Akhir Cinta Abadi

Akhir Cinta Abadi
Bab 19


__ADS_3

Aku menatap langit senja, kali ini dia datang dengan keindahannya. Ditemani semilir angin sore, dan kicauan burung-burung di sore hari serta deburan ombak menambah suasana menjadi begitu indah. Rasanya begitu sejuk, seakan-akan aku melupakan masalah yang sedang aku hadapi. Tidak bermaksud untuk berlari, hanya saja sedang menepi dan memikirkan apa yang akan aku lakukan. Terkadang semesta mempunyai cara tersendiri untuk mempertemukan dua insan yang telah lama tidak bertemu. Dan terkadang semesta juga senang memberikan kejutan yang tak terduga dengan makhluk nya. "Damai", mungkin disaat ini hanya kata itu yang tergambar kan di benakku. Ada saatnya kita tidak membutuhkan sesuatu yang mahal untuk membuat hidup kita merasa lebih bahagia. "Ahh, kapan terakhir kalinya menikmati ini semua?" Pikirku.


Kita hanya terlalu sibuk, sampai membuat diri kita sendiri lupa bahwa semesta itu begitu indah.


Aku terlalu sibuk menatap senja, aku tidak tau apa yang terjadi saat ini.


Seonghwa Prov


"Kamu kemana sih Kim Minjoo?" Gumamnya


(Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan. Cobalah beberapa saat lagi)


"Shitt" dengan nada kesal


Setelah mata kuliah berakhir, dia pun bergegas mencari Jojo. Menelusuri semua tempat yang biasa didatanginya dan menanyakan keberadaan dia ke mahasiswa lainnya. Mungkin dia berpikir kalau Jojo masih berada di kampus. Tanpa sengaja dia bertemu dengan Dongi di jalan.


"Dongi, lihat Jojo ngga?" Tanya nya


"Jojo? Dari tadi aku belum ada ketemu dia. Kenapa rupanya?" Ucapnya


"Dia ngga masuk kelas hari ini"


"Udah biasa kali, jangan panik gitu" kekeh Dongi


"Tadi Haru bilang kalau dia udah dari tadi pagi ke kampus" jawab Seonghwa


"Dia ngga kemana-mana. Dia lagi butuh waktu untuk sendiri. Saat ini dia sedang banyak pikiran jadi aku rasa dia butuh waktu untuk tenangi dirinya dan juga pikirannya" ucap Dongi


"Duluan ya bro, ada mata kuliah lagi nih" ucap Dongi lagi


Saat itu juga dia menatap kepergian Dongi.


Mingi prov


"Yeong, lagi bareng Jojo?" Tanya nya


Sama seperti Seonghwa, Mingi juga berkali-kali mencoba menelpon dia namun tidak ada jawaban.


"Ngga, mungkin dia ada mata kuliah" ucap Yunhyeong dari sebrang telepon


"Kelasnya udah berakhir sejam yang lalu" jawabnya

__ADS_1


"Posisi dimana?" Tanyanya


"Aku lagi di parkiran A"


"Oke, aku ke sana" ucapnya


Setelah menunggu beberapa menit, Yunhyeong datang menghampirinya.


" Di kelasnya ngga ada di? Tanyanya


"Ngga ada. Tadi aku udah tanya ke temen-temen nya yang kemarin itu aku jumpa di cafe. Katanya si Jojo ngga masuk kelas hari ini" ujarnya


"Handphone nya aktif nggak?" Tanya Yunhyeong


"Ngga aktif, makanya gue telpon lu, gue khawatir" ucapnya


"Yeong, belum pulang?" Tanya Dongi yang kebetulan melintas di hadapan mereka.


"Eh elu Dongi, Belum nih. Dongi, lihat Jojo nggak?" Tanya nya


"Kenapa hari ini pada nanyain Kim Minjoo sih?" Tanya nya.


"Maksudnya apa?" Ucap Mingi dengan suara lantang


"Seonghwa, June juga pada nanya "lihat Jojo gak?" Kalian tenang aja dia ngga akan kemana-mana" ucapnya.


"Tapi nomornya ngga aktif" ucap Mingi


"Ngga usah heran. Ini bukan pertama kalinya Jojo kayak gini. Udah sering kan Yeong? Kenapa lu panik gitu? Biasanya lu santai-santai aja" tanya nya


Yunhyeong pun hanya terdiam


"Dan untuk lu, kenapa mesti panik? Kan lu gak ada hubungannya sama Kim Minjo? Kan lu membenci nya?


"Dia lagi berada di suatu tempat untuk tenangin pikiran nya dan hatinya. Lu pasti tau tempat itu tapi gue berharap lu gak datang ke sana. Bentar lagi dia pulang dan tolong jangan membentak dia" ujar nya seraya pergi


Yunhyeong yang sedari tadi diam, kini dia memikirkan perkataan Dongi, emang benar yang dia katakan.


