Akhir Cinta Abadi

Akhir Cinta Abadi
Bab 28


__ADS_3

"Gimana tadi Seonghwa?" tanya Dongi


"Ya, nggak gimana" ujar nya


"Gue serius bambang" kesel nya


"Sama sama mencintai tapi


"Tapi apa?" potong nya


"Dia ternyata cinta sama gue tapi rasa dia ke Song Mingi masih ada lagi semenjak tuh orang datang lagi" kesel nya


"Kalau dia nggak datang kan, gue bisa sama Kim Minjoo" ucap nya


"Jalan cinta seseorang itu berbeda-beda, nggak ada yang sama. Setiap orang punya jalan nya masing-masing"


"Iya gue tau. Gue akan berusaha buat dia cinta lagi sama gue. Gue bakal rebut dia dari tangan laki-laki itu"


"Bersaing lah secara sehat, jangan pakai otot tapi pakai otak sama pikiran. Kalau pun nanti lu nggak bisa bersama dia, lu tetap harus jadi temannya. Kita nggak tau takdir kita. Kalau kalian di takdir kan hanya sebatas teman, kalian harus terima dan ikhlas"


"Kalau pun nggak di takdirkan berjodoh setidaknya aku bisa buat dia tersenyum bahagia"


"Dongi" panggil nya


"Apa?" sambil menyeruput minuman nya


Kini mereka berdua tengah berada di cafe.


"Gue mau nanya sesuatu sama lu" ujar nya


"Tanya aja kali"


"Gue mau tanya tentang cewek lu itu. Gimana awal cerita nya?" tanya nya


"Dia teman gue waktu SMA. Nah, tahun lalu kami itu reunian singkat ceritanya gue jumpa sama dia. Selang berapa hari dari acara itu, dia minta jumpa sama gue, ya udah jumpa lah kami. Di situ lah dia mulai ungkapin perasaan dia selama ini ke gue. Awal nya gue terkejut denger nya tapi emang gue nggak suka sama dia ya udah gue biasa aja. Semenjak kejadian itu, dia mulai aktif chat gue, ya gue risih lah terus gue minta sama dia buat nggak gangguan hidup gue. Dia ikutin semua mau gue, sehari atau tiga hari ya, dia minta ketemuan, ya udah dia minta maaf dan janji nggak akan ganggu gue lagi. Ya, otomatis gue senang lah.


Ada ruang penyesalan saat itu. Dia pun menghela nafas nya untuk melanjutkan cerita nya. Ada raut kesedihan di sana.


"Sebulan kemudian gue dapat kabar kalau dia pergi untuk selama lamanya. Awal nya gue biasa aja karena memang rasa itu nggak ada tapi waktu gue jumpa sama orang tua nya, dia kasih gue buku diary punya dia. Gue baca dan betapa bodoh nya gue. Gue baru sadar kalau dia benar-benar tulus cinta sama gue" ujar nya


"Emang apa isi ya?" tanya Yoyo


"Isi nya, awal kami jumpa. Kami jumpa pas MOS kebetulan gue satu kelompok sama dia. Pokok nya isi nya tentang gue semua. Di situ gue hancur sehancur nya. Dan saat itu juga gue baru sadar gue suka sama dia. Rasa penyesalan gue kembali muncul"


"Penyesalan memang selalu datang terlambat dan gue rasa itu hukuman buat gue yang udah sia-sia in orang yang begitu tulus sama gue" ucapnya

__ADS_1


Suasana hening kembali lagi


"Kalau lu suka sama orang ungkapin jangan sampai menyesal di kehidupan ini. Kita hidup sekali tapi rasa penyesalan itu datang berkali-kali. Jangan pikirkan jawaban dia tapi pikirkan perasaan lu ke dia kalau " rasa sama lu, itu bonus yang pencipta berikan. Kehidupan itu nggak ada yang abadi, jangan sampai kisah gue terulang lagi sama orang lain. Cukup gue aja yang ngerasain" paparnya


**


"Yunhyeong, Mingi kemana? Kok nggak kirim surat atau nelpon?" tanya ku


"Aku gak tau Jo" ucap nya dengan gugup


"Kamu nggak nyembunyikan sesuatu kan Song Yunhyeong?" tanya ku lagi


"Enggak ada Kim Minjoo" sambil membereskan pakaian


Hari ini, dia sudah di perbolehkan pulang.


"Ayok Jojo, Haru udah nunggu itu" ujar nya


Kami pun berjalan menelusuri lorong-lorong rumah sakit.


"Kamu serius gak ada sembunyikan sesuatu dari ku kan?" selidik ku


"Nggak ada" jawab nya


Kami pun tiba di parkiran


"Kenapa rupanya?" ketus ku


"Gak apa-apa" kekeh Haru


Di perjalanan hanya sepi yang menghampiri mereka. Dia dengan pikiran nya, Yunhyeong pun sama sedangkan Haru fokus mengemudi.


