
"Mbak, dia kok bisa di sini?" bisik Haru
"Mbak juga gak tau, tadi mbak jumpa dia di swalayan ujung kompleks" ujar ku
"Lah, ngapain dia? Ngamen?" ucap nya seraya tertawa
"Huss, gak boleh gitu. Mungkin dia ada keperluan di sini"
"Mungkin" sambil menganggukkan kepala
"Woyy bro, udah lama kita gak jumpa" tanya nya
"Kang drama mulai mbak" ujar Haru
"Lu, Song Mingi kan? Lupa sama gue, gue Kang Yeosang teman les lu" ucap nya
Ya, dia Kang Yeosang, mantan ku. Mantan yang lebih milih selingkuhannya daripada aku. Aku dan Yeosang temenan waktu SMP kelas 2 kami satu sekolah, singkat cerita pas SMA kelas 1, dia menyatakan perasaan nya ke aku. Hubungan kami berjalan dengan baik ya tapi ketika kelas 3 salah satu teman ku bilang kalau dia selingkuh. Berhubung aku dan dia nggak satu sekolah pas SMA jadi aku gak tau kelakuan dia itu gimana, ternyata dia udah pacaran sama itu cewek dari kelas 2 kebayang kan? Setelah kejadian itu, akhirnya aku putus dengan dia dan dia memilih selingkuh nya. Semenjak itu kami lost contacts, jumpa lagi sama dia pas acara reunian. Nah, di situ lah kami mulai dekat lagi tapi sebagai teman, ya udah kayak yang lain gitu berteman gak ada musuh musuhan. Kenapa dia bisa kenal Mingi? yapzz dia pernah satu les dengannya. Dari dia lah aku dapat info tentang Mingi.
"Iya aku ingat" ucapnya
"Kok bisa jumpa sama Jojo" tanya Yunhyeong
"Bisa lah. Kalau jodoh gak kemana" ucapnya dengan santai
Aku dan Haru hanya tertawa. Udah biasa lihat dia kayak gini, jadi aku gak heran. Yunhyeong saat itu hanya menatap tajam.
"Selow bro gak usah gitu kali tatapannya. Meski aku pernah lakuin kesalahan tapi aku udah tobat kok" kekeh nya
Di ambang pintu terlihat siluet laki-laki sedang berdiri
"Seonghwa" gumam ku
"Siapa Jo?" bisiknya
Saat itu juga Yeosang menghampiri Seonghwa dan mengajaknya untuk masuk. Satu hal yang buat aku suka sama dia, dia selalu welcome sama orang, gak pernah pilih-pilih teman dan berteman tanpa memandang ras, agama, suku dll.
"Kenalin aku Kang Yeosang, mantan terindah Kim Minjoo dan sekaligus bakal jadi pendamping hidup nya" ucapnya dengan menjabat tangannya.
"Ahh, sakit tau Kim Minjoo" ucap nya dengan memukul badanku
"Seonghwa" ucapnya
"Cie yang belum move on sama mbak Jojo." ledek Haru
"Iya, abang mu ini belum move on dari mbak mu" kekeh nya
"Mau ngapain ke sini" tanya Haru ke Seonghwa
"Gak sengaja lewat daerah sini, ya udah sekalian mampir" ucap Seonghwa
"Lu, ngapain ke sini? Mau buat Joho nangis lagi?" tanya Dimas
"Santai bro, emang gak boleh silahturahmi ke rumah besan" ucap Yeosang
"Nggak" ucap Yunhyeong sewot
"Selow bro, Kim Minjoo aja gak marah kenapa lu yang marah?" tanya Yeosang gak kalah sewot
"Ya udah deh Jo, gue pulang dulu ya. Jangan lupa besok ya" ucap nya
"Oke, chat aja jam berapa besok" jawab ku
Yeosang hanya mengacungkan jempol sebagai tanda dia setuju dan setelah itu berlalu pergi meninggalkan rumah Jojo. Begitu juga dengan Seonghwa, dia pulang tanpa pamit. Sebenarnya dia kecewa, alasannya dia ke rumah Jojo, dia begitu khawatir tapi tak di sangka banyak yang mengkhawatirkan dia. Jujur sebenarnya dia mulai suka sama Jojo, kalau di tanya kapan dia mulai suka, dia gak tau kapan perasaan itu muncul. "Jatuh Cinta gak butuh alasan kan dan kita gak pernah tau kapan kita akan jatuh Cinta karena jatuh Cinta itu perasaan yang murni" itu yang dia pikir.
"Yang lain udah pada pulang. Kenapa anda nggak pulang?" tanya Haru dengan menunjuk Mingi
"Nanti" jawabnya
"Kamu dari mana aja Kim Minjoo?" tanya Mingi
__ADS_1
"Pantai" ucapku begitu dingin
"Lebih baik kamu pulang. Aku mau istirahat" ucap ku
"Kamu juga Yunhyeong, lebih baik pulang. Kalau mau tanya aku nanti nanti aja. Aku capek, pengen tidur" ucapnya seraya menuju kamar
"Dengar kan kata mbak Jojo. Lebih baik anda pulang" ucap Haru
Dengan berat hati Mingi pun meninggalkan rumah Jojo.
Keesokan hari nya, sesuai janji nya dengan Yeosang. Hari ini aku nemenin Yeosang ke suatu tempat dan setelah itu dia mengantarkan aku ke kampus. Setelah mata kuliah berakhir, aku segera menuju ke kantin ketika lapar melanda.
"Bu, siomay satu sama air mineral" ucapku
"Baik non"
Setelah menunggu beberapa menit, aku segera mencari tempat.