"Dan satu lagi, jangan menyalahkan Haru tentang semua ini" ucapnya dengan tegas


Kenapa dia gak ke pikiran Haru. Dia dan Mingi segera menuju ke rumah.

__ADS_1


Alya prov


"Laper" gumam nya


"Selamat tinggal senja, aku harap kita akan bertemu lagi. Menikmati mu dengan waktu yang begitu lama" ucapku


Ketika ingin bangkit, kepala nya tiba-tiba pening dan pandangan kabur. "Apakah penyakit itu kambuh lagi" pikirku.


Aku pun mendiamkan diri selama beberapa menit, setelah semua nya kembali normal aku pun kembali bangkit dan meninggal kan tempat ini.


Di tempat lain


"Haru, mbak mu udah pulang?" teriak Yunhyeong


"Belum" ucap nya datar


"Kemana dia?" tanya nya


"Kampus"


"Gak ada di kampus"


"Mungkin tenangi diri"


"Aneh ya, mas yang selama ini ada di dekat nya tapi mas sendiri nggak tau dia lagi masalah atau nggak. Mas selalu mikirin orang lain dan nggak mikirin mbak Jojo, padahal mbak Jojo selalu ada di saat mas membutuhkan nya. Mas sebenarnya tau kan kalau orang ini udah berada di kota ini kan? Jauh sebelum dia muncul di hadapan mbak Jojo. Memang betul kata orang, terkadang orang yang dekat sama kita belum tentu memahami kita sepenuhnya" ucapnya


"Kamu tau gak mbak mu kemana?" kali ini Mingi yang tanya


"Kalau pun saya tau, saya tidak akan memberitahu anda" ucap nya begitu dingin


"HARU" bentak Yunhyeong


"Apa mas? Mas mau marah? Apa mas tau kalau mbak Jojo terluka karena cowok ini? Apa mas tau selama ini mbak Jojo cari tau kabar dia? Haru tau juga sebenarnya mas masih komunikasi dengan dia tapi mas nutupi semuanya dari mbak Jojo. Tanpa bantuan mas, dia coba cari tau keberadaan orang ini. Tepatnya beberapa tahun terakhir ini dia mulai cari tau tentang cowok ini. Saat dia udah tau tentang cowok ini, dia mulai chat tapi apa yang dia dapatkan hanya kebencian. Apa salah kalau mbak Jojo mencintai cowok ini? Apa salah mbak Jojo ungkapin rasa duluan ke orang ini? Apa pernah mas tau kalau mbak Jojo menerima kebencian dari dia? enggak kan. Apa dia melalukan hal yang salah sampai dia harus menerima kebencian ini? Kalau boleh jujur dia pun gak mau namanya jatuh Cinta sama cowok ini? Selama beberapa tahun ini dia pendam perasaan ini sampai akhirnya dia benar-benar menyerah tapi akhirnya cowok ini datang dengan sendirinya. Untuk apa? Untuk buat dia terluka lagi" ujar nya


Kenapa lu hadir, di saat mbak gue udah gak ada perasaan lagi sama lu? Apa lu belum puas lihat dia terluka lagi atau ini rencana lu buat dia terbang lalu jatuh. HAH?" ucap Haru dengan emosi


"Apa mas selama ini pernah lihat mbak Alya terluka? Semenjak mas pacaran sama wanita itu, mas lupa sama mbak Jojo tapi saat mas terluka mbak Jojo lah orang pertama yang genggam tangan mas. Emang kalau udah terlalu dalam mencintai seseorang sampai lupa dengan sekitarnya. Di saat kayak gini mas nyalahin Haru, seharusnya yang patut di salahkan itu mas bukan Haru" ujar nya


Kedua orang itu hanya terdiam. Sebenarnya dia malas mengungkapkan semuanya karena dia udah berjanji tapi keadaan yang memaksa dia untuk mengungkapkan semua. Apa salahnya suka sama seseorang toh itu juga bukan kehendak nya tapi itu kehendak yang di atas karena dia yang memberikan perasaan ini. Tidak salah jika kita memiliki perasaan terhadap seseorang, namun dalam hal ini, tidak seharusnya kita menyalahkan Tuhan. Justru kita bersyukur memiliki perasaan itu.


"Silahkan kalian keluar kalau tidak ada yang penting" ucap nya dengan datar

__ADS_1


Ketika Haru membuka pintu, dia melihat mbak nya ada di depan pintu, tidak sendirian melainkan ada lelaki di samping nya.


"Hemmm...laki-laki itu lagi" batin nya


__ADS_2