
Malam menyapa, bintang-bintang bertaburan di langit tak lupa juga dengan bulan yang begitu terang malam ini. Jalanan yang begitu ramai, suasana hangat menjalar malam ini.
Setelah satu harian pergi dengan Dongi dan juga dia mengantarkanku ke cafe. Begitu sampai di cafe, aku melihat keadaan cafe begitu ramai. Tiba-tiba aku merasa pandangan ku hitam dan kepala ku pusing.
"Penyakit ini kambuh lagi" batin ku
"Mbak, gak kenapa-napa kan?" ucap salah satu pegawai
"Gak apa-apa, cuma sakit kepala aja. Nanti kalau Haru datang, bilang saya di atas" ucap ku
"Baik Mbak"
Aku pun berlalu begitu saja. Sesampainya di ruangan, aku pun beristirahat. l
"Sepertinya besok aku harus periksa" pikirku
Pagi ini, tidak ada jadwal kuliah jadi aku berencana untuk datang ke rumah sakit memeriksa sebenarnya aku sakit aa.
"Mbak, Haru pergi ke kampus ya" ucapnya
"Iya, Hati-hati" ujar ku
Setelah kepergian Haru, aku juga bergegas pergi ke rumah sakit. Tidak memakan waktu lama sampai ke rumah sakit. Segera mengambil nomor antrian dan menunggu. Sebenarnya bisa saja langsung menuju ruangan sebab rumah sakit ini milik keluarga Haru tapi sudah keburu ambil nomor antrian. Setelah menunggu, akhirnya nomor antrian ku di panggil.
"Kenapa Jo?" ujar sang dokter
"Eh Mas Woyooung, ini Mas kepala Jojo akhir-akhir ini pusing dan terkadang juga pandangan Jojo jadi hitam" ucap ku
"Kita ke ruangan CT. SCAN ya"
Aku pun hanya mengikutinya dari belakang. Setelah memasuki ruangan, aku pun langsung berbaring dan mulai di periksa. Setelah semua udah selesai, aku di persilahkan kembali ke ruangan Mas Fajar. Aku pun menuggu nya
Pintu ruangan nya terbuka, menampilkan seorang berjubah putih masuk.
"Jo" panggilannya
"Ya Mas, sebenarnya Jojo sakit apa Mas?" tanya ku
"Ini" Mas Woyooung memberikan ku amplop putih dan aku pun segera membuka nya
"Kamu terkena kanker otak stadium 1 Al" ucap nya
Aku hanya diam saja
"Kamu harus segera di operasi Jo biar kanker nya tidak berkembang dan setelah itu rajin kemoterapi" ucap nya
"Gimana Jo? kamu mau kan di operasi?" tanya lagi
"Akan Jojo pikirkan Mas" ucap nya
"Harus Jo. Kamu harus segera operasi. Apa perlu mas beritahu Mama sama Papa mu" ucap nya
"Jangan Mas, beri Jojo waktu memikirkan nya. Jojo takut kejadian itu terulang lagi" ucap ku
"Jo, tolong jangan berpikir lama. Kalau ini di biarkan bisa mengakibatkan Kematian" tegas nya
Aku hanya mengangguk dan setelah itu aku pergi meninggalkan ruangnya. Aku berjalan menelusuri lorong-lorong rumah sakit. Sebenarnya aku benci tempat ini, tempat dimana orang yang aku sayang harus pergi. Jika mengingat tempat ini, mengingat kan ku kejadian 3 tahun yang lalu. Aku pun berjalan meninggalkan tempat ini. Seketika notif handphone ku berbunyi
"Jo, hari ini kita bisa ketemu. Di taman dekat cafe. Jam 4 sore ya"
Itu pesan dari Zudhi.
__ADS_1
"Ok" balas ku
Mungkin ini saat nya untuk bertemu dengan nya
Di taman
"Kim Minjoo" teriak nya dari kejauhan
Aku menoleh dan berjalan menuju dia.
