
Setelah acara nyanyian enggak jelas ala Yunhyeong, kami berdua memutuskan untuk pulang. Kalau boleh jujur sebenarnya dia hatinya terluka. Bagaimana tidak terluka dia perempuan yang pertama kali di bawa Yunhyeong ke keluarga inti yang semuanya udah tau bahkan hampir mau menentukan tanggal tunangan, kini pupus sudah. Dan mereka pacaran udah lama dan juga Yeoja itu yang buat Yunhyeong melupakan masa lalunya tapi pada akhirnya dia merasakan hal yang sama lagi. Meskipun dia tidak bilang bahwasannya dia terluka tapi dari tatapannya mengatakan dia tidak baik-baik saja. Ada rasa khawatir kepadanya, ingin menanyakan tapi aku tau jawabannya. Ketahuilah orang yang pandai menyembunyikan lukanya sebenarnya dia orang yang sangat rapuh
Aku benci lihat Yunhyeong yang diam seperti ini, padahal pas kami menuju ke pernikahan mantannya dia begitu bahagia. Aku benci situasi ini.
"Yeong, kita pulang ke rumah aja enggak usah jadi ke cafe" ucapku dengan pelan
"Dongi sama June udah di cafe jadi enggak mungkin kita pulang" jawabnya.
"Lah, mau ngapain mereka, mau nyanyi?" Tanyaku
"Enggak, kita kan udah lama enggak kumpul berempat"
kami pun sampai di cafeku. Dari kejauhan terlihat dua manusia yang baru saja jadi bahan obrolan kami.
Kim Donghyuk biasanya kami panggil dengan sebutan Dongi, mahasiswa seni satu fakultas dengan Yunhyeong dan aku tapi kami enggak sekelas. Sebenarnya Aku, Yunhyeong dan Donghyuk teman waktu SMP. Kenapa kami bisa satu kampus? Kami juga tidak tau, karena semenjak Donghyuk pindah sekolah kami udah lost contact karena waktu itu dia tinggal di Amerika. Malahan kami terkejut bisa satu kampus dengannya.
Koo Jun-hoe, biasa ku panggil June. Mahasiswa jurusan sastra teman sekelasku. Kenapa dia bisa akrab dengan Yunhyeong dan juga Donghyuk karena aku selalu satu kelompok dengannya dan biasanya juga kami kalau kerja kelompok di cafe ku, jadi otomatis dia jumpa sama Yunhyeong dan Dongi. June tipe orang terbobrok diantara kami bertiga, ada ada tingkah anehnya (entah ngidam apa Eommanya) dan dia salah satu Raja gombal di jurusan sastra hobi kami ngegombalin orang enggak peduli itu kakak kelas, adik kelas atau temannya bahkan dosen pun pernah di gombalin dia. Dia dan puisi ibaratkan gelap dan terang. Manusia yang hobi buat puisi ya Koo Jun-hoe.
__ADS_1
"Woy bro, kenapa itu muka di tekuk aja macem belum dapat jatah aja" Kekehnya
"Plakkk" kotak tisu mendarat ke kepala June. Emang kalau dia udah ngomong enggak bisa di filter dulu
"Sakit Jo" meringis kesakitan
"Makannya kalau ngomong dijaga jangan cerocos aja"
Dongiyang melihat pertengkaran itu hanya menggelengkan kepala saja. terkadang dia bingung dengan tingkah temannya itu sedangkan Yunhyeong berjalan menuju ke atas panggung.
Dia pun mengambil gitar lalu menyanyikan lagu Lewis Capaldi "Someone you loved"
"Now the day bleeds into nightfall
And you not here to get me through it all
I let my guard down and then you pulled the rag
__ADS_1
I was getting kind a used to being someone you loved."
Hanbin, Dongi dan June menatap aku dari tatapan mereka, mereka bertanya dia kenapa? Aku yang di tatap hanya diam bukan tidak ingin mereka tau hanya saja aku takut Yunhyeong terluka parah lagi.
Untuk pertama kalinya aku merasakan kesedihan yang dia alamin. Aku kira dia sudah sembuh dari lukanya ternyata belum bahkan sekarang lukanya makin bertambah.
Song Yunhyeong
Koo Jun-Hoe
Kim Donghyuk
__ADS_1