
Chapter 17 : Penghargaan dari sang Raja
Sesampai di kerajaan akupun di berikan penghargaan, quest ini ternyata quest yang sangat berbahaya.
Aku pun dipanggil sebagai pahwalan kerajaan Bremadom sekaligus di berikan gelar bangsawan dan juga di beri sebuah rumah.
"Ada kah yang anda ingin kan Axelle ?" Ucap sang Raja.
"Kurasa tidak ada, yang mulia."
"Kalau kau mau, pilihlah salah satu putriku."
"Ah... yang mulia terlalu baik, tapi maaf kan saya yang mulia, saya tidak bisa memilih salah satu, karena semuanya sangat cantik sekali."
Wajah putri-putri Raja memerah.
"Kau mau semuanya ?"
"Bukan itu maksud saya yang mulia, saya hanya ingin jawaban dari mereka."
"Ah.... sebelumnya aku meminta maaf kepadamu, aku belum memperkenalkan diri, karena waktu itu aku sangat terkejut membaca sebuah surat."
"Tidak apa yang mulia."
"Perkenalkan namaku Geora ralt....
...Bremadom, Raja ke 51 dari Kerajaan Bremadom ini.
Kalau di perhatikan di setiap kerajaan pasti nama Raja atau nama anak-anaknya memakai nama kerajaan di belakang namanya.
"Namaku Axelle yang mulia."
"Iya aku sudah tahu namamu, putri-putriku perkenalkan diri kalian."
"Perkenalkan namaku Raisa Ryne Bremadom, Putri ke 1."
Raisa, dia sangat cantik, memakai gaun berwarna merah, rambutnya yang panjang berwarna putih, dia yang aku lihat pas berpapasan yang waktu itu.
"Perkenalkan namaku Raise Nyre Bremadom, Putri ke 2."
Raise dia sangat imut dan cantik, memakai gaun berwarna kuning, rambutnya di ikat kanan, kiri, berwarna putih pula sama.
"Pe-perkenal namaku Raisela Erys Bremadom, Putri ke 3."
Raisela dia sangat imut sangat amat imut, dia memakai gaun berwarna putih, dia terlihat seperti bidadari yang serba putih, rambutnya yang sebahu berwarna putih, dia yang ku lihat pas di pemandian air panas.
"Salam kenal, namaku Axelle."
"A-axell kamu terlihat sangat keren di pertempuran." Ucap Raisela yang malu-malu.
"Saya sangat senang bisa di puji oleh anda tuan Putri."
"Jangan panggil aku tuan putri, panggil aku Sela."
"Ah.. baik tu.. Sela."
"Axell kenapa kau bisa sehebat itu dan kenapa kau bisa terbang." Ucap Raisa.
Gawat, di dunia ini manusia tidak ada yang bisa terbang, dan tidak ada yang namanya sihir terbang, gak ada lagi yang perlu ku sembunyikan.
"Aku manusia yang terlahir dengan kekuatan Dewa." Akupun menjawab demikian.
Semua orang pun terkejut.
"Kalau kamu dewa setidaknya mempunyai sayap untuk terbang, tapi kenapa pas melawan iblis itu kamu terbang tanpa sayap ?"
"Mungkin itu salah satu kelebihanku."
"Begitukah, kalau kita menikah mungkin anak kita juga akan mempunyai kekuatan sepertimu."
Me-menikah.
"Ah.... tuan putri suka bercanda."
__ADS_1
"Hahaha...." dia hanya tertawa sebagai jawaban.
Nampaknya hanya putri ke 2 yang tidak berbicara sedikitpun, mungkin dia pendiam atau pemalu.
"Jadi siapa dari putri-putri yang menyukaiku." Aku pun bertanya demikian.
Tuan putri pun hanya terdiam.
"Tidak ada, yang mulia mereka bertiga tidak ada yang menyukaiku."
"Hahaha... mereka memang begitu Axell." Jawab sang Raja.
"Ayahanda......" Ucap bersamaan ke 3 Putri.
"Ka-kalau di depan orang begini memalukan." Ucap Sela.
"Aku setuju." Ucap Raisa.
"Kalau aku, yang manapun tidak masalah, asalkan dia menyayangiku."
Setelah aku berbicara demikian, para wajah Putri itu memerah.
Dan begitulah pertemuan dan sekaligus penghargaan dari sang Raja pun berlalu.
