Aku Bereinkarnasi Menjadi Putra Raja Iblis

Aku Bereinkarnasi Menjadi Putra Raja Iblis
Tiba di Ibu kota Kerajaan Gellra


__ADS_3

Chapter 10 : Tiba di Ibu kota Kerajaan Gellra


Setelah berjalan cukup lama kami pun tiba dan itu memakan waktu 32 Jam, yang kami kunjungi adalah kota Diora, ibu kota dari kerajaan Gellra.


Kami pun memasuki pintu gerbang menuju kota Diora dan menunjukan tanda pengenal kami ke pengawal kota.


Kota ini di penuhi dengan berbagai macam Ras, pengawal di pintu masuk tadi sepertinya ia adalah Dwarf.


"Kota ini sepertinya akan menarik, untuk sekarang kita cari Guild dulu, uang kita juga sudah hampir habis."


"Baik pangeran." Ucap bersamaan mereka.


Setelah bertanya tempat guild dimana, ke warga kota, kita bertiga sampai di depan guild.


"Guild ini lebih besar dari Kota Rabla."


"mungkin petualang dari kota ini lebih hebat dari petualang dari kota Rabla." Ucap Bruz.


"Mungkin."


"Selamat datang di Guild, nampaknya anda baru tiba di kota ini." Yang mengucapkannya adalah seorang manusia setengah kucing dengan memakai baju Maid berambut sebahu berwarna Putih, nampaknya ia seorang pelayan.


Guild ini tersedia Bar dan tempat makan.


"Kami ingin mengambil misi kalau bisa yang bayarannya paling banyak."


"Tolong tunjukan Kartu Guild anda tuan."


"Ini kartunya."


"A-anda petualang tingkat Diamond, Saya akan memanggil Guild Master." Ia terkejut dengan Rank ku dan berlari.


"Ya."


Petualang Rank Diamond adalah petualang tertinggi, sebelumnya aku Rank Silver karena beberapa kali menyelamatkan sebuah desa jadi Rank aku di naikan.


"Itu dia orangnya." Kucing itu membawa Guild master dan menunjuk ke arah ku.


"Azazel si Kegelapan kah." Ucap Guild Master, ia adalah Dark Elf berambut hitam yang di ikat.


"Ho... kau tahu banyak tentangku."


Dia sepertinya tahu bahwa aku adalah Iblis dunia bawah.


"Jangan khawatir, aku tidak akan membuat masalah denganmu."


"Baguslah kalau begitu."


"Pasti capek kan, bagai mana kalu makan dan minum dulu."


"Aku tidak mempunyai uang untuk itu."


"Aku traktir, ah maaf aku belum memperkenalkan diri, namaku Sera, Master Guild ini."


"Sera ya, oke aku terima tawaran Guild Master."


"Panggil aku sera, jangan Guild Master."


"Iya iya."


Kami pun makan bersama dan terdengar suara para petualang yang membicarakan kami.


"Oi, katanya dia si kegelapan petualang rank Diamond."


"Serius, tapi aku merasakan aura gelap dari dirinya."


"Sebaiknya jangan mencari masalah dengannya."


"Kenapa orang berbahaya seperti dia ke Kota Diora ya, apa tujuannya ?"


"Mana aku tahu, mungkin dia ada urusan dengan sang Raja.

__ADS_1


"Mengerikan."


"Haa..ahh kita jadi bahan perbincangan." Ucap ku.


"Anda akan terkenal lagi Azel." Ucap Bruz.


"Merepotkan, Ah.. terimakasih ya Sera, makanannya enak-enak aku suka."


"Syukurlah kamu menyukainya."


Dia Dark Elf, baru pertama kali aku melihatnya.


"Ngomong-ngomong Sera, kamu seberapa tahu tentang aku."


"Semuanya." Ucap Sera.


"Semuanya ?"


"Iya semuanya."


"Terus, kamu tidak takut padaku."


"Kenapa harus takut kepada sosok yang sempurna, malah saya menyukainya."


"Begitu ya, berarti kamu pernah bertemu dengan ayahku."


"Iya saya pernah bertemu dengannya, 13 Tahun yang lalu."


Lagi-lagi 13 tahun yang lalau, sebelum aku Bereinkarnasi.


"13 tahun yang lalu ? Di mana."


"Ia mengunjungi Kota dan kerajaan ini, Karena sebelumnya kerajaan ini miliknya.


Sudah kuduga kerajaan ini ada hubungannya dengan ayah.


"Begitu ya jadi ayah mewariskan kerajaan ini.


"Iya."


"Saya ingin merekomendasikan ini Tuan Azazel.


"Tidak usah Formal, Azel saja cukup."


"Baiklah kalau begitu, A-a-azel."


"Pertama emang gugup, nanti juga terbiasa, jadi mana misi yang kamu rekomendasikan.


"Baik, ah ini, ini misi mengawal Putri Kerajaan Gellra.


