
Chapter 27 : Takdir yang sangat kejam
"Kalian saling kenal ?" Tanyaku pada Deus.
"Iya tuan, aku adalah iblis dari dunia yang berbeda, jauh di bawah sana, saya Raja Iblis di sana, tapi saya mulai bosan dengan apa yang saya punya, jadi saya putuskan untuk meninggalkan dunia iblis saya, dan saya menemukan dunia yang menarik, itu adalah dunia Raja Iblis di mana Lucifer berada, saya bertarung dengannya, jika menang akan menguasai dunia ini, tapi hasilnya seimbang, kami sama-sama terluka, energi sihir kami juga habis, Lucifer ingin berteman dengan saya, kami menghabiskan ratusan tahun di dunia itu, tapi Lucifer ingin menghancurkan dunia manusia, sebelum menghancurkan dunia manusia dia memutuskan untuk ke alam para Dewa Dewi, kami saling membantai Dewa dan Dewi di sana, ada satu Dewa yang tidak bisa kami kalahkan, yaitu Dewa Artemis, kami berdua bertarung melawan Dewa Artemis, tapi entah kenapa Lucifer menyerangku, aku terpental oleh serangan Lucifer, aku bertanya kepadanya,
"Kenapa kau menyerangku Lucifer," Lucifer menjawabnya.
"Aku adalah Raja dari segala Raja Iblis, aku hanya memanfaatkanmu selama ini," dia tertawa dan menambahkan kata,
"Dengan membunuh banyak Dewa, sekarang kekuatanku tidak ada tandingannya," setelah itu dia menghilang dari hadapan saya, kemudian saya di segel oleh Dewa Artemis, di dalam segel itu saya hanya melihat ingatan saya yang penuh pembantaian, membunuh banyak orang, membuat bencana bagi dunia manusia, pada waktu itulah saya sadar dengan perbuatan saya selama ini, setelah saya melihat anda, saya ingin sedikit membantu anda untuk mengalahkan Raja Iblis, sekuat apapun dia, saya yakin Tuan pasti bisa mengalahkannya."
"Deus, ya... aku pasti mengalahkannya," aku mengatakannya dengan bangga, dan aku menambahkan kata,
"Ayo kita ke Kastil Raja Iblis."
"Baik tuan."
Kami berlima menuju Kastil Raja Iblis menggunakan ruang teleportasi, tentunya kami kembali lagi ke wujud kami yang sebenarnya, sesaat tiba di kastil, para prajurit menghampiri kami.
"..." para prajurit itu hanya terdiam melihatku, mungkin mereka melihat aura mengerikanku jadinya mereka tidak bisa berkata apa - apa,
"Apakah Lucifer ada di sini ?" Tanyaku kepada prajurit.
"Tu-tuan Raja Iblis Lucifer, sedang me-menuju k-ke dunia ma-ma-manusia."
"Apa katamu, sial," aku harap tidak terjadi seperti dulu.
Setelah mendengar perkataan dari prajurit itu, kami langsung menuju ke dunia manusia.
Aku harap Siela dan Arselia baik - baik saja, itu yang ku harapkan, tapi kerajaan Aveldia hanya terlihat lubang yang sangat besar hingga membentuk kawah dan Lava yang keluar di sekitarnya.
__ADS_1
"Ini bercanda kan, hei... ini bercandakan ?" aku melihat ke arah rekanku dan bertanya demikian sambil memasang wajah sadis, Deus menjawabnya,
"Tuan Axelle," percuma Tuan Axelle sudah tidak bisa di hentikan, Lucifer, kau sudah membuat makhluk yang tidak boleh kau buat marah, apa yang akan terjadi setelahnya dengan dunia ini.
Aku mengeluarkan energi sihir yang sangat amat mengerikan, amarahku, kebencianku, demdamku, sudah tidak bisa ku tahan, saat ini aku benar - benar ingin membunuh Lucifer.
"Lagi - lagi takdir ini begitu kejam, lagi - lagi orang yang aku cintai di renggut kembali, aku tidak bisa mengeluarkan air mataku, apa karena hati iblis ini," aku menghela napas dan tertawa,
"Sekejam apapun takdir ini, akan ku hadapi, setelah pertarungan ini selesai, aku akan memutar ulang waktu dunia ini, dan setelah itu aku akan membuat semua Iblis patuh kepadaku, ya haha..."
