
Chapter 01 : Aku bereinkarnasi menjadi putra Raja Iblis
Namaku Yanto, pria berumur 29 tahun, aku pria yang menyedihkan, selalu sendirian. saat aku habis membeli bahan-bahan untuk makan malam, aku melihat nenek-nenek yang mau menyebrang dan akan tertabrak oleh mobil, otomatis aku menyelamatkan nenek tersebut,
Brukkk..
dan akupun tertabrak oleh mobil, untungnya nenek tersebut baik-baik saja.
"Huuh... kehidupanku yang sangat begitu singkat, padahal aku mau membuat makan malam."
Nenek berteriak meminta pertolongan.
"Tolong!! Tolong!! Ambulan, ambulan" nenek pun panik.
"Nak, bertahanlah".
"Nek, nenek baik-baik saja?" Yanto berbicara dengan nada lemas, ia kehilangan banyak darah.
"Jangan banyak bicara nak".
Yanto pun mulai kehilangan kesadarannya, dan berkata dengan lemas seakan ia akan meninggal.
"Huhh.. jika saja aku terlahir kembali, aku ingin menaklukan dunia tersebut, hahaha..
Kalau bisa menjadi Maou mungkin menarik.
Maou adalah (Raja Iblis) dalam bahasa Jepang.
Ambulan pun datang, sayangnya nyawa Yanto sudah tidak bisa terselamatkan.
Yanto pun terbangun, yang entah tak tahu di mana ia berada.
"Di mana aku, ruang tidur yang begitu besar, apa ini istana, seharusnya aku sudah mati, tunggu-tunggu," ia melihat tangannya dan kebingungan dengan ukuran tangan dan tubuhnya yang kecil, seperti anak berumur 7 Tahunan, ia pun melihat dirinya di cermin dan ia pun terkejut dengan tanduk kecil yang ada di kepalanya.
"Apa ini, tanduk?" Ia pun terkejut dan berusaha untuk mencabut tanduknya tersebut yang ia sangka hanya sebuah bando rambut, ternyata itu tanduk beneran.
"Pangeran Azazel, anda sudah bangun Pangeran?"
"Pangeran? kalau aku pangeran berarti aku anak Raja? Haha... tidak mungkin, dan Azazel berarti nama aku yang sekarang" ucap ku dalam hati.
"Ia nampaknya seoarang asisten."
"Iya aku sudah bangun dari tadi", aku pun berusaha memahami situasi.
"Sarapan sudah siap Pangeran, cuci muka dan cuci tangan terlebih dahulu"
"Iya iya."
Sesudah cuci tangan dan muka, aku pun langsung pergi ke ruang makan untuk sarapan, nampak nya di sana ada 3 orang yang tentunya bukan manusia, Azazel pun berusaha mengingat ingatan yang ada di dalam tubuh barunya tersebut, nampaknya ia ingat bahwa di depan sana ada ayahanda, ibunda dan adiknya.
__ADS_1
"Se-selamat pagi kakak" ucap si adik.
"Ahh selamat pagi juga" aku pun melihat ke arah adiku dan tersenyum, ia nampaknya pemalu.
"Selamat pagi Azazel" ucap ibunda.
"Selamat pagi juga ibunda."
"Cepat sarapan, sehabis sarapan kita latihan, Kamu akan meneruskan Takhta ayah mu ini, kamu akan menjadi Raja Iblis berikunya Putraku, kamu harus sehebat ayah" ucap ayahanda.
"Raja Iblis?" Raja iblis, yang benar saja, yang ku ucapkan pas waktu itu jadi kenyataan" ucap Azazel dalam hati.
"Siap laksanakan."
Ayahanda Azazel adalah Maou (Raja Iblis), yang bernama Lucifer, nampaknya ia adalah sosok Maou yang sangat sadis, tapi saat ia bersama dengan keluarganya ia terlihat begitu penyayang, baik, mungkin kalau salah satu dari keluarganya terbunuh mungkin ia akan menghancurkan dunia tersebut, Seram nya..
Ibunda Azazel bernama Veela, entah, masih belum di ketahui kenapa Veela bisa membuat Raja Iblis yang Sadis ini takhluk olehnya. Nampaknya ia Ibunda yang sangat-sangat baik, perhatian, sempurna pokoknya.
Adiknya Azazel Bernama Lamia, nampaknya ia sangat sayang sekali sama kakaknya itu, ia adik yang sangat manis, semanis gula bahkan lebih manis, madu pun kalah manis, ia adik yang baik, pemalu, dan penyayang.
