambil menatap adik kesayangan nya dari luar dan seakan kenangan masa kecil nya terlintas di pikiran nya.


"Bin" ucap seseorang dari jauh


"Lu ngapain disini?" ucap nya lagi


Dia pun hanya diam. Mulut nya seakan tertutup rapat.


"Bin" bentak nya


"Gue lagi jagain adik gue" lirih nya


"Adik lu kenapa?"


"Dia habis operasi"


"Operasi apa?"


"Kanker. Dia terkena kanker otak stadium 1" lirih nya begitu sendu.


Laki-laki itu sangat terkejut mendengar nya.


"Lu udah makan?" tanya nya


Dan dia hanya menggelengkan kepala

__ADS_1


"Lu, tunggu sini jangan kemana-mana. Gue keluar dulu" ujar nya seraya meninggalkan Hanbin.


Selang berapa menit, dia kembali membawa bungkusan di tangan nya.


"Nah" sambil menyodorkan makan nan


"Gue nggak laper" ujar nya


"Tinggal makan susah amat sih" decak nya


"Udah gue bilang, gue gak laper" bentak nya


"Lu gak kasian lihat adik lu, kalau dia tau abang nya belum makan dia makin sedih" cicit nya


"Gue gak selera Bob"


Laki-laki itu bernama Kim Bobby, teman satu studio nya.


"Kalau lu gak makan nanti yang ada lu sakit terus nggak ada yang jagain adik lu" bentak nya


" kalau lu kayak gini terus yang ada adik lu marah sama lu"


"Alya koma Bob" ujar nya dengan sendu


"Gue nggak tau kenapa ini bisa nimpa adik gue. Gue gak tau harus berbuat apa. Bahkan gue belum bilang ke orang tua gue"


"Ini takdir adik lu"


"Gue sakit Bob lihat adik gue di pakai selang kayak gitu, pasti sakit Bob. Gue gak mau lihat adik gue kayak gitu Bob, hati gue sakit Bob" ujar nya


"Ini lah jalan kehidupan, kita nggak tau apa yang akan terjadi. Kita tidak bisa merubah takdir tapi kita bisa merubah nasib. Mungkin ini udah jalan adik lu. Yang dia butuhkan saat ini adalah semangat dari orang terdekat nya. She is need you, dia butuh lu, dia butuh genggam lu, pelukan lu dan semangat dari lu. Kalau lu rapuh kayak gini, dia juga bakalan rapuh. Ingat masih ada orang tua lu yang belum tau kabar ini. You must be strong" ujar nya


Hari ini tepat, hari ke tiga Alya belum bangun dari koma nya. Hari ini mereka bertiga masih setia menunggu dia bangun.


Di rumah


"Assalamualaikum" ucap pria paruh baya


"Waalaikum salam" ucap Bibi sambil membuka pintu


"Eh Tuan dan Nyonya" ujar nya


"Anak-anak mana Bi?" tanya wanita paruh baya.


"Anu tuan......anu" ucap nya dengan terbata-bata


"Kenapa Bi?"


"Hemmmmm....den Hanbin dari seminggu yang lalu di rumah sakit nyonya" ucap nya


"Apa?" ucap nya dengan begitu kaget.


"Hanbin kenapa Bi?" tanya pria itu


"Bukan Hanbin tuan tapi..... Non Jojo?" ujar nya


"Jojo kenapa Bi?" tanya nya dengan penuh penekanan

__ADS_1


"Non Jojo mengidap penyakit kanker otak tuan.  3 hari yang lalu dia di operasi tapi keadaan nya masih kritis tuan" ucap nya


Bagaikan petir di pagi hari. Kedua orang tua tersebut langsung terduduk lemas.


"Rumah sakit mana Bi?" tanya nya


"Rumah sakit keluarga Tuan"


Mereka pun langsung keluar lagi untuk menuju ke rumah sakit.


"Permisi, pasien bernama Kim Minjoodimana ruangannya?" ujar nya


"Dia berada di ruangan ICU pak, nanti bapak lurus aja"


Mereka pun dengan pun berlalu dengan tergesa-gesa dan lupa bilang terima kasih ke perawat tersebut.


"Hanbin" ucap wanita tersebut


Hanbin pun kaget dengan ke datangan orang tua nya. Dia pun menghampiri mereka dan terduduk di bawah


"Maafin Hanbin Papa, Mama" ujar nya


Yunhyeong dan Haru yang berada di situ hanya terdiam


"Maafin Hanbin yang gak bilang ke Papa sama Mama. Maafin Hanbin yang nggak becus jagain Jojo. Papa boleh marah sama Hanbin. Papa boleh pukul Hanbin, pukul Pa, pukul Pa" tangis nya


Yunhyeong dan Haru yang melihat itu semua ikut merasakan kesedihan. Sang ibu yang mendengar anak nya menangis kini memeluk nya dengan erat dan tak kuasa menahan tangis nya.


"Kamu nggak salah, Papa sama Mama yang salah yang gak memperhatikan kalian. Maafin kami ya nak" ujar sang ibu


"Kim Minjoo, bangun nak. Ini Papa, Jojo nggak kangen sama Papa. Papa ada bawain oleh-oleh ini, biasanya kalau Papa pulang dari mana kamu selalu minta di belikan barang, ini Papa bawain. Kamu bangun ya" lirih nya


"Maafin Papa yang nggak bisa jadi Papa terbaik untuk kalian" ucap nya dalam hati


Kesedihan meliputi keluarga ini. Mereka menyalahkan diri Mereka masing-masing.


Ketika itu juga seorang suster keluar dari ruangan nya dan memanggil dokter.


"Tolong panggilkan dokter Wooyoung" ucapnya


"Tapi kenapa?" tanya Yunhyeong


"Cepat" bentak nya


Di detik itu juga Yunhyeong berlari menuju ruangan Mas nya. Beruntung Mas nya ada di ruangan. Mendengar penuturan Dimas, mereka berdua berlari menuju ruangan ICU.


"Kenapa sus?" tanya nya


"Keadaan pasien sangat melemah bahkan detak jantung sangat lambat" cicit nya


Mereka semua terkejut mendengar nya.


"Dok, cepat keadaan pasien semakin melemah" ujar sang suster


"Pah, gimana ini dengan anak kita. Mama takut Pa" ujar sang istri


Ke empat lelaki itu hanya terdiam. Papa nya yang sedari tadi menahan tangis nya, hati nya begitu perih. Hanbin yang sudah menangis tersedu-sedu, kini pecah lagi tangisan nya. Begitu juga dengan Hanbin dia tak kuasa menahan itu semua. Dimas, menangis air mata nya tak dapat dia bendung lagi, runtuh sudah pertahanan dia selama ini.

__ADS_1


"Hei, Kim Minjoo kamu harus kuat. Aku yakin kamu bisa melewati ini semua" ucap Yunhyeong dalam hati


__ADS_2