Aku Bereinkarnasi Menjadi Putra Raja Iblis

Aku Bereinkarnasi Menjadi Putra Raja Iblis
Ular besar yang di kendalikan


__ADS_3

Chapter 03 : Ular besar yang di kendalikan


Dalam perjalanan menuju ke kota, Freya pun bertanya tentang sihir yang Azazel gunakan pas ia menyelamatkan Freya.


"Ngomong-ngomong yang di gunakan oleh kamu itu sihir apa, baru pertama kalinya aku lihat sihir seperti itu" ucap penasaran Freya.


"...eee itu sihir dari keluarga aku hehe... sihir yang di ajarkan oleh ayah aku" jawab Azazel.


"Begitu ya, aku juga bisa menggunakan sihir, ada 5 dasar elemen, tapi aku cuma bisa menggunakan sihir air sama angin, tapi sihir yang kamu gunakan itu api hitam."


Azazel pun memelankan jalannya dan membicarakan tentang Freya.


"Apa perlu kita hapus ingatannya, sebenarnya aku bisa menggunakan sihir manusia tapi aku lupa karena mendesak" ucap Azazel.


"Wah Pangeran bisa menggunakan sihir manusia, luar biasa, tapi kapan anda menggunakan dan dari mana belajarnya" ucap Bruz.


"Rahasia, ayahanda pun tidak tahu."


"Tapi baru kali ini saya mendengar bahwa Ras Iblis bisa menggunakan sihir manusia" ucap Bruz.


"Iya, Demon Magic (Sihir Iblis) cenderung berwarna Hitam, mau itu air, api, angin, tanah semuanya berwarna kehitaman" ucap Kiero.


"mungkin aku special, tehe."


"Pangeran Azazel memang hebat" ucap Bruz.


Kiero pun menganggukan kepalanya seakan tidak bisa berkata apa-apa.


"Dulunya si aku memang manusia, yang mati tertabrak mobil dan berinkarnasi sebagai Iblis, alasan aku bisa menggunakan sihir manusia aku suka nonton anime Fantasy yang banyak sihirnya aku cuma membayangkan atau meng imajinasikan" ucap Azazel dalam hati.


Freya pun menengok kebelakang dan bertanya.


"Lagi pada ngapain" ucap Freya.


"Ti-- tidak lagi ngapa-ngapain, tadi aku menendang batu, hehe he, iyakan, ucap Azazel sambil senyum dan mengedip-ngedipkan matanya ke kedua pengawalnya.


"Iya benar, lain kali hati hati Azazel" ucap Bruz.

__ADS_1


"Iya pang-- Azazel lain kali liat ke bawah, Kiero pun hampir lupa bahwa di depan orang jangan panggil pake Pangeran Azazel, panggil Azazel saja.


"Begitu ya" ucap Freya seakan tidak percaya dengan ke 3 orang itu.


"Ayo kita bergegas ke Guild dan ambil gaji pertama kita, dan perutku juga lapar."


"Iya Pang-- Azazel saya juga lapar" ucap Bruz.


"Kalau begitu sampai di sini saja ya, aku mau bikin potion dulu, sampai ketemu lagi" ucap Freya.


"Iya sampai nanti" ucap Azazel.


Azazel dan kedua pengawalnya sampai di guild, sesampai di guild mereka pun di beri Misi dadakan oleh Guild Master, karena cuma Azazel yang bisa, Azazel pun tidak sempat istirahat dan makan.


Mereka pun segera bergegas ke desa Kulun untuk membunuh ular besar.


"Ya ampun baru saja sampai, huuh... eh jangan mengeluh ini pekerjaan kita, apapun misinya harus kita atasi dan selesaikan" ucap Azazel.


"Iya pangeran Azazel" ucap Bruz.


Seperti biasa, Kiero cuma menganggukan kepala.


"Dia memakan manusia, kita terlambat, tapi jangan patah semangat masih ada yang harus kita selamatkan, Bruz bantu warga keluar dari desa ini dan pergi ke bukit itu" ucap Azazel.


"Baik, kalau begitu saya permisi" ucap Bruz.


"Kiero ada anak kecil di depan sana selamatkan dia, aku akan mengalihkan ular tersebut."


"Baik pangeran Azazel" ucap Kiero.


"Oyy... ular sialan" ucap Azazel, ia memancing ular agar tidak mengejar warga lagi.


"Berani kali manusia berbicara tidak sopan mau mati kah?"


Ular tersebut menengok ke arah Azazel.


"Ap-- apa kau manusia, tidak, kau bukan manusia, Iblis kah" energi sihir yang sangat dahsyat ucap si ular dalam hati.

__ADS_1


"Aku beri kemudahan, kalau kau mau keluar dari desa ini dan tidak akan mengganggu manusia lagi, aku tak akan membunuhmu, tapi kalu kau melawan dan mengulangi perbuatanmu, aku tak akan segan-segan untuk membunuhmu" ucap Azazel.


"Baik lah, mau berusaha sekeras mungkin aku tidak akan menang dari mu, Aura mu sama seperti Maou (Raja Iblis) bahkan lebih kuat dan mencengkram" ucap si ular.


"Yaa... pilihan yang tepat, namaku Azazel Putra Raja Iblis."


"Tu-- tu-- tuan Azazel, maaf ketidak sopanan saya."


Si ular pun bersujud di hadapan Azazel.


"Kau tidak bisa di maafkan, kau sudah memakan manusia, kenapa kau berada di sini, seharusnya kau berada di danau yang berada di ujung desa ini.


"Saya juga tidak tahu, tiba-tiba saya mengamuk, dan sadarkan diri pas melihat Aura anda."


"Berarti ada yang mengendalikanmu."


"Iya, ma-- maaf tuan Azazel, perkenalkan nama saya Broda, suatu keajaiban bisa bertumu anda."


"Iya, dengan ini kau sudah bebas dari hukuman, kau Monster berlevel 8 mungkin bisa membantuku di suatu hari nanti."


Azazel sedang berpikir siapa yang mengendalikan ular yang bernama Broda tersebut.


"Suatu kehormatan bagi saya bisa berada di sisi anda tuan Azazel."


"Ya, Kalau begitu, aku akan menggunakan sihir penjinak, dan kau akan menjadi rekanku."


"Baik lah tuan Azazel."


"Benign."


Azazel pun menjinakan ular yang bernama Broda tersebut, dan Azazel pun mempunyai 2 Monster yang siap membantunya.


"Kamu sudah resmi jadi rekanku, masuk saja ke dalam tubuhku, ada Hydra di sana, aku akan kembali ke pengawalku" ucap Azazel.


"Hydra? Bahkan monster berlevel kelas atas pun takhluk oleh anda, saya akan setia dan menuruti apa saja perintah anda, saya akan berusaha sekeras mungkin"


"Yayaya, aku cape, buruan masuk"

__ADS_1


"Baiklah tuan azazel"


Broda pun masuk ke dalam tubuh Azazel, dan Azazel pun kembali untuk memberitahu bahwa ular sudah di kalahkan, Azazel yang sedikit kelelahan ia pun pingsan dan hampir terjatuh, untungnya ada pengawalnya yang sigap, dan Azazel pun di gendong, mereka bertiga pun menginap di desa kulun teresebut.


__ADS_2