Keesokan hari nya, seperti biasa dia mulai menjalankan aktivitas nya. Hari ini dia ke kampus.


"Eh ada putri tidur baru datang" ledek June


"Plaakk" memukul kepala June


"Sakit tau Kim Minjoo. Sembarangan aja mukul pala orang, fitrah ini" ucap June


"Lagian mulut nya kagak di filter" ujar ku


"Kenapa si Do-Yeongkok bisa suka sama cowok model kayak gini" gumam Alya


"Apa Jo" tanya June

__ADS_1


"Gak ada" ketus ku


Sore hari nya. Di waktu yang sama, tiba-tiba datang pengantar barang ke rumah.


"Atas nama Mbak Kim Minjoo" tanya nya


"Iya Mas" jawab ku


"Ini ada paket Mbak dan tolong di tanda tangan" ujar nya


Aku pun mengambil dan tanda tanganin


"Makasih Mbak" ucap nya


"Sama-sama Mas" jawab ku seraya tersenyum


"Dari siapa Jo" tanya Seonghwa


"Entah"


Di ruang tamu, aku langsung membuka paket tersebut. Belum tau dari siapa, soalnya nggak tertera nama nya


"CD Jo" ucapnya


"Iya Hwa. Bentar ya aku ambil laptop dulu"  ucap ku. Aku pun langsung menuju ke kamar dan mengambil laptop. Setelah itu kami pun menonton nya.


"Hai, Kim Minjoo" ujar seseorang di sana


"Song Mingi" ucap ku dengan terkejut


"Kenapa dia pucat. Apa dia sakit" ucap ku


"Hai Jo, mungkin pas kamu lihat video ini. Aku nggak ada di dunia lagi. Maaf ya Jo, nggak beri tau mu tentang penyakit ku. Terakhir kita jumpa itu kamu nanya aku pergi kemana. Aku pergi ke rumah sakit. Aku sakit Jo, aku sakit parah. Beberapa hari kita ketemu itu, aku kabur dari rumah sakit karena aku ingin melihat mu terakhir kali nya.


Ada jeda dalam video nya dan dia nggak tahan untuk tidak menangis. Akhirnya tangisan dia pecah saat ini


"Maaf ya Jo, kalau cara ku ini menyakitkan mu. Kenapa waktu itu aku nggak nerima kamu jadi pacarku karena aku takut kalau waktu ku nggak lama lagi. Aku belum bisa berikan mu kebahagiaan, aku takut nggak bisa. Biar lah aku menjadi pecundang dari pada nggak bisa berikan mu kebahagiaan. Kamu pasti bertanya-tanya ya, kenapa aku nggak kirim surat?  Karena waktu itu kondisi ku lemah. Maaf ya Jo. Makasih udah nunggu aku selama ini, makasih kamu udah mencintai ku selama ini tapi ku harap kamu bisa melupakan ku. Jangan menunggu ku lagi. Cari lah kebahagiaan dalam hidup mu. Aku nggak mau lihat kamu sedih lagi hanya karena laki-laki pecundang seperti itu. Aku mohon Jo lupakan aku meskipun itu nggak mudah. Jangan lupa kemoterapi nya, biar kamu sembuh. Obat nya di makan jangan di buang.


"Cari lah kebahagiaan mu. Oh iya, teman mu yang bernama Seonghwa itu, aku rasa dia tulus mencintaimu. Aku tau waktu itu dia jujur tentang perasaan nya. Aku harap kamu bisa buka hati mu untuk dia. Aku yakin dia bisa buat mu bahagia. Aku pergi ya, aku selalu ada di samping mu meskipun kamu nggak bisa lihat. Jaga kesehatan dan cepat sembuh. Aku pergi ya Kim Minjoo, aku mencintaimu"


Entah sudah beberapa kali air mata nya jatuh. Orang yang dia cintai kini sudah pergi untuk selama-lamanya. Seonghwayang mendengar itu semua langsung memeluk Alya. Dia tidak tega melihat nya,  jujur dia juga sedih. Alya pun melepas pelukan dari Seonghwa dan bangkit untuk ke suatu tempat.


"Kim Minjoo, mau kemana" teriak nya


Dia pun tidak menjawab pertanyaan Seonghwa. Dia terus berjalan. Dia pun segera mengikuti nya dari belakang. Tiba lah mereka di rumah Yunhyeong. Ya, dia ke rumah Yunhyeong. Dia ingin menanyakan ini semuanya.

__ADS_1


"Song Yunhyeong" ucap nya dengan paruh


"Kim Minjoo" ucap nya dengan begitu terkejut


__ADS_2