Akhir Cinta Abadi

Akhir Cinta Abadi
Bab 22


__ADS_3

Setelah meminta izin dari pihak kampus, aku dan Mas Hanbin segera menuju rumah. Untuk menyiapkan keperluan ku selama operasi. Masalah ini hanya aku dan Mas hanbin yang tau yang lain nggak tau.


"Mas" ucap ku


"Maaf ya Mas kalau selama ini Jojo ngerepotin Mas" ucap ku


"Kamu gak pernah ngerepotin Mas" sambil merapikan baju yang mesti di bawa.


Setelah mengetahui masalah ini Mas Hanbin bergegas menelepon Mas Woyooung menanyakan tindakan apa yang harus di lakukan. Mendengar penjelasan nya Mas Hanbin langsung membuat janji kapan waktu operasi nya. Ya, lusa aku bakal di operasi.


"Bi, titip rumah sama Haru ya. Kalau Haru nanya Hanbin sama Jojo ada urusan di luar kota selama seminggu ya Bi" ucapnya


"Kalau Papa sama Mama pulang juga, bilang kayak gitu juga ya Bi" lanjutnya


"Baik Den, Hati-hati ya"


"Iya Bi" ucap kami bersama-sama


Setelah semuanya selesai, kami pun menuju rumah sakit. Di perjalanan aku masih memikirkan dia. "Kami dimana Song Mingi?" pikirku


"Jo, kamu kenapa?" tanya nya


"Gak papa Mas" ujar ku


"Jangan takut ada Mas di sini. Mas selalu di samping kamu, Promise"


"Makasih Mas" dengan tersenyum


"Mas, denger dari Haru katanya Song Mingi ada di sini" tanya nya


"Dia udah pergi lagi Mas" ucap ku


"Semalam kami ketemuan ternyata dia ingin ngucapin selamat tinggal. Dia pergi lagi tapi Jojo gak tau dia mau kemana. Dia nggak bilang" ujar ku

__ADS_1


"Percaya sama Mas, pasti dia datang lagi. Makan nya Jojo berusaha sembuh demi dia" ucap nya sambil mengelus kepala ku


Akhirnya kami pun sampai di rumah sakit. Setelah mengurus administrasi dan semuanya aku ngikutin prosedur yang ada.


Di rumah


"Bi, Mas Hanbin sama Mbak Jojo kemana?" tanya nya


"Oh ya Den, tadi mereka titip pesan kalau mereka ada urusan di luar kota selama 3 tiga hari" ucap Bibi


"Lah tumben Mbak Jojo ikut"


"Bibi juga gak tau Den" ujar nya


"Ya udah deh nanti Haru coba telpon Mas Hanbin"


Bibi pun hanya membalas dengan anggukan


Rumah sakit


"Halo Mas, Mas dimana?" tanya nya


"Mas, di perjalan mau keluar kota. Kenapa Haru?"


"Kok Mbak Jojo ikut?" tanya nya


"Kebetulan Mbak mu ada tugas penelitian jadi ya udah sekalian aja" ucap nya


"Oh gitu. Ya udah deh Mas, hati-hati ya" ucap nya


"Iya, Haru juga hati-hati, kalau ada apa-apa kabarin Mas atau Mas Yunhyeong. Turutin kata Bibi. Paham?"


"Paham. Ya udah Haru tutup dulu ya"

__ADS_1


Sambung telpon pun berakhir


Kicauan burung-burung bersenandung pagi ini. Matahari menyambut semesta dengan kehangatan. Di ruangan ini hanya ada kesunyian, kedua saudara tersebut masih terlelap dengan tidurnya tapi seketika salah satu handphone mereka berbunyi.


"Halo" ucap Mas Hanbin


"Halo Den, gini ada bingkisan untuk Non Alya. Kata kurir yang ngirim harus Non Alya yang nerima, jadi gimana Den" ujar nya


"Bi, kasih telpon nya sama kurir nya" jawab nya


Sambung telpon pun berpindah. Mas Hanbin pun memberitahu nya lokasi dia sekarang. Setelah sambungan terputus, kuris bergegas pergi tak lupa dia berpamitan. Setelah menuggu beberapa menit di halaman rumah sakit. Mas Hanbin mengambil paket tersebut,  tertera sebuah nama pengiriman nya.