"Mengawal Putri kerajaan kah, yah... boleh lah aku juga ingin ketemu dengan sang Raja."


"Kalau begitu kamu bisa ke Istana Kerajaan besok pagi."


"Oke, berarti hari ini kita libur, Bruz, Kiero, silahkan lanjut minumnya, kita nikmati hari liburnya."


"Asik, kalau begitu saya mau lanjut minum, ayo Kiero." Ia sepertinya sangat bergembira, haha.. baru pertama kali aku melihat kedua pengawalku se gembira ini, mereka belum pernah istirahat, kasihan juga, lain kali aku akan lebih memperhatikan mereka berdua.


"Kamu mau minum Sake Azel."


"Ah... maaf aku di bawah umur."


"Begitu ya."


"Aku ingin minuman dingin saja."


"Baik, akan ku buatkan."


Kuharap hari-hari damai ini terus berlanjut.


Hari pun berganti pagi, dan kami bersiap untuk menuju ke Istana Kerajaan.

__ADS_1


Kami pun tiba di Istana Kerajaan Gellra, dan di sambut oleh para prajurit, kami pun di tuntun menuju ke ruang Tahta.


Benar-benar Istana yang megah, tapi jika di bandingkan dengan Istana punyaku, istana punyaku lebih besar, beda jauh si.


"Yang mulia, Tuan Azazel sudah tiba." Ucap Prajurit.


"Masuklah." Ucap sang Raja.


Kamipun berjalan menuju Raja yang di mana Tikar berwarna merah memenuhi jalannya.


"Selamat datang di kerajaan Gellra, Perkenalkan namaku Vero De Gellra, Raja ke 2 yang menduduki kerajaan Ini."


"Namaku Azazel, Anak Pertama dari Raja Iblis Lucifer."


"Pa-pangeran Azazel." Sang Raja pun terkejut dan seketika semua orang menundukan kepalanya kepadaku, termasuk sang Raja.


"Suatu kehormatan bagi saya bisa bertemu dengan anda." ucap Vero.


"Angkat kepala kalian, tidak usah Formal aku hanya ingin berkunjung." Aku berusaha bersikap seperti pangeran, mau bagai manapun juga aku adalah Putra Raja Iblis, otomatis bawahan nya ayah juga bawahanku.


"Saya membaca pesan dari Guild bahwa sudah ada yang bisa mengawal Putri saya, ternyata anda, anakku perkenalkan dirimu."


"Baik ayahanda, perkenalkan namaku Vera De Gellra, senang bertemu denganmu."


Ia sangat cantik, rambutnya yang panjang berwarna merah semerah darah, matanya yang indah berwarna merah seperti Gerhana Bulan, dengan gaunya berwarna merah, sangat menawan, apakah ini yang di manakan cinta pada pandangan pertama itu.


"Aku Azazel." Udah gitu aja, gak ada kata-kata yang terlintas dalam pikiranku, memalukan.


"Kamu yang akan mengawalku." ucap Vera.


"Iya Vera."


"Ve-vera." Ia terkejut dan wajahnya yang memerah, mungkin jarang ada yang memanggil namanya secara langsung.


"Hah.. Ada apa."


"Ah.. tidak ada apa-apa."


"Begitu, jadi kamu mau ke mana sampai ingin di kawal."


"Aku ingin mengelilingi Kota, aku sudah menduganya ini akan terjadi."


"Jadi kamu sudah tahu bahwa aku akan ke sini, begitu."


"Iya, aku mempunyai kemampuan khusus, aku bisa melihat masa depan."


"Begitu ya, jadi begitulah Vero aku pamit."


"Ta-tapi anda tidak akan bersantai dulu di sini pangeran Azazel." Ucap Vero.


"A-azazel kamu jahat, padahal aku ingin bertemu denganmu dan berduaan denganmu." Ucap Vera dengan mengembungkan pipinya.


Kasihan juga kalau di abaikan.


"Baik baik, ada yang bisa saya bantu Hime-sama (Tuan putri)"


"Ayahanda aku mau jalan-jalan sama Azazel, boleh kan."


"Boleh anakku, ayahanda senang bisa melihat kamu se senang ini." Ucap Vero.


"Terimakasih ayahanda."


Aku menyuruh Bruz dan Kiero untuk tetap di dalam Istana.


Aku dan Vera pun jalan-jalan di kota Diora, jadi inikah yang namanya kencan itu.


"Kita mulai dari mana ya, Azazel kita ke sana." Ia pun berlari dengan dadanya yang mengampul.


"Baik-baik."


Untuk sekarang aku coba turuti dulu apa kemauan si Tuan Putri ini.

__ADS_1


Mau di lihat dari manapun ia sangat cantik, tidak ada salahnya kan menambahkan romantis ke dalam cerita ku dalam perjalananku ini.


oh iya aku baru ingat, aku belum membeli buku harian, haduh, bahkan pelupa dari dunia sebelumnya kebawa ke dunia ini.


__ADS_2