Aku Bereinkarnasi Menjadi Putra Raja Iblis

Aku Bereinkarnasi Menjadi Putra Raja Iblis
Yang belum pernah kurasakan


__ADS_3

Chapter 19 : Yang belum pernah kurasakan


Lagi - lagi aku menyelamatkan kota sekaligus kerajaan ini, sebaiknya aku harus segera meninggalkan Kerajaan ini, karena mereka pasti sudah tahu bahwa aku ini adalah iblis.


"Apa kalian baik - baik saja ?"


Aku menggunakan telepati untuk menghubungi rekanku.


"Saya baik-baik saja tuan."


"Syukurlah, sebentar akan ku kembalikan kalian ke kota ini, Demon Magic, tingkat 3 Shadow back."


Semua orang pun kembali ke kota ini.


"Xell kamu tidak apa - apa kan." Ucap khawatir Siela.


"Aku tidak apa - apa kok."


"Syukurlah."


"Tuanku sebenarnya tadi itu gerbang apa." Tanya Kaila.


"Ah itu ya, jurus baru, entah aku juga tidak tahu bahwa aku mempunyai jurus tersebut, seakan ada orang yang membisikanku."


Mungkinkah pemilik tubuh ini sebelumnya ataukah, selagi aku memikirkannya Hydra pun berkata.


"Saat anda menggunakan jurus tersebut, saya merasakan energi sihir yang sangat mengerikan."


Sebaiknya aku harus mengurangi penggunaan sihir iblis ini.


Terdengar suara warga kota.


"Te-terimakasih tuan pahlawan karena telah menyelamatkan kami."


"Axell, lagi - lagi kau menyelamatkan Kerajaan ini." Ucap Tiara.


"Itu sudah menjadi kewajibanku, aku harus meninggalkan Kerajaan ini, aku tidak mau lagi menimbulkan masalah."


"Tetapi, kau baru saja beberapa hari di Kota ini."


"Kalau aku terus - terusan di sini, akan ada banyak masalah menghampiri Kerajaan ini, tidak perlu khawatir, kalau pun ada serangan seperti itu lagi, aku akan segera menyelamatkan kerajaan ini."


"Baiklah kalau kamu bersikeras ingin segera meninggalkan kerajaan ini, aku tidak bisa menghalangimu."


"Kalau begitu aku pamit, ku titipkan rumahku kepadamu Tiara, ini kuncinya."


"Baiklah hati - hati di jalannya."


"Yaa."


"Tuan pahlawan, jaga diri anda baik - baik dan teramaksih sudah menyelamatkan kami." Ucap suara para warga.


"Iyaa."


"Ayo kita ke kerajaan selanjutnya."


"Baik tuanku."


"Baiikkk."


"Okee."


Kami berempat pergi meninggalkan kerajaan Bremadom.

__ADS_1


Kami berjalan kaki menuju kerajaan selanjutnya, karena hari sudah gelap kami pun berkemah.


"Kaila buatkan teh untuku."


"Baik tuan."


"Hydra, Tie, Siela, kalian boleh tidur kok, aku yang menjaga malam ini."


"Tapi."


"Udah kalian tidur saja, pasti lelahkan."


"Baiklah."


Mereka bertiga pun tidur, aku malam ini berduaan bersama Kaila yang sedang membuatkan teh."


"Ini tehnya tuan."


"Terimakasih."


"Sama - sama tuan."


Aku menyeruput teh ini sambil menatap wajah kaila.


"Tuan ada apa."


"Ah... teh ini manis, lihat kamu tehnya tambah manis."


"Tu-tuan itu memalukan."


"Maaf - maaf." Aku tertawa kecil.


Terasa keheningan di antara kami, aku berusaha mencari topik.


"Hari ini dingin ya."


Aku dan kaila berada di depan api unggun, kaila yang sedang menatap langit yang di mana bintang - bintang berjatuhan, itu terlihat sangat indah.


"Indahnya, tuan lihat ke atas."


"Wah iya."


Aku dan kaila menatap langit bersama, aku baru pertama kalinya melihat bintang seindah ini, terdengar suara Kaila menguap.


"Kamu ngantuk Kaila."