"Makasih ya Mas" ucap nya


"Sama sama Mas" ucap sang kurir


Dia pun berlalu meninggalkan sang kurir itu dan segera menuju ruangan adiknya


"Jojo, ini ada paket untukmu" ucap nya


"Dari siapa Mas?" tanya nya


Hanbin pun memberikan kepada nya, tertera Song Mingi.


" ya udah Mas keluar dulu ya, sekalian beli sarapan" ujar nya


Aku pun hanya mengangguk menandakan bahwa aku setuju. Aku pun membuka nya dengan hati-hati.  Aku penasaran apa isi nya, setelah di buka isi nya sebuah novel yang aku inginkan selama ini dan sebuah surat.


*Dear Kim Minjoo


Hai Jo, apa kabar? Ku harap kamu baik-baik aja. Udah nerima paket nya?  Kalau sudah novel nya di baca ya. Kenapa aku bisa tau kamu mau novel itu?  Aku tau dari Yunhyeong tanpa sepengetahuan mu beberapa tahun ini aku selalu menanyakan tentang mu sama dia. Maaf kalau aku jadi pengecut gini, karena aku gak mau lihat kamu terluka lagi. Maaf aku cuma bisa kasih itu. Semoga kamu suka ya. Oh ya, aku udah sampai di tempat tujuan ku dan aku sehat-sehat aja.


Jo, maaf atas kesalahan ku selama ini. Maaf udah buat kamu terluka dan menunggu lama. Aku nggak bermaksud seperti itu. Mungkin aku lelaki bodoh yang udah sia-siakan kamu. Ketahuilah, semenjak kita komunikasi lagi, di situ aku mulai menyukai mu tapi aku nggak berani mengungkapkan perasaan ku. Aku terlalu takut dan terlalu egois karena di saat itu juga kamu menjalin kasih dengan Kang Yeosang. Aku nggak mau buat kamu terluka lagi. Mungkin dengan kamu sama Yeosang itu membuat mu bahagia (pikirku). Maaf aku nggak ada di samping mu saat kamu terluka karena dia. Jujur saat itu juga, aku ingin memeluk mu tapi apa daya jarak kita begitu jauh. Jo, sepertinya kata ku kemarin, ku harap kamu tidak menunggu ku karena aku nggak tau berapa lama aku di tempat ini dan bisa jadi kita tak akan pernah bertemu lagi. Kamu jangan nangis ya, percayalah kamu sangat berarti buatku. Kamu sudah menempati ruang di hatiku. Cinta tak harus memiliki kan Jo? Meskipun aku gak bisa memiliki mu tapi aku senang kita bisa saling kenal. Jo berjanji sama ku, kamu harus bahagia tanpa atau tidak adanya aku. Kamu harus janji Al. Aku yakin di luar sana ada lelaki yang tulus dan sangat mencintai mu. Mungkin ini udah memang takdir kita hanya sebatas seorang teman bukan sepasang kekasih. Kamu selalu bilang "kita ini hanya tokoh bukan sutradara ataupun penulis. Jalan cerita kita udah di siapkan oleh sang pencipta sebelum kita lahir. Terima dan ikhlas, jika keduanya kita jalanin yakin lah kehidupan kita akan bahagia juga. Ingat setiap orang punya kebahagiaan yang berbeda. Itu lah kuasa sang pencipta". Aku selalu ingat kalimat itu, pasti kamu bingung kenapa aku bisa tau. Itu aku tau dari Yunhyeong m. Sampai di sini ya Jojo surat nya. Aku nggak janji bisa kirim lagi apa enggak. Ku harap kamu baik-baik aja di sana. Aku mencintaimu Kim Minjoo.

__ADS_1


Dari lelaki bodoh*


Aku hanya bisa menangis membacanya ternyata selalu ini cinta ku tak bertepuk sebelah tangan. Ternyata selama ini dia mencintai ku. Kita nggak pernah tau jalan hidup kita seperti apa, yang mengetahui itu semua hanyalah sang pencipta. Jalanin dan ikhlas. Terkadang hal yang nggak pernah kita duga sama sekali itu menjadi suatu kebahagiaan untuk kita.


__ADS_2