"Maaf telat" ucap ku
"Nggak apa-apa kok, aku juga baru datang" ucap nya
"Ada apa?" tanya ku. Mungkin itu pertanyaan bodoh yang aku tanya kan ke dia
"Tidak ada, aku hanya ingin berjumpa denganmu" ucap nya
"Kalau tidak ada hal penting yang ingin di bicarakan, lebih baik aku pulang saja" ucap ku
Aku pun segera bangkit dari tempat duduk untuk meninggalkan dia tetapi saat itu juga sebuah tangan menarik ku.
"Aku bodoh ya, Jo" ucap nya
"Hah?"
"Aku bodoh, gak jawab pertanyaan kamu di cafe terus gak jawab pertanyaan Haru dan juga Dongi"
"Jujur, awalnya aku membenci dirimu Jo. Kenapa kamu mesti suka sama ku? Kenapa ku mesti ungkapin rasa ke aku? Kenapa mesti kamu? Waktu kamu ungkapin rasa ke aku, aku menghindar karena saat itu aku tidak mencintai mu, aku mencintai orang lain. Kenapa aku menolak mu? karena aku anggap kamu itu sahabat aku dan aku punya prinsip aku gak bakalan pacaran sama sahabatku sendiri" ucapnya
Aku hanya diam. Mendengar ucapannya dia rasanya begitu sesak
"Untuk apa aku membencimu. Padahal jelas-jelas aku menghubungi mu" gumam ku
"Maaf ya Jo, sebenarnya aku senang saat kamu menghubungi ku. Mungkin aku terlalu bodoh mengabaikan mu. Kamu tau kenapa aku datang ke kota ini? Karena aku ingin bertemu dengan mu. Aku takut nantinya aku gak bisa ketemu kamu lagi. Maaf juga, mungkin ini terakhir kali nya aku bertemu dengan mu" ucap nya
"Kamu mau kemana?" ucap ku
"Aku akan pergi ke suatu tempat, kamu gak perlu tau. Sepertinya butuh waktu lama untuk bertemu dengan mu atau ini yang terakhir. Maaf ya, kalau selama ini kamu udah nunggu ku. Maaf kalau aku gak balas perasaan mu Al, jujur aku juga mencintai mu tapi keadaan yang buat kita gak bisa bersatu Al"
"Kamu mau kemana?" ucap ku dengan tangisan
"Jangan nangis dong, Kim Minjoo yang aku kenal orang nya kuat. Sebenarnya aku ke sini hanya untuk bertemu denganmu saja. Maaf ya jo, kalau selama ini aku menyakiti hatimu. Lebih baik kamu membenci ku dari pada aku harus melihat mu terluka. Aku mencintaimu tapi kita gak bisa bersama-sama"
"Kita bisa ldr kok, aku gak apa-apa kalau kita ldr-an yang penting aku sama kamu" ucap ku
"Aku yang gak bisa, aku gak mau lihat kamu terluka lagi dan menunggu ku lagi. Jo, di luar sana banyak lelaki yang sempurna di bandingkan aku"
"Aku gak butuh yang sempurna. Aku cuma butuh kamu" pecah sudah tangisan ku
"Keadaan yang gak bisa buat kita bersama. Aku juga ingin bersama mu, menghabiskan waktu dengan mu tapi lagi lagi keadaan yang tidak bisa buat kita bersama. Melihat mu terluka lagi membuat hati ku perih, aku gak mau itu terulang lagi. Kamu mesti bahagia meskipun tidak dengan ku. Temukan lelaki yang sempurna dan tulus mencintaimu" ucapnya
"Untuk apa sempurna tapi gak bisa membuat kita bahagia. Mencintai seseorang nggak di lihat dari kesempurnaan tapi di lihat bagaimana cara dia membuat pasangan nya itu bahagia. Meskipun kamu cacat sekalipun, aku akan tetap mencintai mu. Kebahagiaan gak bisa di beli tapi di ciptakan. Meskipun dia sempurna tapi kalau dia nggak bisa menciptakan kebahagiaan buat apa?" ucap ku
