
Beberapa hari ini hujan sedang gencar-gencarnya turun ke bumi. Pagi ini aku harus bergegas menuju kampus karena mata kuliah pertama di mulai pukul setengah delapan dan aku harus bergegas di karenakan dosen yang masuk di jam berapa sangat kejam. Dengan cepat aku bergegas meninggalkan kasur lalu menuju kamar mandi. Setelah itu bergegas turun ke bawah.
"Pagi Bi" sapaku sambil mengambil gelas
"Pagi non" ucapnya
"Bi, hari ini sarapan apa?" tanyaku
"Nasi goreng ayam" sambil mempersiapkan makanan dan aku pun langsung mengambil makanan. Setelah itu aku dengan cepat melahap makanan dan segera keluar rumah
"Bi Asih, Jojo pergi dulu ya. Bilang sama Oppa Jojo pakai mobilnya" ucapku dengan terburu-buru
"Iya, hati-hati di jalan, jangan ngebut bawa mobilnya" Ucap bi Asih
Aku hanya mengacungkan jempol. Orang tua ku masih berada di rumah nenek sedangkan abangnya, dia masih tidur. Sepertinya tadi malam dia habis menyelesaikan lagunya.
Setiba di kampus, aku bergegas menuju ruangan kalau telat tamatlah riwayatku. Aduh, dosen satu ini banyak kali peraturannya kalau kita telat aja dia enggak segan segan kasih tugas yang begitu banyak.
"Pagi Hwa" duduk di sampingnya
"Pagi Jo" sapanya
"Dimana June? masih galau dia masalah kemarin sampai lupa ada mata kuliah hari ini" ucapnya lagi
Tiba-tiba orang yang di bicarakan udah datang
"Pagi semuanya" ucapnya dia dengan penuh senyuman
"Sehat lu June?" tanya Seonghwa dengan heran
"Iya sehatlah, awalin pagi ini dengan senyuman" ucapnya
Kami berdua hanya saling tatapan merasa heran dengan sikapnya. Semua mahasiswa langsung duduk di bangkunya masing-masing. Kelas pun di mulai. Akhirnya tepat pukul 2 siang kelas berakhir.
Hari ini ada jadwal rapat klub. Aku, June dan Seonghwa bagian dari HMJ tersebut. Seonghwa menjabat sebagai ketua, June wakil dan sedangkan aku bendahara. Hari ini agenda rapat tentang program HMJ dan pengrekrutan anggota baru. Kebetulan rapat di mulai sekitar satu jam lagi dan masih banyak yang belum datang, jadi aku menyibukkan untuk nonton drakor.
"Awas lah June, ganggu orang aja" omelku
"Drakor aja yang di lihat. Kapan fokus cari cowok Jo?" ucapnya
"Mau kencan buta gak?" tanya nya
__ADS_1
"Enggak ada ngaruhnya" kesal lihatnya
"Ya adalah" jawabnya
"Kenapa harus fokus cari cowok sedangkan cowok yang di fokuskan aja enggak peka" bukan aku yang jawab melainkan Do-Yeong yang sedang duduk disebelahku
"Skamat june" batin ku
"Makannya di kasih kode lah biar tau" ucapnya dengan santai
"Udah di kasih kode tapi dia tetap enggak peka. Terus salah siapa? Lebih baik suka sama artis korea meskipun tau bakalan sakit tapi kita tau, dari pada mencintai orang tapi dianya enggak peka padahal udah di kasih kode"ucap Yeong
"Mati si June" batin Seonghwa
"Lu kali yang kurang kasih perhatian ke dia" ucapnya lagi
"Parah si June ini udah di kode masih aja enggak peka" batin San
Ya, sebagaian anak klub pada tau kalau Kim Do Yeong suka sama June tapi manusia satu itu aja enggak pekaan orangnya.
"Udah di kasih perhatian, udah di kodei tetap aja dianya enggak peka Ko Jun-Hoe" ucapnya dengan sewot
Akhirnya Seonghwa memutuskan untuk menghentikannya jika masih berlanjut perdebatan ini enggak bakalan ada siap. Seonghwa memulai membuka rapat tersebut. Tepat pukul 5 sore akhirnya rapat selesai dan memutuskan akan mengadakan seminar tahun ini.
"Mau makan dulu enggak Jo?" tanya Seonghwa
"Maaf ya Hwa. Aku mau jalan sama Do-Yeong" jawabku
"Tolong kami jangan di ganggu. Soalnya kami mau girls time" ucapnya
"Yaudah enggak usah sewot gitu" ucap June dengan sewot
"Berantem lagi ini" bantin kami berdua. Akhirnya kami berdua saling menarik mereka. Aku menarik Do-Yeong sedangkan Seonghwa menarik June. Dan juga berlalu menuju parkiran.
