Aku Bereinkarnasi Menjadi Putra Raja Iblis

Aku Bereinkarnasi Menjadi Putra Raja Iblis
Aku Berpetualang


__ADS_3

Chapter 02 : Aku Berpetualang


Karena Azazel akan menjadi Raja iblis berikutnya, Azazel pun berusaha dengan keras, ia latihan-latihan dan latihan, belajar dan belajar, sampai - sampai tidak ada lagi sihir yang bisa ayahnya ajarkan padanya. Selain sihir Azazel juga menguasai tekhnik berpedang, dan bertarung.


5 Tahun telah berlalu, sekarang Azazel berusia 12 Tahun,


Sudah 5 tahun ia hidup di dunia ini, Azazel menghabiskan hari-harinya untuk Latihan, dan belajar.


"Kamu hebat anakku, dalam 5 tahun ini kamu sudah menguasai semua Jurus Iblis yang ayah ajarkan, tapi kamu harus menyempurnakan jurus itu, karena belum cukup untuk menjadi Raja Iblis."


"Itu berkat ayah, aku akan selalu berlatih dan menyempurnakan jurus - jurus ini."


"Apa kamu mau masuk ke sekolah Sihir Iblis Azazel ?" Ucap Ayahanda.


Sekolah Iblis kah, terdengar menarik tapi aku tidak tertarik.


"Maafkan aku ayah, aku ingin berpetualang ke dunia manusia." Ucap Azazel.


"Dunia manusia kah." Ucap Raja Iblis, itu terdengar seram.


Azazel meminta ijin ke sang ayah, ia ingin ke dunia luar dan ingin mengililingi dunia, ia ingin menambah pengalamannya.


setelah berpikir sang Maou pun mengijinkan Putranya untuk keluar dari Kastil, dan mengililingi dunia Manusia, (berpetualang).


Azazel di temani oleh ke 2 pengawalnya.


2 pengawal ini bernama, Bruz dan Kiero.


sangat hebat dalam segala hal, contohnya, memasak, dll.


Azazel pun sudah siap berangkat dari kastil nya. Ayahanda, ibunda, dan si adik berkumpul untuk mengucapkan perpisahan.


"Ayahanda, terimakasih sudah mengajarkan ku berbagai hal." Ucap Azazel

__ADS_1


"Untuk sementara aku tidak memakan masakan ibunda," Ucap Azazel menatap ibunda sambil tersenyum.


"Dan untuk adiku Lamia yang manis, kakak akan segera pulang kok."


Lamia pun berlinang air mata.


"Ja-jangan lama-lama ya kak, aku kesepian." ucap Lamia sambil meneteskan air matanya.


"Iyaa, kakak akan segera pulang kok." jawab Azazel menghampiri adiknya dan mengusap air matanya.


"Jangan lupa makannya yang teratur." ucap ibunda.


"Iya ibunda." jawab Azazel.


"Kau bebas Azazel, mau menghancurkan dunia manusia pun boleh." ucap canda Ayahanda.


"Sayang..." ucap ibunda sambil marah.


"Hahaha, maaff." Ayahnda tertawa kencang dan menambahkan kata.


Nampak nya Maou (Raja Iblis) ini sudah Taubat. Mau bagaimanapun juga, ia tetap ayah ku yang baru.


"Iya ayahanda, kalau begitu aku berangkat"


Azazel pun mengucapkan selamat tinggal dan melambaikan tangan, dan ia pun menggunakan sihir Teleportasi, untuk berpindah tempat ke tempat lain.


Ia pun sampai di kota manusia, tentunya Azazel dan 2 pengawalnya sudah menyembunyikan identitasnya sebagai iblis, dan terlihat seperti manusia biasa.


Azazel pun masuk ke kota dan di suruh menunjukan tanda pengenal oleh pengawal gerbang tersebut, untungnya Azazel dan kedua pengawalnya sudah membuat tanda pengenal palsu.


"Wow... ramainya, Bruz, Kiero Kita cari makanan yuk, aku laparr nii." terdengar suara perut Azazel yang keroncongan.


"Nampaknya anda sudah sangat lapar sekali pangeran Azazel." ucap Bruz.

__ADS_1


"Kita cari makan terdekat saja, em... kita cari, nah, di depan ada tuh." ucap Kiero.


"Haa... iya, ayo cepat." ucap Azazel sambil berlari.


"Jangan jauh-jauh dari kami pangeran Azazel." ucap Bruz.


Mereka bertigapun makan.


"Wow... apa ini, enak sekali." Azazel pun makan dengan lahap.


Setelah itu, Azazel melihat - lihat seisi kota yang di mana orang - orang di sini sangat ramai sekali, Azazel melihat ada seseorang yang di serang oleh ke 3 bandit di lorong sana, Azazel menghampiri dan menolongnya, Azazel bertarung dengan ke tiga bandit, bandit - bandit itu akan menusuk Azazel tapi Azazel menahannya dengan Tekhnik bela dirinya, Bandit itu menyerang dari belakang tapi Azazel menghindar dan para bandit itu tumbang dan kabur terbirit - birit."


"Kamu tidak apa - apa ?" Tanya Azazel.


"Aku tidak apa - apa, terimakasih karena telah menolongku.


"Ya bagiku itu bukan apa - apa."


"Kamu hebat ya, kalau begitu aku permisi."


"Ya."


"Pangeran anda tidak kenapa - kenapa ?" Ucap Bruz yang khawatir.


"Ya aku baik - baik saja." Jawab Azazel.


Azazel pun teringat 1 hal, Azazel pun bertanya ke 2 pengawalnya.


"Bruz, Kiero, di kota ini adakah yang namanya tempat Guild petualang." ucap senang Azazel.


Sepertinya Azazel sudah tidak sabar untuk berpetualang.


"Saya rasa ada, uang kita juga tinggal sedikit, kita ambil Quest dari Guild tersebut." ucap Bruz.

__ADS_1


"Kita cari dulu tempat Guildnya, kita menanyakan dulu ke orang sekitar." ucap Kiero.


Mereka bertigapun menanyakan tempat dan mereka di antar oleh warga kota tersebut.


__ADS_2