
"Bersikap sewajarnya aja Jo. Kalau dia tegur Jojo, kamu juga mesti tegur dia. jangan sombong tapi kalau tidak ya udah enggak usah. Enggak perlu ada yang berubah, kalau Jojo berubah itu menunjukkan kalau jono masih suka sama dia. Emang masih suka kan Jo?" goda bang Hanbin
"Apaan sih bang" ucapku
"Jujur, masih nunggu dia kan. Atau masih belum move on sama yang itu" ucapannya
"kalau boleh jujur, belum sih Bang tapi Jojo bakal usahai walaupun enggak segampang membalikkan telapak tangan" ucapku
"Cie cie yang masih nunggu dia. Saking penasaran sampai nunggu dia ya dek" ledeknya
"Iya bg. Jojo masih penasaran, kenapa dia menjauh dari Jojo? Apa karena Jojo suka sama dia? Kalau memang Jojo di beri waktu, Jojo akan menanyakan keresahan Jojo selama ini ke dia" ucapku
"Pokoknya abang dukung. Ingat kalau ada masalah atau apa-apa cerita ke abang jangan di pendam sendiri" ucapnya
Aku hanya mengangguk. Berjalan keluar dan menuju kamar. Membaringkan tubuh di kasur lalu pergi ke kamar mandi. Setelah itu aku keluar menuju balkon dekat kamar ku dan menatap langit malam.
Kenapa datang di waktu yang belum tepat? Kenapa datang di saat aku belum mempersiapkan semuanya? Aku senang kamu hadir. Aku senang akhirnya aku bisa bertemu dengan mu selama bertahun-tahun ini aku menunggu. Di satu sisi aku senang tapi di sisi lain aku belum siap.
Apa Yunhyeong tau dia kembali? Ingin menghubunginya tapi takut ganggu. Beberapa hari ini Yunhyeong pergi ke luar kota karena harus menghadiri acara pertemuan petinggi kampus. Dia di temanin Dongi juga.
Akhirnya aku membaringkan tubuh di kasur dan pergi ke alam mimpi
Pagi harinya, sesuai janji Seonghwa dia datang menjemput. Untuk pertama kalinya dia tepat waktu, biasanya kalau soal janji pasti dia selalu telat.
"Tumben cepat Hwa, udah sarapan?" tanya ku
"Iya dong, sesekali gue harus tepat waktu biar gak di ejek sebagai manusia telat" kekeh nya
Udah al" ucapnya
"Yok berangkat nanti telat" ucapku
__ADS_1
"Bang Hanbin, kami berangkat ya" ucapnya
"Iya. Hati-hati ya Hwa. Jangan ngebut bawa motornya soalnya cuma satu adek abang kayak gitu" ucapnya
Sedangkan aku hanya menatap kesal
"Udah yok Hwa" ucapku
Kami pun meluncur ke kampus
"Hwa, hari ini ada rapat" tanyaku
"Enggak ada Jo, kenapa?" ucapnya
"Aku mau kasih masukkan" ucapku
"Ya udah nanti pas rapat selanjutnya kalau enggak kita ngumpul aja dulu" ucapnya lagi
Aku mengecek notifikasi hp. Melihat pesan tertera di layar hp "grup hmj"
"Hari ini kita ngumpul jam 3 di sekret" Seonghwa
Aku hanya terkekeh lihatnya. Sebegitu nya dia. Pelajaran pun berakhir. Kami pun berjalan menuju sekret. Kalau udah jalan bareng June pasti selalu tebar pesona.
Di dalam sekret udah ada San, Hong Jong, dan juga Do-Yeong. Cuma berenam aja kami ngumpul
"Mau bicara apa Hwa" tanya Hong Jong
"Iya Hwa, tumben cuma kita berenam aja" tanya Do-Yeong lagi
"Ini si Jojo mau ngomong" ucapnya
__ADS_1
"Lah, si Jojo yang mau ngomong" kekeh San
"Apa si San. Jadi gini gimana kalau pas rekrutan anggota baru kita ngadain camping?" ucapku
"Setuju beb, setuju kali" ucap Do-Yeong yang bersemangat
"Lu setuju aja Maimunah" ucap june
"Diam lu paijo. Ngurusin hidup orang aja" sewotnya
"Lu itu yang diam jangan bawel" ucapnya sewot
"Lu" June
"Lu" Do-Yeong
"Diam enggak, kalau masih berantem lagi ku nikahin kalian" ucap Seonghwa
"Idih jodoh sama dia, enggak lah ya" ucap June
"Aku pun ogah sama mu paijo. Sok kegantengan lagi" ucap Do-Yeong enggak kala sewot
"Udah diam enggak. Jadi gimana Hwa, kamu setuju" tanyaku
"Kalau kita setuju aja al, sekarang kan izin dari yang atas" ucap San
"Ya Udah gini, sabtu kan kita rapat lagi. Nah disitu kita kasih tau sama lain rencana ini, kalau yang lain setuju di hari itu juga kita langsung ajukan proposal. Gimana?" ucap Seonghwa
"Setuju Hwa" ucap kami serentak
rapat pun berakhir dengan kesepakatan
__ADS_1