
Chapter 28 : Awal dari akhir, akhir dari awal
Pertarungan mempertaruhkan dunia di mulai, aku memegang pedangku dengan kedua tanganku, sementara Lucifer memegang pedangnya dengan satu tangan kanannya, Lucifer hanya diam dan sedang menunggu seranganku,
Aku menyerangnya dari arah samping tapi dia menahannya, aku terus menerus menyerangnya dari arah manapun, tapi dia tetap menahannya dengan tenang,
Gilirannya yang menyerang, dia mengayunkan pedangnya, berhasil kutahan tapi aku terpental, Lucifer berkata.
"Ada apa, hanya segitu kah kemampuanmu ?"
"Cih, Light sword slash." Aku menggunakan jurus tersebut dan mengarahkannya ke arah Lucifer, tapi dia menahannya dengan jurus pedang kegelapannya.
20 menit berlalu, kami hanya menyerang dan menahan, aku sedikit terluka, Lucifer pun sama, pertarungan kami berakhir dengan seimbang.
"Seharus nya kau menggunakan kedua tangan kau Lucifer."
"Kau yakin, baiklah."
Pertarungan kedua di mulai, dia menggunakan kedua tangannya, satu tangan saja sudah membuat ku kewalahan, aku harus pokus,
Lucifer mengayunkan pedangnya ke arah kepala ku,
TING....
tapi berhasil aku tahan,
Dia kembali mengayunkan pedangnya ke arah samping, dan ku tahan kembali, aku terpental beberapa meter karena ayunan pedangnya.
Kami saling beradu pedang, walaupun aku beberapa kali terpental jauh, tapi aku berhasil membuatnya sedikit terpojok, aku melihat sedikit celah, dan ku maanfaatkan kesempatan itu, aku berhasil membuat pedangnya terbang dan terlempar cukup jauh.
"Yah kau hebat Axelle." Ucap Lucifer
"Aku tidak butuh pujian kau, aku menang, kau harus pergi dari dunia in-," Lucifer memotong perkataanku,
"Kau pikir aku akan menuruti permintaan mu itu," Lucifer tertawa jahat kembali,
"A-apa."
"Pertarungannya belum selesai, kau harus membunuhku, atau aku yang akan membunuhmu,"
Freya, Vera, Arselia, Siela, Tera, Pernando, aku akan membalaskan dendam kalian, ini akan menjadi pertarungan mempertaruhkan dunia, jika aku kalah, dunia ini akan hancur, setelah berpikir akupun menerima tantangan Lucifer.
"Baiklah, ....tadi aku baru pemanasan, ya... pertarungan tadi lumayan." Ucapku.
__ADS_1
"Bicara apa kau ini, kau belum serius ? ah... jadi kau menyembunyikan kekuatan kau ?"
"Tepat sekali, mari kita lihat siapa yang lebih kuat," aku menggunakan mode Raja dari segala Raja Iblis, energi sihir yang sangat melimpah, serta aura yang sangat mencekam.
"A-apa, kau mempunyai Sihir yang sama seperti Asmodeus,"
"Ya... aku bisa menyalin seratus persen Sihir, dan bisa menggunakannya seratus persen."
"Jangan bercanda, mana mungkin ada makhluk seperti itu."
"Ada, di depan kau," aku tertawa jahat dan berwajah sadis, aku berpikir bahwa sudah saatnya aku menggabungkan ke dua kekuatan ini.
Aku menggambungkan Mode Raja Iblis dan Mode Dewa, alhasil tubuh ku yang kiri mode Iblis, dan tubuh ku yang kanan Mode Dewa, sayap putih dan sayap hitam berada di punggungku.
"De-dewa Raja Iblis, ka-kau melewati hukum alam, itu tidak mungkin."
"Hei... Lucifer, apa kau pernah merasakan, seseorang yang kau cintai, di bunuh dan di hancurkan begitu saja, coba bayangkan."
"Ka-kau berbeda dari sebelumnya,"
"Kau tidak mendengarkan ku, ah... Ini, ini adalah kekuatan orang - orang yang kau bunuh, IBLIS, aku juga iblis, ah biarlah, jadi mau bertarung ?"
"Hehe... tunggu dulu, aku akan menuruti semua permintaanmu Tuan Axelle,"
"Bicara apa kau ini, mau merasakan kekuatan sihir yang mana, yang kiri atau yang kanan," ucapku.
"Jadi kau mau keduanya, baiklah....
