Akhir Cinta Abadi

Akhir Cinta Abadi
Bab 23


__ADS_3

Hanbin Prov


"Bin" sambil memberi makanan.


"Eh.. Mas Woyooung. Makasih ya Mas" ucap nya


"Jojo tidur?" tanya nya


"Iya Mas"


"Makan gih, keburu dingin itu" sambil menunjuk makanan


"Hemm" balas nya


"Pakde sama Bude udah di kasih tau Bin?" tanya nya


"Belum Mas. Hanbin belum siap kasih kabar ke mereka. Hanbin takut Mama sama Papa syok dan terutama Haru. Hanbin nggak kuat lihatnya" ujar nya


"Mungkin kalau Hanbin nggak ke kamarnya bakalan nggak tau kalau dia kena kanker. Pas tau itu rasanya syok kayak di tusuk jarum, sakit dan pedih. Sebenarnya Hanbin nggak kuat Mas tapi di hadapan nya, harus kuat" isak nya


"Terkadang kita mesti berpura-pura tegar di hadapan orang yang kita sayang, meskipun itu sakit. Tugas kita menyemangati dia walaupun kita sendiri nggak mampu" ucapnya


Awalnya Mas terkejut juga pas tau penyakitnya. Mas sama kayak kamu syok tapi di depan dia Mas coba biasa aja"


"Hanbin takut Mas, kejadian yang lalu menimpa lagi ke kita" ucap nya


"Kita banyak-banyak berdoa, semoga operasi nya berjalan dengan lancar dan Jojo di beri kesembuhan. Kalau kamu kuat, dia pasti kuat. Ingat masalah ini jangan di tutupin nggak baik. Paham Bin" ucap nya


"Iya Mas" jawab nya


Hari ini, hari dimana dia akan di operasi.


"Mas, maaf ya kalau selama ini Jojo banyak ngerepotin Mas, yang selalu jahil dan terkadang juga marah-marah nggak jelas. Maafin ya Mas"


"Mas, bilang juga ke Papa sama Mama kalau Jojo minta maaf belum bisa berbakti dan bahagiain mereka. Dan bilang juga ke Haru dan juga Yunhyeong, Jojo minta maaf udah buat mereka kecewa. Jojo takut nggak sempat minta maaf ke mereka" ujar ku. Di saat itu juga tangis ku pecah. Aku menangis di pelukan Mas Hanbin, begitu juga dengan nya.


"Adik kecil Mas pasti bisa sembuh karena Mas yakin adik mas ini orang yang kuat. Jangan putus asa, Jojo mesti yakini diri kamu sendiri dan kamu pasti bakalan sembuh"


Pintu ruangan operasi pun di buka, Hanbin yang kini duduk di luar ruangan dengan kegelisahan. Ya, dia sangat cemas dan takut. Takut melihat adik satu-satunya berada di ruang operasi.


Di lain tempat


Hari ini, Haru hanya bersantai ria di rumah nya, nggak ada mata kuliah, hari ini dia free tapi seketika dia bungkam seribu bahasa. Dia nggak sengaja ke kamar Mbak nya untuk mengambil laptop tapi betapa terkejutnya dia, ketika melihat kertas putih yang dimana kertas itu hasil lab dari rumah sakit yang menunjukkan penyakit Mbak nya. Di detik itu juga, dia merasa dunia nya berhenti, dia sangat syok dan nggak nyangka kalau ini terjadi.


Setelah menemukan itu, dia langsung berlari menuju ke rumah Yunhyeong.


"Mas Yunhyeong" teriak nya dengan begitu keras


"Apa sih Haru?  Gak bisa lihat Mas santai" ketus nya


"Mas, lihat ini lihat" dengan menunjukkan kertas yang dia pegang


"Ini nggak mungkin, ini bukan Kim Minjoo" dengan raut ketidak percayaan nya


"Mas, bilang sama Haru kalau ini semua gak betul kan" tangis nya pecah seketika


Dia pun hanya terdiam dan membisu, dia pun segera mengambil handphone nya dan menelepon Mas Hanbin tapi nihil handphone nya gak aktif.

__ADS_1


"Mas" tangis nya


"Tenang Haru, jangan panik dulu"


Sebenarnya dia juga bingung, panik dan gak tau mau berbuat apa. Dia gak tau rumah sakit mana.


"Mas, ayok kita ke rumah sakit. Cepattttt Mas"


"Mas, gak tau rumah sakit nya dimana?" ujarnya


"Rumah sakit keluarga" ucap nya datar


Mereka segera mengeluarkan kendaraan dan melaju dengan kecepatan tinggi, tidak peduli dengan makian orang yang mereka ingin kan cepat sampai ke rumah sakit. Setelah sampai di rumah sakit, mereka berlari aksi mereka di lihat orang banyak.