Rekanku hanya terdiam melihatku.
Aku menghilang dan meninggalkan rekanku, aku menuju ke tempat Lucifer berada, dia berada di Kerajaan Bremodam, ia sedang terbang tepat di atas kerajaan Bremodam, dan ingin menghancurkan kerajaan ini.
"Lucifer, kau bahkan berencana menghancurkan kerajaan Bremodam."
"Ah... aku membuat kerajaan Aveldia menjadi lubang besar, indah bukan ?" Dia tertawa jahat.
"Jadi, kau mau cara mati seperti apa, di tusuk, di hancurkan, atau-" Lucifer memotong perkataanku.
"Untuk sekarang aku akan menghancurkan kerajaan ini."
"Jangan bercanda, kau bahkan tidak memiliki hati."
"Karena aku iblis," Lucifer sedang mengumpulkan energi sihir yang sangat besar, dia benar - benar ingin menghancurkan kerajaan Bremodam.
"Kau benar - benar membuatku marah, kau membunuh manusia tidak berdosa, kau tidak akan ku maafkan," aku harus menghentikan rencananya untuk menghancurkan kerajaan ini,
"Demon Magic, level 10, Dark fire cannon."
Untungnya aku berhasil menghentikan rencananya, dia terkena seranganku dan tangannya hancur, tapi tangannya beregenerasi kembali.
__ADS_1
"Sial, kau menggangguku, hanya sedikit lagi, sedikit lagi aku akan mendapatkan kekuatan yang sangat amat besar," dia tertawa dan berkata demikian dengan wajah sadis nya.
Aku mempunyai pirasat buruk tentang rencananya itu, apapaun caranya aku harus segera membunuhnya.
"Demon magic, tingkat 10, HELL GATE."
Aku menggunakan jurus tersebut, seketika awan berwarna hitam, terlihat kilatan cahaya yang menyambar, diikuti suara gemuruh yang keras, aku memunculkan sebuah gerbang yang sangat besar di atas langit dan gerbang itu menuju ke arah Lucifer, gerbang itu terbuka, dan mengeluarkan sebuah rantai, rantai - rantai itu mengikat Lucifer, kemudian rantai itu menarik dan memasukan Lucifer ke gerbang tersebut, dan aku menutup gerbang itu.
Jurus ini sedikit berbeda dari sebelumnya.
"Dengan ini pasti dia sudah mati di dalam gerbang itu,"
Gerbang besar itu akan kembali ke tempatnya, tapi sebelum kembali, gerbang itu di hancurkan oleh Lucifer.
"A-apa,"
"Kau terkejut, sudah kubilang aku tidak akan mati dengan cara apapun," Ucap Lucifer, dia tertawa jahat dan menambahkan kata,
"Mau beradu pedang ? Keluarlah Dark Sword, kau mempunyai pedang cahaya bukan ?" Lucifer mengeluarkan pedang kegelapan,
"Ya, kenapa kau memutuskan untuk beradu pedang ?" Tanyaku.
"Kau harus menang, jika kau kalah aku akan menghancurkan kerajaan ini kemudian menghancurkan dunia ini," ucap Lucifer dengan senyuman sadis.
Aku tidak yakin akan menang, dia hidup sudah ribuan tahun bahkan mungkin puluhan ribu tahun, jika aku kalah, dia akan terus menerus Berevolusi, itu tidak akan kubiarkan, aku harus menang.
"Baiklah kuterima tantanganmu, jika kau kalah, kau harus meninggalkan dunia ini, dan jangan pernah menunjukan diri kau lagi."
Aku berubah ke mode Dewa ku, sayap putih berada di punggunggku, dalam mode Dewa ini, kebencian, amarah, dendam, semuanya seketika menghilang, hati ini bear - benar suci.
"A-apa, kau benar - benar mempunyai kekuatan dewa... aku bercanda, itu tidak seberapa, sepertinya kau belum sempurna, membosankan." ucapnya demikian, mendengar perkataannya, aku sadar, bahwa kekuatan dan pengalaman ku sangat jauh sekali dengannya.
__ADS_1
Aku dan Lucifer turun ke tanah, dan bersiap untuk beradu pedang.
Sayap putih yang ada di punggungku seketika menghilang saat menyentuh tanah.