
"Mbak, mau kemana?" tanyanya
"Mbak mau ke kampus" ucapku
"Mbak udah sembuh?"
"Udah agak mendingan, enggak kayak kemarin"
"Mbak pergi dulu ya Haru udah telat ini. Mbak udah buat sarapan, jangan lupa di makan terus bangunin mas mu kayaknya semalam dia habis nangis. Mbak pergi dulu ya" ucapku segera bergegas menuju garasi rumah. Aku pun langsung pergi meninggalkan rumah menuju kampus.
"Mbak mu mana Haru?" tanya Yunhyeong yang kini tengah berjalan menujunya
"Udah ke kampus mas" ucapnya
"Tenang, katanya kakinya udah agak mendingan" ucapnya sembari menyakinkan
"Ya udah yok mas kita makan. Haru udah lapar ini"
Mereka pun berjalan menuju meja makan dan sembari menikmati sarapan pagi.
"Mas, maaf ya" ujarnya
"Maaf kenapa?"tanyanya heran
"Gara-gara tadi malam Haru cerita masa lalu mas"
"Lah, emang mas nangis?" tanyanya
"Kata mbak Jojo, mas nangis"
"Enggak kok, bohong mbak mu itu"
"Dasar Jojo" batinnya
"Dasar pembohong" batin Haru
"Cepat habisin makanannya" perintah Yunhyeong
Sorenya di Cafe
"Mas, kamu sama Haru" tanyanya di seberang telepon
"Iya, kami di cafe. Dia lagi ngumpul sama temannya"
"Di sini juga ada Dongi. Buruan ke sini" ucapnya
"Siap mata kuliah ini selesai aku langsung ke sana, sama yang lainnya juga. Oke aku tutup dulu ya" ucap Jojo
"Oke, hati-hati di jalan" ucapnya seraya mematikan teleponnya
"Jojo, Yeong?" tanya Dongi
"Iya"
"Tapi kaki dia lagi sakit kok ke kampus sih" ucapnya
"Macem gak tau Jojo aja kalau di kekang malahan dia makin berontak"
"Iya juga"
setelah satu jam akhirnya Aku dan yang lainnya sampai di cafe.
"Jo, kenapa datang ke kampus hari ini seharusnya kamu istirahat di rumah" ucap Dongi
"Ya Allah Dongi, aku baru nyampek dan kamu malah marah marah gak jelas" Kekeh ku
"Jojo" geramnya
"Marahin aja mbak Jojo Bang Dongi, bandel kalau di bilangin" sambung Haru
"Serius deh, ini udah gak papa. Lagian aku gak jalan pincang lagi kok" bela ku
"Kamu kemana aja Haru? Mbak telpon kok gak di angkat" ucapku
"Maaf mbak, handphone Haru di silence jadi gak denger"
"Mbak kata mas Yunhyeong dia gak nangis kok" bisik nya
"Tapi Haru rasa dia bohong" lanjutnya
__ADS_1
"Memang dia bohong, lihat tuh matanya kayak habis nangis kan?" ucapku
"Iya mbak"
"Kalian bisik apa?" tanya Seonghwa
"Kepo kali" ucap Haru dengan ketus
"Sabar Hwa" batinnya
Malam telah datang dan cafe semakin rame. Meskipun keramaian ini ada teman-teman kami semua. Kini teman Haru tengah berjalan menuju panggung kecil di sudut cafe, Jeongwoo berencana menyanyikan sebuah lagu.
"Lah tumben si Jeongwoo mau nyanyi" ucap Yedam
"Lagi patah hati mungkin" celetuk Jihoon
*Everybody loves the things you do
From the way you talk
To the way you move
Everybody here is watching you
'Cause you feel like home
You're like a dream come true
But if by chance you're here alone
Can I have a moment
Before I go?