....The light darkness of despair."
Lucifer terkena seranganku, dia hanya bisa terdiam dengan seranganku itu,
"Sudah mati kah, itu jurus terendah lho,"
"De-dewa Raja Iblis Axelle, Hu-hukumlah saya, dan masukanlah saya ke dalam neraka terdalam," ucap Lucifer demikian.
"Baiklah, sesuai permintaan mu, aku akan mengirim mu ke surga," ucap diriku yang kanan, dan diriku yang kiri membantah,
"Oi, kenapa ke surga,"
"Karena dia mengakui kesalahannya,"
"Aku tidak bisa menerimanya,"
__ADS_1
"Diriku yang kiri, apa kau mau ke neraka ?"
Diriku berbicara sendiri dan berdebat.
"Sudah cukup," yang tadi itu apa ya, itu bukan aku yang berkata, aku tidak peduli, untuk sekarang aku harus menyelesaikan masalah ini,
"Lucifer."
"Siapa aku ? aku di mana ?"
Ada apa dengan dirinya, apa karena serangan sihir ku tadi, tidak. Dia melarikan diri, apa itu sihir penukaran tubuh dan jiwa, sial aku tidak bisa menggunakan jurus shadow ku, berarti dia sudah tidak ada di dunia ini dan di Kastilnya, kemana perginya dia."
Aku kembali ke wujud manusiaku.
"Kamu berada di luar kerajaan Bremodam, kamu kesana saja masuk ke kerajaan, aku ada urusan."
"Ba-baik,"
Aku menyuruh orang itu untuk masuk ke kerajaan, sementara aku menuju ke suatu tempat, aku berubah kembali ke mode Dewa Raja Iblis ku, aku menggunakan mode Dewa Raja Iblis ini, yang kunamai dengan Dewa Iblis, ada satu alasan untuk menggunakannya lagi, ya... satu alasan, yaitu menghidupkan kembali wanita yang ku cintai.
"Ku harap berhasil,"
Aku menggunakan sihir tubuh kiriku dan aku membuat 4 tubuh yang tidak bernyawa, tapi ke empat tubuh ini normal dan sehat,
Selanjutnya aku menggunakan tubuh sihir kananku untuk memanggil Roh dan Jiwa ke 4 wanita ini, dengan di gabungkannya Sihir Dewa dan Iblis ini, aku akan menggunakan sihir untuk menghidupkan kembali mereka.
"Resurrect." Aku menggunakan sihir pembangkit, terlihat lingkaran sihir yang di mana ke empat tubuh itu menjadi pusatnya, selanjutnya cahaya menyinari ke empat tubuh itu, cahayanya sangat terang, angin tertiup sangat kencang, langit yang tadinya mendung sekarang terlihat sangat cerah, cahaya matahari pun menyinari ke empat tubuh itu,
"Sihir pembangkit berhasil di gunakan, sekarang hanya menunggu hasil," setelah aku menunggu sekitar setengah jam, tiba - tiba, ke empat tubuh itu bergerak, dan bangkit kemudian duduk,
"Loh, bukannya aku sudah mati," yang berkata adalah Arselia, ia terlihat imut seperti terakhir yang ku lihat,
"Di mana aku," dia Siela seorang bangsa elf, sepertinya dia masih kebingungan dengan situasinya.
"Aku pasti lagi mimpi kan," yang berkata adalah Freya, dia melihat ke arahku dengan air matanya yang berjatuhan.
Dan yang terakhir Vera,
"Aza- Axelle, apa itu kamu, wujud kamu itu, kamu menghidupkan kami kembali," Vera berlari ke arahku dia menangis dan memeluku sangat erat,
Freya, Siela dan Arselia juga memelukku sangat erat, sampai - sampai aku terjatuh ke tanah, aku hanya bisa terdiam dan tidak bisa berkata apa - apa, huh... syukurlah berhasil. Aku kembali lagi ke wujud manusiaku.
"Aku senang kalian bisa kembali lagi," aku menangis dan itu sangat sedih, aku tidak bisa berhenti dari tangisan ini, ke 4 gadis ini juga menangis.
__ADS_1
"Aku juga senang bisa di sisimu lagi Axell, maafkan aku ya kare--," ucap Arselia, aku memotong perkataannya,
"Kamu tidak perlu minta maaf, ini semua salah aku, tolong..., ijinkan aku untuk berminta maaf kepada kalian," aku berlinang air mata.