Sesudah sarapan, latihan pagi pun di mulai, Azazel belajar Sihir dari ayahnya.
"Putraku hari ini kita latihan Sihir pemanggil" ucap ayahanda.
"Sihir?" Ada Sihir kah... ya jelaslah aku kan iblis." ucap Azazel dalam hati.
"Yosh, pokus, alirkan Mana mu, pusatkan ke kedua tangan, Sudah mengalirkan mana ke kedua tangan ucapkan, SUMMON!" Sang ayah pun berhasil memanggil Monster.
"Tuanku, Ada perlu apa anda sampai memanggil saya?" Tanyanya.
"Tidak ada, aku cuma mengajari anakku cara menggunakan Sihir Summon."
"Oh begitu tuanku, kalau begitu aku juga ingin melihat monster apa yang akan tuan Azazel panggil.
Penjelasan tentang sihir Iblis Summon, atau memanggil Monster, setiap Monster mempunyai level yang berbeda-beda, dari level 0 sampai 10, yang tentunya selesai memanggil si pemanggil tersebut harus menjinakan monster tersebut dan menjadikannya sebagai Rekan. Karena Maou (Raja Iblis) sudah melakukan penjikan jadi gak ada masalah.
"Wahh... ayahanda hebat, Azazel tak sabar ingin mencoba."
"Ohh iya ayah lupa bilang, setelah kamu berhasil memanggil monster kamu harus menjinakannya, sesudah menggunakan sihir Summon kamu harus menggunakan sihir "benign," karena ayah sudah menjinakannya jadi tidak perlu lagi."
"Begitu ya, kalau begitu aku mulai, Pokuss,
alirkan Mana, pusatkan ke kedua tangan, SUMMON!"
Azazel pun berhasil memanggil monster yang berlevel 10 bahkan lebih tinggi dari ayahnya, ayahnya dan monster yang ayahnya panggilpun sampai kaget dan terheran-heran.
"Azazel mundur, berbahaya."
"Naga kah tapi bukan," ucap Azazel.
__ADS_1
Monster yang Azazel panggil tersebut berkata.
"Ho... ada Maou rupanya, anda memanggil saya?" Tanya Monster.
"Maaf bukan saya, tapi putra saya Azazel," jawab Maou.
"Jangan bercanda, masa anak kecil bisa memanggil saya, untuk memanggil monster kelas atas harus mempunyai mana yang sangat begitu banyak," monster pun kebingungan.
"Kalau tidak percaya, putraku cepat pakai sihir penjinak yang ayahanda ajarkan tadi," titah Ayahanda.
"Baik, BENIGN, sudah ayahanda."
"Berhasil putraku, kamu memang berbakat, di umurmu yang sekarang, kamu bahkan mempunyai kekuatan yang begitu hebat."
Monster yang di panggil Azazel pun berkata.
"Tidak mungkin... aku di jinakan semudah itu, Baiklah, ku terima kau sebagai Tuanku, Perkenalkan namaku, Hydra."
"Mohon kerjasamanya ya." ucap Azazel.
"Iya, Tuanku." Jawab Hydra.
"Ho... ada Ogre." Ucap Hydra.
Ogre adalah Monster yang di panggil oleh Raja iblis.
"Yoo.. Hydra, kita beruntung ya mempunyai Tuan yang begitu hebat, haha.." ucap Ogre.
"Yaa, bosen hidup sendiri," jawab Hydra.
Ibunda dan Si adik pun datang.
"Azazel, Sayang, makan siang sudah siap!"
"Ka-- kanda, ayahanda makan siang sudah siap," mukanya memerah sambil tersipu malu.
"Iyaa ibunda, Lamia" jawab Azazel.
"Ayahanda ayo"
"Ayo" jawab ayahanda.
"Ayahanda monsternya gimana" tanya Azazel.
"Mereka bisa masuk ke dalam tubuhmu kalau kamu suruh" jawab Ayahanda.
"Oh begitu, Hydra masuk"
"Baik Tuanku" jawab Hydra.
__ADS_1
Azazel pun makan siang bersama keluarganya, dan ia pun berhasil menjinakan monster yang bernama Hydra, Azazel juga berusaha agar ayahnya, ibunya, dan adiknya tidak curiga kepadanya bahwa Azazel yang mereka kenal sudah tidak ada lagi, Azazel juga mempunyai beberapa ingatan di tubuhnya ini, dan memulai hari barunya sebagai putra Raja Iblis di dunia barunya ini.