"Kita mau kemana nih Yeong?" tanyaku
"Nonton, makan, atau ke cafe ku" tanyaku lagi
"Ke pantai aja gimana Jo? Aku butuh ketenangan lagian udah lama enggak lihat ke sana" jawabnya
Aku hanya mengangguk. Setelah itu kami menuju tempat tersebut. Kami berdua mempunyai kesamaan. Entah itu takdir atau gimana. Kami berdua sama sama suka senja dan pencinta drakor. Biasanya kalau salah satu dari kami nginap pasti kami bakalan maraton lihat drakor.
__ADS_1
Akhirnya kami sampai ke tempat yang kami tuju. Ketenangan dan suara dentuman ombak menyambut kami. Kami pun segera mencari tempat
"Sebel tau Jo lihat June" ucapnya
"Sebel-sebel gitu kamu suka kan Yeong" godaku
"Apaan sih Jo" ucapnya
"Jujur masih ada rasa kan sama dia?" tanya ku sambil menggoda dia lagi
"Iya aku masih suka sama dia. Rasanya aku ingin bilang sama dia kalau aku suka sama dia hanya saja...." mendengus nafas dengan kasar
"Hanya saja apa Yeong?" tanyaku dengan penasaran
"Aku takut untuk bilang sama dia al. Aku takut kejadian yang lalu itu terulang lagi" ucapanya
"Kejadian apa?" tanyaku
"Waktu dulu aku pernah ungkapi perasaan sama seseorang. Kami sangat dekat bahkan kalau orang lain lihat kami kayak pacaran. Entah dapat keberanian darimana aku ungkapin rasa ke dia dan juga aku di tolak. Semenjak itu aku sama dia enggak akrab lagi. Malahan sekarang dia menjauh dari ku. Setiap kami ngumpul atau ada acara reunian dia selalu menghindar. Pernah pas kami ngumpul sengaja aku datang duluan cuma memastikan dia datang atau enggak. Aku sengaja duduk di meja lain untuk lihat dia sekitar 30 menit dia akhirnya datang dan saat itu juga aku menghampiri mereka. Dan kamu tau Jo? Ucapnya terputus
"Kenapa?" tanyaku
"Di saat itu juga dia pergi" jawabnya sambil menunduk
"Serius Jo. Di saat itu aku merutuk kesalahan ku. Apa salah ungkapin rasa sama orang? Aku berpikir keras di situ" ucapnya
"Setelah itu" tanya ku lagi.
"Aku minta tolong sama temanku untuk minta jumpa sama dia sambil memohon-mohon akhirnya dia mau. Kami janji jumpa di taman. Kamu tau al aku bilang apa" tanya
"Kamu bilang apa?" tanya ku yang begitu antusias
"Aku bilang "aku minta maaf kalau udah lancang ungkapin rasa ke kamu. Seharusnya aku enggak kayak gitu, silahkan kalau kamu membenciku yang terpenting aku lega udah ungkapin rasaku selama ini" itu yang aku bilang sama dia. Kalau boleh bilang aku tau aja June suka sama Saejong dan saat ini juga dia udah ada pasangan bisa aja aku ambil kesempatan untuk ungkapin rasa sama dia tapi aku lihat ke belakang, aku takut masa lalu terulang kembali lagi. Biarkan seperti ini aja meskipun setiap hari aku berantem sama june tapi enggak papa" ucapnya
"Aku enggak mau pertemanan ku rusak lagi hanya gara-gara ini" ucapnya lagi
Aku cuma bisa mendengarnya tanpa kasih solusi. Aku tau yang dia butuhkan bukan solusi yang dia butuhkan hanya seorang pendengar. Selesai dengan ceritanya kami menatap ke depan. Hari ini bukan aku aja yang mendengar kisahnya tapi senja juga. Mungkin karena ke asikan dengerin dia cerita enggak sadar senja datang.
"Aku jatuh Cinta dengan seseorang tanpa sepengetahuan mereka, terhanyut dalam emosi sendiri dan memutuskannya di benakku. Kamu tidak tahu betapa hematnya itu. Tidak perlu mengeluarkan uang dan aku tidak pernah di campakkan" ucapku
"Curang kamu al, itu kata-kata di romantic teacher doctor" kekehnya
__ADS_1
Kami pun terhanyut dalam keindahan senja. Kalau boleh berharap "senja izinkan aku untuk bertemu dengan sekali saja"