Aku Bereinkarnasi Menjadi Putra Raja Iblis

Aku Bereinkarnasi Menjadi Putra Raja Iblis
Gelar


__ADS_3

Chapter 24 : Gelar


"Jangan - jangan kau adalah I-iblis kuno ?!"


Gawat aku kehilangan kesadaran, Iblis Kuno ? Apa maksudnya, gawat, aku tidak bisa mengendalikan tubuh ini, aku pun tenggelam di dalam kegelapan.


"Ya... kau benar sekali, aku adalah Iblis Kuno, sang pembunuh Dewa, di saat aku ke alam dewa aku membunuh satu persatu dewa yang ada di sana, tapi ada satu dewa yang tidak bisa kukalahkan, akupun di segel oleh Dewa yang bernama Artemis," Iblis yang telah mengendalikan tubuhku tertawa jahat, suara tawa itu membuat keputusasaan yang mendengarnya, dan iblis yang mengendalikanku menambahkan kata.


"Namaku Asmodeus, Raja dari segala Raja Iblis, akhirnya aku bisa bangkit kembali, pertama - tama, siapa yang menyuruh monster - monster untuk kemari ?" Dia mengendalikan tubuhku, aku tidak bisa mengendalikan tubuhku.


"Tuan Raja Iblis Lucifer yang menyuruh ku untuk membunuh Kau."


"Lucifer menyuruh kau untuk membunuhku ? Ah... membunuh Axelle kah, itu tidak akan kubiarkan."


"Kenapa kau melindunginya ?"


"Aku tertarik kepadanya, dia berjuang mati - matian demi teman - temannya, baru pertama kali aku melihat orang sepertinya, dia mempunyai mimpi, dia ingin iblis dan manusia bisa hidup dengan damai, aku selalu memperhatikannya, tubuh ini mempunyai 3 Jiwa, Jiwa pertama Azazel, Putra dari Lucifer, Jiwa ke dua Axelle dia mati di dunia sebelumnya dan bereinkarnasi ke dunia ini, dia menempati tubuh ini untuk bereinkarnasi, Jiwa ke 3, Aku, aku juga bereinkarnasi, aku menempati tubuh ini di waktu yang sama seperti Axelle, tapi aku lebih memilih untuk melihatnya menjalani kehidupannya yang baru, sudahi dulu ceritanya, mari kita selesaikan."


"Aku sebaiknya harus pergi dari sini, kalau aku tidak pergi aku akan dibunuh olehnya." Ucap Jevyr.


"Mau kabur kah ? Kau tidak akan ku biarkan kabur, dark light of death."


Iblis bernama Jevyr seketika mati terkena serangan dari Asmodeus, dan puluhan ribu monster ikut menghilang bersamanya.


"Gelap sekali." Aku melihat seseorang yang menghampiriku.


"Yo... Axelle, namaku adalah Azazel." Ucapnya demikian.


"Azazel ?"


"Ya aku Azazel, putra dari Lucifer, maaf kan ayahku karen-." Aku memotong perkataannya.


"Seharusnya aku yang berminta maaf, karena aku telah bereinkarnasi ke dunia ini dan mengambil tubumu." Ucapku.


"Kau tidak perlu meminta maaf, ini sudah takdir kita bertiga." Ucap Azazel.


"Bertiga ?"


"Ya, selama ini aku dan Asmodeus selalu mengawasimu, telah banyak yang terjadi ya."


"Ya begitulah, kamu boleh kok kembali ke tubuhmu, aku rasa hidupku sampai di sini saja." Ucapku.


"Masih ada cara kok."


"Cara ?"


"Ya cara agar ke 3 jiwa ini bisa ke tubuh kita masing - masing."


"Maksudnya ?"


"Asmodeus dia bisa menyalin tubuh, atau membuat tubuh dan bisa membelah ke 3 jiwa ini."


"Jadi kita bertiga akan mempunyai tubuh masing - masing begitu."


"Iya kamu benar."


Ada seseorang lagi yang datang.


"Sudah ngobrol nya ? Aku akan memulainya, bersiaplah." ucap Asmodeus, dia menggunakan sebuah kekuatan untuk membuat tubuh baru, tapi tubuhku tidak berubah, Asmodeus dan Azazel kini telah pindah ke tubuh yang di buat Asmodeus.

__ADS_1


"Apa dengan di belahnya ke 3 jiwa ini, kekuatanku juga ikut menghilang ?" Ucapku, Asmodeus menjawabnya.