'Cause I've been by myself all night long
Hoping you're someone I used to know
You look like a movie
You sound like a song
Of when we were young
Let me photograph you in this light
In case it is the last time
That we might be exactly like we were
Before we realized
We were sad of getting old
It made us restless
It was just like a movie
It was just like a song*
Adele ~ When we are young
"Gila suara Jeongwoo, merdu kali" ucapku
"Udah gitu nyanyiannya dari hati pula itu jadi orang yang gak tau artinya tapi tau karena ekspresinya dapat dan pembawaannya dapat" ujar Do-Yeong
"Udah macem pengamat musik aja kalian berdua" timpal June
"Ini kalau di latih lagi suaranya bisa dia ini jadi penyanyi hebat" ujar Do-Yeong
"Kamu belum lihat kalau Yedam nyanyi deh Do-Yeong. Suara Yedam itu hampir mirip kayak Justin Bieber" ucapku
"Iya, belum lagi kalau. Yedam, Jeongwoo, Jihoon, Mashiho sama Junkyu nyanyi. Widih pecah sudah" ucap ku penuh dengan semangat
"Kapan-kapan aku suruh mereka nyanyi ya" ujarku
"Jeongwoo" panggilannya. Jeongwoo pun berjalan menujunya
"Kamu ada les vocal ya?" tanyanya
__ADS_1
"Ada kak"
"Pantes, suara kamu itu bagus kalau makin di latih lagi kakak jamin ada produser yang akan minta kamu nyanyi"
"Mana ada, suara Jeongwoo masih kali sama Yedam" ucapnya
"Kamu ini"
"Kalau gitu Jeongwoo ke teman-teman dulu ya kak" ucapnya dengan sopan
"Kalau gue ada adik cewek udah gue jodohin dia sama adik gue" ucapnya
"Heh, lu kira ini zaman Siti Nurbaya" ucap June
"Bising lu Jun"
"Bentar ya guys, aku samperin Yunhyeong dulu" ucapku
"Yunhyeong" panggilku
"Apa Jo?" ucapnya
"Kamu kenapa?" tanya ku. Kini kami tengah berada di taman cafe.
"Aku gak papa" ucapnya
"Jangan bohong deh"
"Kalau ada masalah itu cerita" ucapku
"Hufffttt.." Terdengar suara hembusan nafas
"Ternyata selama ini Haru tau" ucapnya
"Tau apa?" ucapku dengan penasaran
"Semalam dia bilang kalau dia pernah nampak mantan ku sama selingkuhan" ucapnya
"Serius?" dengan ketidak percayaan
"Iya, awalnya dia gak percaya tapi setelah pertemuan ke dua, dia yakin kalau itu selingkuhan"
"Tapi Kenapa Haru gak bilang ke kita" ucapku
"Dia takut kalau aku gak percaya sama dia makannya selama ini dia diam aja"
"Iya lah dia gak ngomong, kamu kan bucin kali sama mantan kamu. Mana ada cewek yang tega jauhin pacarnya sama keluarga sendiri bahkan sepupunya sendiri" ujar ku
"Kok kamu ngomong gitu Jo"
"Kamu gak ingat. Pas kita mau pergi ke rumah Eyang. Eyang suruh kita kumpul di rumahnya karena Eyang kangen sama kita tapi kamu gak ikut sama kami malah milih pergi sama mantan kamu itu. Jujur di situ Eyang sedih tau kamu gak datang dan aku juga marah sama kamu" sambung ku
"Pas tau kamu gak jadi ngelamar mantan mu. Di situ aku senang kali karena aku tau dia itu gak baik untukmu. Makannya pas aku tau kamu itu galau karena dia, aku itu marah kali"
"Sebenarnya Haru juga kayak gitu, marah sama kamu. Kenapa mesti galau kali? Tapi dia gak pernah nunjukin amarahnya ke kamu. Malahan dia mau jodohi kamu sama kakak temannya"
"Ternyata anak itu so sweet juga" Kekeh Yunhyeong
"Tapi kamu kok tau aku nangis Jo?" tanyanya heran
"Aku lihat kamu dari balkon kamarku terus aku lihat kamu terisak gitu" ucapku
"Sebenarnya aku mau samperin cuma aku lagi malas aja turun ke bawa" ucap ku dengan santai
"Dasar kamu"
"Udah yok masuk kayaknya mau hujan ini" ucapnya
Kami pun berjalan menuju cafe. Tiba-tiba....
"Hai Jo, masih ingat sama ku. Aku Minggi, Song Minggi" ucapnya seraya tersenyum
Mendengar itu, bagaikan sebuah petir datang di malam hari. Benar aja saat dia nyebut kan namanya hujan turun dengan deras.
Buat kalian yang baca cerita ini. Terima kasih sudah membacanya. Semoga enggak bosan.
Selamat menikmati, jangan lupa like komen dan rate-nya ya
Enjoy to read and thank you ☺️
__ADS_1