"Sus, ruang operasi dimana?  Ucap Haru


"Atas Nama Kim Minjoo" timpal Dimas


"Ruang operasi, terus dari sini pojok kanan"


"Makasih sus" ucap mereka bersama-sama


Mereka pun langsung berlari mencari ruangan tersebut. Dan apa yang mereka lihat itu terjadi. Hanbin tengah duduk sambil menundukkan kepalanya. Dia tidak tau keberadaan dua orang tersebut.


"Mas" teriak Haru


Hanbin pun menoleh ke arah mereka.


"Kenapa Mas nggak bilang sama Haru. Hah?" marah nya.


"Mas" pekik Haru dan satu pukulan mendarat di tubuh nya


"Haru tenang ini rumah sakit" ujar nya.


"Pukul lagi Mas Haru. Pukul. Mas berhak dapat itu dari kalian" isak nya


Mereka berdua terdiam melihat Hanbin menangis. Ini pertama kali nya melihat nya rapuh.


"Kenapa Mas nggak bilang sama kami?" ucap Haru


"Kenapa Mas?  Kenapa?" pecah sudah tangis nya yang udah di tahan sejak tadi.


"Kalian tau dari mana?  Ujar Hanbin


Yunhyeong langsung menyodorkan hasil test Alya yang sejak tadi di pegang dia.


"Kalau Haru nggak nemuin ini kami gak tau kalau Jojo sakit ini"


"Jojo yang nggak mau kalian tau, sama hal nya kayak kalian, Mas tau dari kertas itu. Mungkin juga kalau Mas nggak nemuin kertas itu Mas juga nggak bakalan tau. Kalian tau kan hal yang di benci dia adalah rumah sakit. Awalnya dia menolak untuk di operasi, dia cuma mau melakukan kemoterapi aja. Dia ngelakuin ini semua karena seseorang"


"Siapa Mas?" ujar Dimas


"Song Mingi, dia adalah alasan Jojo mau untuk operasi"


"Sekarang mana Song Mingi nya" tanya Haru


"Dia udah pergi 2 hari yang lalu. Waktu dia tau kalau dia terkena penyakit ini, dia ketemuan samanya, dia pamit pergi dan di saat itu juga dia mengungkapkan perasaan dia ke mbakmu"

__ADS_1


"Mas, kenapa ini terjadi sama Mbak Jojo?" tanya dengan terduduk lemas.


"Pakde sama Bude, udah tau Mas?"


Hanbin hanya menggeleng kan kepalanya.


"Udah berapa lama operasi nya Mas?"


"Ada dua jam"


"Mas, udah makan?" tanya Yunhyeong lagi


"Udah" jawab nya singkat


Yunhyeong tau Hanbin bohong, sedari tadi dia melihat makanan masih terbungkus rapi di samping nya. Sebenarnya banyak pertanyaan yang ingin dia utarakan tapi melihat kondisi Hanbin saat ini, dia nggak tega melihat nya. Ini adalah kondisi dimana dia benar-benar rapuh.


Ruangan operasi belum terbuka tanda nya operasi masih berlangsung. Haru yang sedari tadi mondar mandir. Dia begitu risau dengan keadaan Mbak nya. Dimas dan Hanbin terduduk tapi perasaan mereka sama Kayak Haru, risau.


"Kenapa operasi nya lama sih" decak nya


"lebih baik Haru duduk diam" ucap Hanbin


"Nggak"


"Jangan...... Jangan...... Mbak" ucap nya


namun Yunhyeong segera mengelak nya


"Haru udah cukup, lebih baik diam" bentak Dimas


Haru pun duduk terdiam. Setelah menunggu sangat lama. Akhirnya pintu ruang operasi terbuka.


"Mas, gimana keadaan Jojo?" tanya Hanbin


"Operasi nya berhasil, namum...... " ada jeda


"Namun apa?" bentak Haru


"Jojo koma"


Di detik itu juga mereka terdiam


"Operasi berhasil tapi kondisi nya begitu lemah jadi dia masih dalan masa kritis"


Bagaikan sebuah petir, ketiga pria itu begitu lemas. Haru yang dari tadi menangis, saat ini juga dia tidak bisa lagi membendung tangisan nya. Hanbin hanya menatap ruang operasi dengan kesedihan di mata nya, air mata nya di biarkan dia membasahi wajah nya sedangkan Dimas, dia hanya menangis dalam diam hatinya begitu sakit dan sesak.


"Tapi sampai kapan Mas?" tanya Haru dengan tangisan


Yang di tanya hanya menggelengkan kepala nya. Pecah sudah tangisan Haru. Hanbin yang dari tadi menahan air mata nya, kini tidak dapat terbendung lagi. Dimas, saat itu juga menatap ke arah ruang dengan tatap kosong. Lagi-lagi dia menyembunyikan kesedihan nya.


Hai readers, aku kembali


Jangan lupa di vote, like dan komen ya


Semoga kalian suka dan terima kasih yang sudah membaca


Selamat membaca ☺☺

__ADS_1


__ADS_2