"Sayang sekali, kekuatan anda kini telah 5 kali lebih kuat dari saya, karena tubuh anda bisa menyalin 100% kekuatan saya, benar - benar sosok yang sangat sempurna, dengan ini Gelarku sebagai Raja dari segala Raja Iblis kini telah berada di tangan anda, saya akan menjadi bawahan anda yang setia Tuan Raja dari segala Raja Iblis Axelle." Ucap demikian Asmodeus.


"...." aku hanya terdiam mendengarnya, kekuatanku sekarang benar - benar mengerikan, aku baru ingat aku bisa menyalin kekuatan dengan menyerapnya, mungkin itu termasuk menyerap karena ke 2 orang ini berada dalam tubuhku.


Rekan - rekanku pun menghampiriku, Kaila, Tie, Siela dan Arselia pun berlali ke arahkahku, ke 4 wanita ini memeluk ku sangat erat, meraka sangat khawatir kepadaku, akhirnya pertarungan dan beberapa hal yang sangat begitu membingungkanku kini berakhir juga.


"Aku senang kalian baik - baik saja, tapi, aku tidak bisa bernafas, a-a-aku ma-mati."


"Axell...."


"Tuan - tuann......"


"Tuankuu...."


"Axelleeee......"


Kaila, Tie, Siela, dan Arselia mereka menangis, karena aku.


"Kalian ini, kalian memeluknya terlalu kencang, Tuan Axelle kehabisan napas, tuan hanya pingsan, cepat beri tuan Axel napas buatan." Ucap Hydra.


"Aku saja." Ucap Arselia.


"Biar saya." Ucap Kaila.


"Akuu." Ucap Siela.


"Aku akuuu." Ucap Tie.


Aku tidak tahu siapa yang memberiku napas buatan, kalau di pikir - pikir mungkin itu ciuman pertamaku, walaupun aku tidak tahu rasanya.


di saat aku sadarkan diri, aku merasakan sesuata di bibirku, ternyata itu Arselia yang meberiku napas buatan, dia masih memberiku napas buatan, apa aku perlu membuka mataku, aku baru pertamakali merasakannya.


aku membuka mataku, Arselia menatapku dan mukanya memerah itu sangat imut.


"Ah... kamu sudah sadar juga, i-itu ci-ciuman pertamaku." dia gugup dan sedikit malu - malu.


"Aku juga pertama kalinya, mau lagi ?"


"Jangan bercanda, di sini banyak orang, itu juga aku melakukannya karena terpaksa."


"Baik baik, Ayo kita kembali ke Kerajaan."


"Baiiiik."


"Baik tuanku."


"Baik."


"Baik Maou-sama."


"Asmodeus, jangan panggil aku Raja Iblis."


"Baik, kalau begitu Tuan Axelle."


"Ya itu lebih baik."


"Azazel, kau akan pulang ke Kastil ?"

__ADS_1


"Iya aku harus menemui Ayah, ibu dan adikku."


"Ya kalau begitu, sampai jumpa."


"sampai jumpa."


Azazel sudah tidak ada, namaku sekarang adalah Axelle, jangan sampai lupakan itu ya.


"Aku lapar." ucapku.


"Mau ku buatkan menu special." Ucap Arselia.


"Wah boleh, menu seperti apa itu."


"Rahasiaa."


"Cih."


"Kok cih."


"Maaf maaf, kerajaannya masih jauh, mau pakai teleportasi ?"


Karena kerajaan terlihat jauh jadi kami memutuskan untuk menggunakan Teleportasi untuk ke sana.


"Yang mulia, kami berhasil mengalahkan Jenderal dari pasukan Raja Iblis." ucapku.


"Kerja bagus, Pahlawan, beserta Party nya Darkness Slayer dan para petualang, kalian akan di berikan penghargaan, untuk sekarang mari kita makan, kalian pasti lapar kan." Ucap sang Raja.


"Baik yang mulia."


kami pun makan bersama.


"Guru, guru benar - benar hebat, aku bangga benjadi murid guru."


"Pernando."


"Mau nambah lagi guru."


"Ah boleh, aku sangat lapar." aku tertawa kecil.


"Axelle ini menu special dariku." ucap Arselia.


"Arselia, wah... terimakasih, aku coba ya, mmm... enak sekali."


"Sunggung."


"Iya, kamu belum mencicipinya ?"


"Belum." Arselia tertawa kecil.


"Sini ku suapi."


"Axel, itu memalukan."


"Sudahlah."


"Baik."


Aku menyuapi Arselia, dia terlihat sangat cantik dan imut sekali.

__ADS_1


__ADS_2