"Kim Minjoo" rengek nya. Siapa lagi kalau bukan June
"Apa?" aku pun hanya fokus ke makanan aja
"Jo, kenapa gak nunggu aku sih?" rengek nya
"Suruh siapa nge bacot ke sana kemari" ucap ku
"Bukan bacot al tapi lagi cari mangsa" ucap nya
"Bodo amat, gak peduli"
"Woy, Koo Jun-hoe mana traktiran lu" ucap San
"Kado dulu lah, baru traktiran" ucap nya
"Udah tua pun pakai kado kado. Ingat umur woyy" teriak Hong Jong
"Pokonya sabtu lu traktir kami di cafe Jojo" ucap San
"Emang lu punya cewek?" tanya Seonghwa
"Lihat aja nanti" ucap nya
"Jo" teriak laki-laki di ujung kantin. Dia pun menghampiri ku, dia Dongi.
"Jadi kan hari ini?" tanya nya
"Jadi Dongi" ucap ku
"Kuy lah, nanti malam kali kita pulang. Kan dirimu mesti ke cafe lagi" ujar nya
Aku pun segera menyelesaikan makanan.
"Duluan ya semua nya" ucap kami bersamaan
"Hati-hati" ucap June
"Ya udah lah bro, gue sama San cabut juga" ucap Hong Jong
"Pergi sana" teriak June
Sekarang tinggal Seonghwa dan June.
"Jun, gue boleh nanya?" ucap nya
"Ya elah tanya aja kali, kayak sama siapa aja" ujar nya
"Jojo sama Dongi pacaran ya?" tanya nya
"Gak tau gue. Emang kenapa?" ucap nya
__ADS_1
"Gak papa. Mereka kok dekat kali"
"Mereka itu udah temenan dari zaman SMP. Udah akrab kali pun"
"Serius? Kirain gue karena satu kampus"
"Nggak. Mereka udah lama temanan cuma waktu SMA si Dongi lanjutin sekolah di luar negeri. Nah, mereka ketemu lagi itu di kampus pas waktu MOS" ujar nya.
"Oh gitu. Eh....lu kenal yang namanya Kang Yeosang?" tanya nya lagi.
"Kang Yeosang, siapa lagi?"
"Mantan nya Jojo"
"Ohh.....si lelaki absurd itu"
"Hah?" ucapnya dengan bingung
"Kang Yeosang itu mantan nya si Jojo. Udah lama mereka pacaran tapi akhirnya putus. Putusnya gara-gara diia itu milih selingkuhannya dari pada Jojo" ujar nya
"Terus?"
"Ya udah mereka putus"
"Kok bisa mereka akrab lagi kayak gak ada kejadian gitu" tanya nya
"Kalau itu gue gak tau"
"Emang lu kenapa? Suka sama Jojo?" tanya nya dengan curiga
"Entah, gue bingung sama perasaan gue sendiri" ujar nya
"Lah sama perasaan sendiri aja lu bingung"
"Macem lu kagak aja. Udah lah gue mau cabut" ujar nya seraya ninggalin June
"Lah, tunggu gue lah. Somplak lah bukan nya bilang makasih malah nyelonong pergi aja"
Di lain tempat
Mereka akhirnya sampai ke tempat yang di tuju. Mereka pun duduk di hamparan pasir putih. Kali ini Dongi mengajak nya ke pantai.
"Kenapa lu bisa jumpa sama Yeosang lagi Al?" tanya nya
"Kemarin pas pulang dari pantai gue mampir ke swalayan, ya udah gak sengaja jumpa dia terus dia antar gue pulang" ucap ku
"Kok tumben dia pulang ke sini? Apa kita ada acara ngumpul lagi?" tanya nya (sekilas info Yeosang teman SMP kami)
"Nggak. Dia mau tunangan" ucap ku
"Serius Jo?" tanya dengan tidak yakin
Wajar sih orang seperti Dongi gak yakin sama makhluk absurd itu. Awalnya aku juga gak yakin cuma pas dia nunjukin isi chat nya sama pacar nya, keraguan ku sedikit menghilang.
"Iya, dia pulang karena mau lamaran terus dia minta tolong sama ku cariin orang yang bisa dekor untuk acara tunangan nya. Makanya tadi pagi kami ke salah satu WO yang aku rekomendasi kan" ucap ku
"Ceweknya mana? Tumben dia yang cari" ucapnya
"Aku gak tau. Cuma kemarin itu dia bilang minta tolong sama ku. Ya udah ku bantu lah"
"But, are you okay?" selidik nya
"I'm okay, why?" ucapku
"Aku gak yakin? " selidiki nya lagi
"Kan udah ku bilang, kalau sedih di ucapkan jangan di pendam. Gue tau lu terluka meskipun dia bukan Cinta pertama tapi dia orang yang pertama di luar keluarga lu yang buat lu bahagia dan juga yang nge buat kenangan bersama lu"
"Hufffttt"
__ADS_1
"Iya aku sedih, pas dengar dia mau tunangan itu rasanya kayak sedang kejatuhan batu besar tapi aku bisa apa? Untuk marah pun gak bisa, aku cuma bisa menerima takdir yang sudah di tetap kan sang pencipta. Nangis, marah itu pun percuma gak akan merubah keadaan. Aku udah ikhlas, mungkin sang pencipta mentakdirkan kami hanya berteman bukan sebagai pasangan. Meskipun dulu dia pernah buat aku terluka, tapi aku bersyukur karena dia telah mengajarkan ku bahwa hidup tidak hanya kebahagiaan melainkan juga tentang rasa sakit dan kecewa" ucap ku
"Terkadang kita harus belajar ikhlas agar kita dapat memahami di setiap pertemuan ada perpisahan" batin Dongi