"Kamu mau pergi kemana Song Mingi?" ucap ku lagi
"Aku pergi ke suatu tempat. Kamu gak mesti tau. Berjanjilah padaku, kamu harus melupakan ku dan berhenti mencintai ku. Kamu harus janji Kim Minjoo"
"Melupakan dan berhenti mencintai itu gak bisa di paksakan" ucapku
"Malam ini aku harus pergi. Mungkin ini terakhir kalinya" ucap nya
__ADS_1
Mendengar ucapannya aku pun langsung berlari dan memeluknya
"Kamu gak boleh pergi. Aku mencintaimu Song Mingi, sampai kapan pun aku tetap mencintaimu" tangis ku
"Kamu nggak boleh bilang kayak gitu. Aku menjadi merasa bersalah untuk meninggalkanmu" ucap nya
"Ya udah kamu gak usah pergi tetap di sini. Kita mulai semuanya disini"
"Nggak bisa Al, aku mesti pergi"
"Ya udah kalau gitu aku bakalan tetap nunggu kamu sampai kamu pulang untuk bertemu dengan ku" ucap ku
"Aku mesti sembuh agar aku bisa bertemu lagi dengannya" batin ku
"Nggak bisa Kim Minjoo. Kamu jangan nunggu aku. Kamu mesti cari kebahagiaanmu. Kalau kamu nunggu aku yang ada kamu makin terluka"
"Untuk apa aku mencari kebahagiaan ku kalau kebahagiaan ku ada di depan ku. Pokoknya aku bakal nungguin kamu, meskipun bertahun-tahun. Aku tetap nungguin kamu. Aku cinta sama mu Song Mingi" ucap ku
Aku pun memeluk dia begitu erat.
"Maaf kan aku Jo, aku gak bisa kasih tau kemana aku pergi dan juga alasannya. Aku gak tau kita bisa bertemu lagi apa enggak. Aku gak mau kamu terluka lagi. Aku juga mencintai mu" batin nya
Di rumah Alya
"Kim Minjoo, Mas Hanbin pulang" teriak nya
"Ini Mas bawa makanan kesukaan mu. Kamu dimana sih Jojo"
Dia pun mencari sang adik di kamarnya. Menelusuri kamar, tiba-tiba dia menemukan surat.
"Surat apa ini?" gumam nya
Dia pun membaca surat tersebut dan betapa terkejutnya dia. Seketika pintu kamar nya terbuka
"Mas Han...bin" ucapku dengan syok
"Kim Minjoo" dia pun segera memelukku
"Maaf ya Mas, Jojo gak bilang. Jojo juga baru tau tadi. Mas janji ya jangan beritahu siapa pun terutama Mama, Papa, Yunhyeong dan Haru. Jojo gak mau lihat mereka sedih" ucap ku. Tangis kami berdua pecah
"Stadium berapa Al" tanya nya
"Stadium 1 Mas" ucap ku
"Kamu mesti di operasi, Mas gak mau tau. Kalau kamu gak mau operasi, Mas bakalan bilang ke Mama sama Papa bahkan ke Haru dan Yunhyeong juga" ujar nya
Aku pun hanya mengangguk. "Aku mesti sembuh demi dia" batin ku
"Mas, Mbak, kenapa nangis?" ucap Haru
"Tadi di kamar Mbak mu ada kecoa. Haru tau sendiri kan kalau Mbak mu takut sama kecoa" ucap nya
"Maafkan Mas, Haru" batin nya
"Mbak, Haru lapar" ucap nya
"Oh ya, tadi Mas beli makanan. Ya udah ayok kita makan" ujar nya
"Jo, aku pergi ya. Jaga dirimu baik-baik. Tolong jangan nunggu aku. Aku mencintaimu"
Itu adalah pesan dari Mingi. Bagaimana pun aku tetap nunggu kamu Mingi.
__ADS_1