"Tidak kusangka hadiahnya akan sebesar ini."
"Kita jadi tidak perlu lagi menyewa tempat tidur tuan." Ucap Hydra
"Iyaa." Aku pun tersenyum bahagia.
Awal yang baik.
Kami berempat pun mengunjungi rumah yang di berikan oleh Raja.
"Rumah ini begitu besar, dan terlihat sudah lama kosong, pertama-tama kita bersihkam dulu."
"Tuanku, masalah bersih-bersih serahkan pada saya." Ucap Broda.
"Broda, baiklah ku serahkan padamu."
"Baik tuan."
"Tuanku, rumah ini sudah bersih 100%." Ucap Broda.
"Benarkah, kerja bagus, untuk sekarang ayo kita masuk."
"Baik tuan."
"Baik."
Rumah ini begitu besar, kesan pertama aku masuk ke rumah ini, terlalu besar.
"Untuk sekarang aku ingin istirahat dulu, kalian mau lihat-lihat ruangan silahkan."
"Baik tuanku, selamat beristirahat."
"Axell selamat malam." Ucap Siela.
"Selamat malam juga."
Hari ini lelah sekali, rumah ini terlalu besar, nanti juga terbiasa lah.
Hari pun berganti pagi.
"Tuanku, anda sudah bangun." Ucap Broda.
"Hahh... sudah kok."
"Selamat pagi." Yang membangunkanku adalah Broda wanita yang sangat cantik dan dia memakai pakaian Maid, terlihat sangat menggoda."
"Selamat Pagi juga, Hei... Broda."
"Iya tuanku ada apa."
__ADS_1
"Nama kamu aku ganti ya."
"Silahkan tuan, saya akan menerima nama pemberian anda."
"Mulai sekarang nama kamu adalah Kaila."
"Ahhh... nama yang imut sekali, saya akan menerima nama ini dengan senang hati dan akan saya jaga nama ini baik-baik."
"Baguss."
Karena Broda Seorang wanita, jadi aku ganti namanya menjadi Kaila.
"Ayo Tuan kita sarapan."
"Iya."
Kuharap hari-hari yang damai ini terus berlanjut.
Setelah sarapan akupun segera menuju ke Guild.
"Permisi."
"Wah ada tuan pahlawan, oii tuan pahlawan datang."
Orang-orangpun berkumpul di hadapanku, dan akupun terkenal di seluruh kerajaan ini.
"Tuan pahlawam kenapa anda mengeluarkan air mata."
"Ahh... haha sebelumnya juga pernah terjadi, aku hanya teringat sesuatu."
Aku harap kota dan kerajaan ini tidak terjadi hal yang sama seperti dulu.
"Apaaa... Derol telah mati." Ucap Raja Iblis.
Derol adalah Iblis yang menyerang kerajaan Bremodam.
"Bagai mana itu bisa terjadi."
"Ada seseorang yang bisa menggunakan sihir cahaya dan dia juga bisa menggunakan sihir kegelapan, Tuan Raja Iblis."
"Tidak mungkin."
"Dan dia juga mempunyai pedang Dewa."
"Siapa dia sebenarnya, dia akan menjadi musuh alami ku, terus awasi dia." Ucap Raja Iblis
"Baiklah Tuan Raja Iblis."
"Axelle." Ucap Guild master, dia yang memberiku quest, ia wanita yang cantik dengan rambutnya yang pirang berawarna hijau.
"Iya ada apa Guild master."
"Jangan panggil aku Guild master, panggil aku Tiara."
"Iya iya."
"Karena kamu menyelamatkan Kerajaan ini, akan ku naikan Rank mu beserta party mu ke Rank teratas yaitu Diamond."
"Wahh... terimakasih."
"Tidak... seharusnya kami yang berterimakasih kepadamu karena telah menyelamatkan Kerajaan Bremadom."
Semua orang pun menundukan kepalanya sebagai tanda terimakasih.
"Itu sudah menjadi kewajibanku sebagai petualang, untuk sekarang, mari kita berpesta ku traktir kalian semua."
"Horree..."
"Minumlah yang banyak."
Aku mendapatkan hadiah uang dari sang Raja itu sangat banyak, sampai-sampai aku tidak tahu harus menghabiskannya dengan cara apa.
Semua orang pun terlihat sangat bergembira dan menikmatinya.
__ADS_1
Kuharap hari-hari damai ini terus berlanjut.