
Laki-laki itu tengah menatap sebuah tempat, tempat dimana dia sangat membenci nya. Tampak ada nanar kesedihan di mata nya. Mungkin kesedihan yang teramat dalam untuk nya. Memandangi tempat itu dengan kerinduan. Seminggu yang lalu dia di tinggal pergi orang yang begitu dia cintai pergi selama-lamanya. Tidak ada air mata di sana tapi siapa yang tau sebenarnya dia menangis dalam diam. Jika di dunia ini ada permintaan, dia ingin minta kepada sang pencipta berikan dia waktu sedikit lagi untuk membahagiakan nya.
Kematian itu begitu rahasia, tidak ada satu pun manusia yang tau.
Flashback
Setelah kejadian di cafe, kondisi Jojo makin lama makin melemah. Itu di karena kan tubuh nya gak kuat menahan kemoterapi yang di lakukan selama ini. Hari demi hari telah berlalu, setiap hari nya tubuh nya lemah. Melihat itu semua orang tersayang nya begitu sedih. Tak terkecuali Seonghwa, Saat ini dia tengah menjaganya.
"Soenghwa"panggil nya dengan suara pelan
"Apa Jo, kamu mau apa?" ucapnya
"Aku gak mau apa-apa tapi aku boleh minta satu permintaan sebelum aku pergi" ucapnya
"Jangankan satu, semua bakal ku kasih ke kamu. Kamu mesti janji Al sama ku, kamu harus sembuh" paparnya
"Apa yang kamu mau?" timpalnya lagi
"Aku cuma pengen nanti malam kamu datang lagi tapi bawa gitar. Aku mau lihat kamu main gitar untuk terakhir kali nya" ucapnya
"Kok kamu ngomong gitu. Aku yakin kamu pasti sembuh" ucapnya dengan marah
"Kalau sang pencipta berkehendak lain gimana? Kematian gak ada yang tau. Please, kabulkan permintaan ku, terkahir kali nya"
"Iya, aku bakalan kabulkan"
"Aku pulang dulu ya. Kamu tidur ya" ucap Seonghwa seraya mengecup keningnya
"Makasih ya" jawabnya sembari tersenyum
"Mungkin ini senyum terakhir ku untuk mu" batin nya
"Mungkin ini senyum terakhir yang kamu ukir dengan indah" batin Seonghwa
Sebenarnya sejak dari tadi dia nahan air mata nya untuk nggak jatuh. Hati dia menangis
Malam hari nya sesuai permintaannya, kini mereka sedang berada di taman rumah sakit. Malam ini begitu indah, langit malam yang kini sedang di taburi beberapa bintang dan cahaya bulan yang begitu sempurna.
"Malam ini indah ya Seonghwa. Baru kali ini aku melihat nya. Kalau pun aku harus pergi malam ini, aku gak akan pernah kecewa. Karena malam ini, malam yang begitu indah" paparnya
Mendengar hal itu dia hanya menahan rasa sakit di dada nya
"Iya Kim Minjoo" ucapnya dengan senyum tipis di wajah nya
Dia pun mulai bermain dengan gitar nya kali. Kali ini dia bakalan nyanyi lagu Adele~when we were young.
Every body loves the things you do
__ADS_1
From the way you talk
To the way you move
Everybody here is watching you
Cause tou feel like home
You're like a dream come true
But if by chance you're here alone
Can i have a moment
Before I go
Cause I've been by myself all night long
Hoping you're someone I used to know
You look like a movie
You sound like a song
My god, this reminds me
Let me photograph you in this light
In case it is the last time
That we might be exactly like
We were before we realized
We were sad of getting old
It made us restless
It was just like a movie
It was just like a song
Malam yang begitu sempurna untuknya. Malam ini dia di temanin dengan beberapa Bintang dan cahaya rembulan dan juga orang yang dia cintai kini tengah menyanyikan sebuah lagu bahkan petikan gitar nya begitu indah. Dia pun bersandar di pundak Seonghwa, mungkin ini terakhir kali nya. Sebuah kenangan yang gak bakalan di lupakan oleh keduanya.
Setelah kegiatan itu, mereka berdua masuk ke dalam rumah sakit karena udara malam yang begitu sejuk dan di tambah dengan suara petir.
