Akhir Cinta Abadi

Akhir Cinta Abadi
Bab 27


__ADS_3

Malam semakin larut, Dongi yang tadi temanin Seonghwa kini kembali ke ruangan Jojo sedangkan Seonghwa dia pulang.


"Jo, aku pulang ya?" ucap nya


"Jangan lah, kamu temanin aku di sini" ujar nya


"Ya ya ya"  mohon nya


"Oke"


Dia yang mendengar jawaban sahabatnya tersebut begitu senang.


"Dongi, aku rindu" ucap nya


"Aku rindu sama mu. Aku rindu lihat senja bersama mu"


"Makan nya jangan tidur aja" kekeh nya


"Pulang dari sini kita sama-sama lihat senja"


Dia pun membalas nya dengan anggukan kepala. Ada jeda beberapa menit.


"Dongi, Song Mingi kemana ya?" tanya nya


"Lah, waktu itu kalian jumpa dia nggak bilang pergi kemana?" tanya nya


"Nggak, dia gak ada bilang apa-apa. Kenapa ya dia mesti pergi lagi?"


"Apa penantian ku selama ini sia-sia? Apa aku nggak berhak bahagia ya Dong?" ujar nya


"Nggak ada nama nya menanti itu sia-sia. Dan setiap orang berhak bahagia tapi cara nya itu yang berbeda"


"Kami saling mencintai tapi kenapa kami gak bisa bersatu?" tanya lagi


"Semua itu udah kehendak sang pencipta, sama kayak aku dan dia, gak bisa bersatu padahal kami saling mencintai bahkan sekarang kami berpisah untuk selamanya. Lagi-lagi takdir yang menentukan itu semua. Kita ingin bersama dia tapi kalau dia berkehendak lain gimana? Menyalakan takdir?  Gak bisa. Takdir itu rahasia, gak ada satu pun manusia yang tau"


"Sama kayak kematian ya. Kematian juga rahasia" titah ku


"Dongi, gimana perasaan mu saat tau dia pergi untuk selama-lamanya?" tanya ku


"Jujur pas denger kabar itu, aku sebenarnya hancur dan aku ngerasa diriku itu bodoh. Bodoh karena aku terlambat membalas perasaan nya. Bodoh, kenapa waktu itu pas dia bilang kalau dia suka sama ku, aku nggak langsung jawab. Aku terlalu mementingkan ego ku. Kalau boleh aku minta sama sang pencipta, aku pengen waktu itu kembali lagi tapi sayang itu gak mungkin. Apa lagi di saat terakhir nya aku gak bisa di samping dia. Sampai sekarang rasa bersalah itu masih ada" ucap nya


"Terkadang kita harus merasakan kehilangan baru kita menyadari betapa begitu berarti nya seseorang itu. Dan juga penyesalan selalu datang terlambat" ujar ku


"Benar Jojo, sekarang aku baru menyadari nya"


"Dongi, kalau tiba-tiba ada orang yang mulai menaruh hati ke kamu. Apa yang kamu lakukan?  Membuka hati mu atau menutup nya rapat-rapat?" tanya ku dengan hati-hati


"Dan ternyata orang itu, orang yang selalu berada di samping mu. Apa yang kamu lakukan? Mengulang kesalahan itu lagi atau menerima nya?"


"Aku akan bilang ke orang itu "kita jalanin aja dulu, hati gak bisa di paksakan". Kalau memang dia benar Cinta sama kita, dia akan bertahan apa pun itu"


"Tapi kan setiap orang punya batas kesabaran nya. Menunggu itu lelah loh" ucap ku


"Aku tau tapi kalau dia bisa buat benteng itu runtuh, aku akan nerima dia. Bahkan aku akan jadi orang pertama yang selalu ngelindungi dia"


"Kenapa nanya gitu?" tanya nya


"Gak papa, aku penasaran aja hehehehe" jawab ku


"Aku mau nanya...


"Mau nanya apa?


"Isss jangan di potong. Kalau tiba-tiba ada yang bilang kalau dia suka sama mu, gimana jawaban mu?" tanya nya


"Suka belum berarti cinta kan?" kekeh nya


"Aku serius Kim Minjoo" sambil melotot kan mata nya


"Aku bakalan bilang "maaf aku gak bisa nerima kamu. Ada hati yang masih ku tunggu. Lebih baik kamu cari yang lain". Kamu tau kan aku pernah mencoba tapi tetap aja gak bisa"


"Tapi dia tulus sama mu"

__ADS_1


"Sama seperti jawaban mu, kalau dia bisa meruntuhkan benteng ini aku akan nerima dia"


"Perasaan tak terbalas itu sakit loh" ujar nya


"Iya aku tau tapi kalau di paksakan itu gak baik"


"Udah lah kok jadi bahas aku. Kamu temanin aku malam ini kan?" tanya nya


"Iya. Ya udah kamu tidur sana" ucap nya


"Hemmmm


"Kalau kamu tau orang nya Jojo, kamu pasti sangat beruntung dapatin dia. Dia begitu tulus sama mu. Kalau kamu dengan dia, aku orang pertama yang senang lihat nya. Karena aku yakin dia bakalan buat hidup mu bahagia" batin nya


Beberapa hari ini hujan turun di kota ini. Padahal kemarin dia berencana ingin lihat senja di taman rumah sakit, namun nihil, pas mau keluar ternyata hujan turun dengan deras.


