
Sore ini ada rapat klub hanya untuk beberapa orang aja, ibaratkan para petingginya saja. Cuma ngumpulin sampai mana persiapan untuk acara tersebut. Sebenarnya udah ada panitia cuma kami mengawasinya aja.
"Jo, siap rapat kita nonton yok?" ucap Seonghwa
"Boleh Hwa" jawabku
Setelah rapat selesai aku dan Seonghwa bergegas keluar dari ruangan klub.
"Jo, aku duluan ya, soalnya ada janji" ucap Do-Yeong
Aku hanya mengangguk saja
"Tumben si Do-Yeong cepat pulang biasanya dia paling lama alasannya mau lihat senior yang ganteng" kekeh Jinhwan
"Mau kemana dia Jo? Janji sama siapa?" kalian tau siapa yang tanya itu dia adalah June
"Entah aku enggak tau. Dia cuma bilang ada janji aja" ucapku dengan santai
Percayalah dari sudut mata June dia sedang cemburu. Tumbenan anak ini tanya soal Do-Yeong, apa dia tau kalau Do-Yeong suka sama dia? Tapi kayaknya enggak mungkin seorang Koo Jun-hoe peka terhadap lawan jenisnya.
Setelah berpamitan dengan yang lain. Kami pun segera menuju ke parkiran. Sebenarnya banyak mahasiswa yang memandang ke arah kami. Tau lah aku jalan sama siapa mantan ketua BEM kampus ini. Kalau kata Seonghwa senyumin aja mereka atau mereka iri lihat kita.
Kami pun sampai di salah satu mall di kota ini. Kami pun menuju bioskop dan memesan tiket dan cemilan. Kami berdua memilih film horor karena kami berdua sama sama suka genre horor. Kalau aku sama Seonghwa nyambung gitu kalau cerita tentang film horor makannya kalau ada film horor yang enak menurut ku biasanya aku ajak dia atau Yunhyeong. Tapi jangan harap aku ajak June untuk nonton film horor, yang ada bukan keheningan malahan keributan yang dia ciptakan karena di setiap scene yang ada hantu dia bakalan teriak sekenceng mungkin.
__ADS_1
Jadi waktu itu aku pernah nonton film horor bareng dia. Awal mulanya pas kami masih mahasiswa baru, saat itu aku enggak tau kalau dia enggak suka film horor soalnya tipe tipe muka kayak dia menyakinkan kalau dia suka film horor. Ternyata di pertengahan cerita dia minta pulang kan ngeselin karena di pertengahan hantu mulai bermunculan. padahal itu film horor yang lagi booming. Dan semenjak hari itu aku enggak mau ajak dia nonton film horor lagi. Badan aja yang besar tapi sama hantu takut
kalian mau tau momen terlucu dia. Jadi di hari itu dia lagi ulang tahun, nah kami itu punya rencana ajak dia nonton film horor. ini film paling serem sih tapi dia gak tau kalau itu film horor. jadi kami ber-empat bohong ke dia bahwasanya ini film action dan dia pun percaya percaya aja. Emang awalnya cerita hantu itu belum muncul jadi dia santai santai aja. Muncul lah si hantu ini tapi dia tetap biasa aja enggak terlalu kali karena cerita kayak film action tapi pas di pertengahan cerita baru lah hantu yang seram itu muncul bertubi-tubi. Dan di saat hantu itu muncul dia langsung teriak sekencang-kencangnya. kami yang lihat itu tertawa puas melihatnya. Misi pun berhasil tapi pas tau dia kami kerjain dia sok sok ngambek gitu. Kalau ingat kejadian itu kami tertawa kali. Makannya kalau kami mau nonton pasti dia yang nentuin filmnya dan dia yang beli.
Film berakhir pukul 7 malam. Setelah itu kami mencari makan di sekitar mall tersebut.
"Mau pesan apa Jo?" tanyanya
"Sama aja kayak kamu Hwa" ucapku
Seonghwa hanya mengangguk dan memanggil pelayan
"Mbak, bulgogi" ucapnya
"Makasih mbak" ucap kami serentak
Aku melihat sekeliling dan seketika fokus ke ke lelaki yang ada di sebrang sama. Aku melihat ada lelaki yang mirip dengan seseorang tapi ku rasa itu tidak mungkin. Ku buang pikiran itu jauh-jauh. Seketika makanan kami datang.
"Makasih ya mbak" ucap kami
"Sama sama" ucap pelayan dengan senyuman
"Habis ini mau kemana Jo?" tanya
__ADS_1
"Pulang aja ya Hwa" sambil memasuki makanan
Ketika memperhatikan sekeliling lagi. Aku mencari pria tadi tapi nihil tidak jumpa. Dan seketika dia berada di dekatku dan betul dugaan ku itu dia.
"Dia kembali" gumanku
"Apa Jo?" tanya Seonghwa
Aku hanya menggelengkan kepala dan lanjut makan. Setelah selesai kami bergegas pulang. Seonghwa pun mengantarkan ku pulang.
"Makasih ya Hwa" ucapku sambil tersenyum
"Sama-sama Jo. Besok ku jemput ya" ucapnya
"Enggak ngerepotin Jo?" tanyaku
"Enggak kok. Besok jam 8 ku jemput ya" ucapnya lagi
"Oke. Hati-hati ya Jo. Ingat jangan singgah lagi langsung pulang" ucapku
Dia hanya mengangguk dan perlahan-lahan dia hilang dari pandangan. Aku langsung menuju kamar bang hanbin. Aku tau dia udah pulang karena mobil sama keretanya di rumah. Aku berlari tanpa menghiraukan panggilan bi mirna
"Oppa, dia kembali" ucapku
__ADS_1
Dan Dia pun mengerti apa yang ku maksud. Dan dia terkejut mendengar hal itu.