"kamu istrirahat ya" ucapnya
__ADS_1
"Makasih ya dan aku juga minta maaf" ucapnya
"Sama-sama dan kamu gak perlu minta maaf"
"Aku panggil suster dulu ya, soalnya kamu kan mau tidur"
"Gak usah. Kamu di sini dulu ya, aku boleh gak genggam tangan mu" ujarnya seraya menggenggam tangan nya
"Seonghwa, jika ini waktu nya aku pergi. Aku merasa sangat bahagia. Bahagia karena kamu ada di sisi ku selama ini dan maaf kalau selama ini aku selalu merepotkan mu"
"Terima kasih sudah nemanin ku di saat terakhir ini. Yang selalu ada buat ku, yang selalu buat ku tersenyum. Jika aku pergi, aku gak mau lihat kamu menangis. Aku hanya ingin melihat mu bahagia"
"Bagaimana bisa aku bahagia saat melihat mu pergi" batinnya
"Tersenyum lah. Ku harap kamu bisa menemukan kebahagiaan mu. Terima kasih sudah melukiskan kenangan begitu indah di hidup ku. Pertemuan kita gak akan aku lupa dan perpisahan kita juga gak akan aku lupa. Aku tidur ya, selamat malam dan selamat tinggal" ucapnya
Kini dia memejamkan matanya sambil menggenggam erat tangan Seonghwa, seperti nya dia gak ingin melepas nya. Bahkan di hembusan nafas terakhir nya dia masih tetap memegang tangan nya. Di menit berikut nya monitor jantung berubah menjadi garis lurus. dia menghembuskan nafas terakhir nya. Sebenarnya semua orang terdekat sejak dari tadi ada di samping tapi entah kenapa malam ini dia ingin bersama orang yang di cintai. Bahkan kepergian nya di sambut dengan suara deras nya hujan.
Kedua orang itu nya tak berhenti menangis, begitu juga Haru dan Hanbin, San, Hong Jong, June dan Do-Yeong pun sama menangis nya. Rasa kehilangan sahabat baik nya begitu teramat pedih. Tapi lain halnya dengan ketiga laki-laki ini, Yunhyeong, Dongi bahkan Seonghwa tidak menampakkan air mata nya, kesedihan yang mereka tunjukan tapi hati mereka yang nangis.
****
Laki-laki yang sedang berdiri di tempat tadi. Kini dia tengah berada di makam Kim Minjoo. Untuk pertama kali nya, dia menangis di pusaran. Tangisan yang dia pendam selama ini kini pecah sudah. Dia tak bisa menahan nya lagi dan gak bisa tepatin janji untuk tidak nangis. Sesibuk apa pun dia, dia bakalan kunjungi seminggu 2 kali. Seperti saat ini
"Kim Minjoo, apa kabar? Aku rindu. Maaf aku gak bisa tersenyum bahagia saat ini. Gimana bisa aku tersenyum bahagia di saat kamu orang yang ku cintai kini pergi untuk selama-lamanya. Aku gak bisa. Kamu tau betapa rapuh nya aku ketika kamu pergi. Bukan aku aja, Haru juga beberapa hari ini dia mengurung diri di kamar. June juga sama, bahkan dia beberapa hari ini gak ke kampus. Mereka masih syok sedangkan aku, aku juga seperti itu. Kalau bukan karena janji ku, aku bakalan tidak datang ke makam mu, aku belum siap untuk keluar. Jujur aku masih belum bisa melepas kepergiaan mu" ujarnya. Saat ini air mata nya sudah tak terbendung lagi
Kenapa kamu pergi begitu cepat? Padahal aku belum sepenuh nya buat kamu bahagia. Setiap hari aku mengingat hari hari bersama mu. Rasa nya ini seperti mimpi. Maaf, untuk melupakan mu aku belum bisa bahkan aku tidak berencana melupakan mu. Meskipun kita tidak bisa bersama, setidaknya kamu di ciptakan hanya untuk ku"
Ada jeda sedikit yang di buat untuk melanjutkan kalimat nya. Air mata nya tak kunjung berhenti. Sebenarnya dia begitu rapuh, kesedihan yang selama ini dia simpan, hari ini di tumpah kan saat ini juga.
"Kim Minjoo, setiap moment bersama mu begitu jelas terekam di memori ku"
"Aku pamit pulang ya. Lusa aku bakal ke sini lagi. Selamat tinggal dan sampai jumpa Kim Minjoo" ucap Seonghwa seraya bangkit
Dan juga dia tidak lupa meletakkan bunga kesukaannya, yaitu Mawar Ungu.
Setiap pertemuan ada perpisahan. Pertemuan mengajarkan kita kebahagiaan dan sedangkan perpisahan mengajarkan kita keikhlasan.
Hai readers kuu, aku kembali update lagi. ini bab terakhir di cerita ini.
Nah, jadi cerita "Akhir Cinta Abadi" telah selesai. Oh ya, sebagai ganti nya aku bakalan buat cerita baru lagi. Di tunggu ya.
Happy reading my readers, jangan lupa like, komen dan rate. Selamat menikmati. Aku tunggu ya kalian di cerita ku selanjutnya
Bye bye
Annyeong
__ADS_1