"Ah tidak tuan."


"Kamu boleh tidur kok, aku masih belum ngantuk."


"Baiklah tuan, tuan jangan lupa istirahat."


"Iya, selamat malam."


"Selamat malam juga."


Kaila yang mengantuk dia pun tidur, dan yang tersisa hanya aku yang masih menjaga malam ini, karena kami tidur di tempat yang terbuka, akupun menjaga malam ini, kalau tidur semua, takut nya ada sesuatu yang menyerang.


Terdengar suara langkah kaki, monster kah, binatang buas kah, goblin ?


Dan ternyata yang muncul adalah.


"Raisela kenapa kamu ada di sini."

__ADS_1


Raisela adalah Putri ke 3 Raja, dari kerajaan Bremodam


"Kamu lupa, kamu di suruh milih salah satu putri ayahanda, tapi kamu tidak memilih satu pun dari kami."


"Ah maaf, jadi kamu yang memilih aku."


"Ja-jangan salah paham ya, a-aku ke sini bukan berarti aku memilih mu atau menyukaimu."


Tipe stundere, iyain aja lah dari pada ribet.


"Oh begitu, ini pakai jaket ku, kamu pasti kedinginankan." Aku memberikan jaket ku kepada Sela.


"Terimakasih Axell."


Dia pun duduk di sampingku yang di mana dia terlalu dekat denganku.


Kamu terlalu dekat tadi nya mau betkata itu tapi ku buang.


"Kamu kedinginan Sela."


"Iyaa, aku berlari mengejarmu akhirnya aku menemukanmu juga."


Tekad yang kuat, dan ia menambahkan kata.


"Tadi aku mampir ke rumah kamu tapi ternyata tidak ada, dan setelah aku bertanya, kamu pergi meninggalkan kerajaan Bremodam, aku langsung mencarimu, kamu lagi - lagi menyelamatkan kerajaanku, ku ucapkan terimakasih."


"Itu sudah menjadi kewajibanku, maaf ya aku tidak bilang dulu, tapi kamu yakin ingin mengikuti perjalanan ku."


"Aku tidak peduli, selama aku bersama mu aku yakin baik - baik saja."


Bisa jujur juga putri satu ini.


"Apapun yang terjadi aku pasti akan melindungimu Sela."


"Axell.... terimakasih." Ia tersenyum manis, baru pertama kali aku melihatnya tersenyum dengan tulus.


Walaupun terbilang masih muda tapi di lihat dari sikapnya dia tidak seperti anak pada umumnya.


"Mau ku buatkan teh ?" ucakpu


"Ah boleh."


Aku dan Raisela menghabiskan malam bersama, bercerita banyak hal, dan sepertinya hubunganku dengannya terbilang cukup baik, yaa... walaupun aku belum pernah berpacaran di dunia ini, berada di samping wanita cantik pun itu sudah lebih dari cukup.


Hari pun berganti pagi.


"Sudah pagi kah," tanganku merasakan sesuatu yang lembut, kelembutan yang belum pernah kurasakan sebelumnya, setelah ku lihat ternyata itu adalah Raisela yang tidur di sebelah kananku, aku tidak sengaja menyentuh dadanya.


"Gawat." Dan tangan kiri ku juga menyentuh sesuatu yang besar dan juga lembut itu ternyata Siela, dada elf boleh juga.


"Tidak tidak tidak, aku harus segera pergi dari surga ini."


Bahkan pergi dari tempat aku tidur pun susah, sampai - sampai aku harus menggunakan teleportasi.


Kenapa ada 4 wanita di situ, perasaan semalam aku tidur sendiri, astaga.


"Hydra, dia tidak ada di sini, kemana perginya dia.


"Tuanku, aku bawakan banyak ikan, kita sarapan dengan ikan."


"Wah..... ayo kita bakar."


Setelah aku dan hydra membakar ikan, Kaila, Siela, Tie, dan Raisela pun bangun.

__ADS_1


Aku baru sadar wanita - wanita ini namanya hampir sama.


Sesudah sarapan kamipun melanjutkan perjalanan kami menuju kerajaan selanjutnya.


__ADS_2