Hari ini Seonghwa berencana jenguk Jo dan juga dia akan mengutarakan perasaan nya meskipun dia udah tau jawaban nya tapi gak ada salah nya di coba dulu. Setelah mata kuliah berakhir dia segera ke rumah sakit. Sampai di ruangan nya dia lihat Jojo tertidur pulas.


"Lebih baik aku nungguin dia" gumam nya


"Eh Hwa, dari tadi ya?" ucap ku sambil bangkit


"Nggak kok, aku baru datang kok" ujar nya


"Udah makan?"


"Kayak nya udah Yo" kekeh nya


"Lah, kok kayak gitu jawab nya" sebel nya


"Udah atuh Mamas Seonghwa" kekeh nya lagi


Mendengar sebutan itu dia hanya terpukau. Dia nggak nyangka kalau Jojo akan memanggil dirinya seperti itu.


"Hwa" panggil nya


"Hmmm"


"Ya ya ya ya" sambil memohon


"Oke oke , aku pinjam kursi roda dulu"


"Gak usah, aku bisa jalan kok"


"Serius?"


"Dua rius" sambil menampilkan gigi nya


Dia pun dengan spontan mencubit pipi nya dengan pelan


"Aduh, sakit tau" gumam ku


"Serius? Padahal aku cubit nya pelan kok"


"Hehehehehehe, bercanda kok"


"Seonghwa, ayok lah" bujuk nya


"Iya iya iya, bentar"


Mereka pun keluar ruangan, berjalan bersama menelusuri lorong-lorong rumah sakit. Mereka pun sampai di taman rumah sakit.


"Akhirnya hirup udara juga" ucap ku


"Kayak di ruangan nggak bisa hirup aja" kekeh nya


"Beda tau udara di ruangan sama di luar ruangan, segar lah pokok nya"


"Aku boleh jujur" tanya nya


"Boleh kok"


"Jojo, kalau ada orang yang suka sama mu. Reaksi kamu gimana?"

__ADS_1


"Ya biasa aja, dia kan suka bukan cinta. Suka sama cinta beda kali" papar ku


"Kayak nya salah nih aku ngomong" batin nya


"Maksud aku nyatain perasaan sama mu"


"Tergantung orang nya" kekeh ku


"Kim Minjoo, aku serius" tegas nya


"Kalau aku tergantung orang nya Seonghwa dan lihat orang nya juga"


"Kalau aku orang nya. Kamu akan balas?" tanya ya


"Hahahaha jangan bercanda kali" ujar ku


"Aku gak bercanda, aku serius. Jujur aku cinta sama mu . Kalau kamu tanya kapan aku mulai jatuh cinta sama mu. Jawaban ku "aku gak tau kapan rasa itu hadir. Mengalir aja gitu"


"Aku...


"Aku tau jawaban mu, kamu nungguin Song Mingi kan. Dan kamu cinta sama dia. Aku tau"


"Iss, dengerin dulu" decak ku


"Iya aku nungguin dia. Sebenarnya waktu itu aku mulai cinta sama mu, seiring berjalan nya waktu tapi pas dia kembali lagi, persaan itu datang lagi. Aku coba untuk singkirkan tapi  tetap gak bisa. Aku bingung"


"Mungkin dia itu cinta pertama mu jadi susah di lupakan tapi cinta pertama bukan berarti dia cinta terakhir"


"Maaf ya Seonghwa, aku nggak bisa balas perasaan mu. Makasih udah mau jujur sama ku" seraya memeluk nya


"Perasaan gak bisa di paksakan. Makasih  juga udah jujur sama ku Al" membalas pelukan


"Maaf Yo, aku bohong atas ucapan ku. Aku cuma takut buat mu terluka dan sakit" batin ku


"Akan ku buat benteng itu rubuh Al. Dan aku janji akan selalu buat mu bahagia" batin nya


Saat terdengar suara petir, mereka pun saling melepaskan pelukan dan  di detik itu juga, hujan pun dengan deras nya


"ayok kita masuk. Bentar lagi hujan" sambil berdiri


Alya pun memegang tangan Yoyo


"Aku ingin menikmati hujan, sebentar aja temanin aku. Aku nggak tau kapan lagi bisa menikmati ini"


Dia pun kembali duduk


"Tapi nanti kamu sakit" ucap nya


"Aku udah sakit dulu" kekeh ku


"Tenang badan ku kuat kok, cuma hujan aja. Yo, aku ingin seperti hujan" tanya ku


"Hah?"


"Aku tau banyak orang yang benci sama hujan tapi ketika dia turun semua orang menyukainya. Aku ingin seperti hujan, di benci dulu lalu di sukai. Aku ingin seperti itu"


"Makasih ya, udah mau temanin ku hujan hujanan"


dia pun tersenyum. Mereka pun menikmati hujan dengan waktu yang begitu lama.


"Kim Minjoo, ayok masuk. Kita udah lama di luar. Nanti kamu kedinginan, ini angin nya makin kencang"


"Iya iya bawel" ujar ku


Kami pun memasuki rumah sakit dan semua orang menatap ke arah kami. Mungkin mereka berpikir kami ini aneh. Kami pun tiba di ruangan.


"Ya ampun Kim Minjoo, kok kalian basah gini" tanya Dongi


"Kami habis mandi hujan. Seru kan Seonghwa. Ya udah aku ganti baju dulu. Kamu juga ya, kayaknya tadi Haru ada bawa baju, pakai baju dia aja" ucap nya


"Gimana tadi Seonghwa" bisik Dongi


"Nanti ku ceritain" ujar nya

__ADS_1


__ADS_2