Aku Bereinkarnasi Menjadi Putra Raja Iblis

Aku Bereinkarnasi Menjadi Putra Raja Iblis
Perang


__ADS_3

Chapter 16 : Perang


Semua orang yang berada di dalam Istana pun bersiap untuk menghadapi Jendral dari pasukan Raja Iblis.


"Jadi bisa kau jelaskan kenapa kau bisa memegang pedang itu."  Ucap Leon.


Akupun menjelaskannya, tapi aku tidak memberi tahu bahwa aku adalah iblis dan juga dewa, aku membuat cerita lain.


"Jadi begitu kah, aku mengandalkanmu dalam perang ini, mungkin perang ini akan di mulai besok pagi sebaik nya kau istirahat."


"Baik baik."


"Hydra, Broda, Siela, biarkan aku sendiri dulu."


"Baiklah kalau begitu."  Ucap Hydra dan Broda.


"Iya, emangnya kamu mau kemana Xel ?" Tanya Siela.


"Mau mandi."


"Oh begitu ya."


Inikan istana, pasti ada yang namanya pemandian air panas.


Tempat ini luas sekali, di mana tempat pemandian air panasnya.


Akupun masuk ke tempat pemandiam air panas dan ternyata ini pemandian air panas khusus wanita, aku salah masuk.


"Permisi, boleh aku bergabung."


"A-apa, jangan mendekat, kubunuh kau."


"Adududuh... aku salah masuk, maaf mengganggu."   Ia cantik imut sekali dan kecil."


"Enak aja kau main pergi saja, harusnya kau bangga bisa melihat tubuh seorang putri."


Anak Raja kah, maaf aku tidak cuka anak kecil, tapi.


"Apa kau lihat-lihat."


"Ah maaf, tuan Putri yang imut."


"I-imutt..."   wajahnya memerah tambah imut.


"Kalau begitu saya permisi."


"Oiii... jangan kabur, sialan dia kabur."


"Huuhhh... bisa-bisa di hukum mati aku nanti, aku harap tuan putri itu tidak melapor ke ayahnya."


"Ada apa dengan anakku."  Ucap sang Raja.


"Ada Raja rupanya, ah... maafkan saya yang mulia, tadi saya salah masuk, tadi saya masuk ke ruang pemandian wanita, dan di situ ada tuan putri."


"Tidak masalah, sini masuk kamu pasti lelah kan."


"Baik yang mulia."


"Jadi bagai mana putriku."


"Ba-bagai mana, emm.... dia cantik, imut dan kecil."


"Ahahahaha... menarik, kau nampaknya tertarik kepada putriku


Sebenarnya tidak juga, aku hanya saja teringat kepada adikku Lamia, jawab iya saja lah dari pada melakukan kesalahan.


"Iya begitulah."


"Hahaha... ku dengar kau mempunyai pedang Dewa."


"Ah... Sword of Light, iya banyak yang terjadi akhir-akhir ini.

__ADS_1


"Aku sebagai Raja mengandalkanmu lo."


"Saya akan berusaha sebisa mungkin yang mulia."


"Dengan penampilan mu sebagai pahlawan yang menyelamatkan kerajaan ini, mungkin putriku akan sedikit tertarik padamu."


"Saya senang mendengarnya."


Akupun bersantai dengan sang Raja di pemandian air panas ini, benar-benar pemandian terbaik.


Setelah mandi akupun berjalan menuju ruang tidur, dan aku berpapasan dengan wanita yang sangat cantik dengan gaunnya berwarna merah serta rambutnya yang panjang berwarna putih.


Apakah ini juga anak Raja.


"Selamat malam tuan putri."


"Ah... selamat malam juga."  Dia tersenyum manis.


Aromanya wangi sekali, istana ini benar-benar seperti istana bidadari.


Akupun menuju ruang tidur untuk tidur.


Haripun berganti pagi, aku segera bersiap untuk menghadapi pasukan Raja Iblis.


Dan pertempuran pun akan segera di mulai.


Aku berada di garis paling depan.


"Siapa yang terhebat di antara kalian serangga." ucap Jendral dari pasukan Raja Iblis.


Bahkan manusia pun di sebut serangga.


"Aku yang terhebat."   Akupun maju ke depan.


"Hoo... jadi kau kah, tekad yang kuat, ku puji kau."


"Aku tidak butuh pujian darimu Iblis."


Aku mendekat dan menghampiri Jendral dari pasukan Raja Iblis ini, dan berbicara kepadanya.


"Be-berbicara apa kau ini, mana mungkin aku kalah darimu."


"Kalau begitu ada kata-kata terakhir ?"


"Tidak ada."


"Sword of light, tingkat 7, slash of light destroying darkness."


Aku mengayunkan pedang ke arah para Iblis dan monster dengan jurus itu, Cahaya pun menebas seluruh Iblis dan monter menjadi 2, yang tersisa hanyalah Jendral nya.


"Ti-tidak mungkin 300 Pasukanku, sialaann...."


Iblis itu berubah dan memancarkan aura yang sangat mengerikan.


"Tuan apakah anda baik-baik saja."  Ucap Hydra.


"Ya... aku baik-baik saja, aku sangat bersemangatt, tolong semuanya segera kembali ke istana."


"Tapi-."


"Cepat."


"Baik tuanku."


Seluruh prajurit kerajaan pun kembali ke istana, karena aku akan menghadapi Iblis yang mengamuk ini.


"Sialan kau manusia, akan ku bunuh kauu."


Iblis itu terbang dan sedang mengumpulkan energi sihir yang sangat banyak.


"Gawat dia akan menembakan sihir ke arah Istana, aku harus menahannya."

__ADS_1


Terpaksa aku harus terbang, aku bisa jelaskan nanti.


"Terima ini serangga.....


Demon Magic, tingkat 9....


Wave of destruction of darkness."


Iblis itupun menembakan sihir yang sangat besar.


Aku membuat tombak dengan cahaya dan akan melemparnya, ku namakan jurus ini dengan.


"Light Magic, tingkat 10, Spear of light."


Terjadi bentrokan sihir yang sangat besar, sihir kegelapan dan cahaya pun saling bertabrakan dan meledakan tempat kami bertarung, dan menimbulkan lubang yang sangat besar sesudahnya.


"Tidak mungkin sihir ku kalah darinya, energi sihirku tinggal sedikit karena memakai jurus tadi, aku harus mengisi energi sihirku kembali."  Ucap Iblis.


"Oii kau sedang apa, a-apaa dia memakan temannya sendiri."


"Hahahaha.... Dengan ini aku bisa mengalahkanmu."


Ia sepertinya akan mengeluarkan sihir yang sangat besar, bahkan lebih besar dari serangan tadi, aku harus membuat pelindung untuk seluruh kerajaan ini.


"Light Magic, tingkat 9, Light protector."


Aku pun membuat pelindung untuk seluruh kerajaan Bremodam.


"Serangan ini akan membuat penggunanya mati, dengan ini kau beserta Kerajaan itu tidak akan ada yang tersisa."   Ucap Iblis, dan menambahkan kata.


"Demon Magic, tingkat 10, absolute darkness destruction."


Iblis itu menembakan sihir berskala besar, kalau aku tidak menahannya aku beserta kerajaan akan hancur.


Ku harap masih sempat.


Akan ku gabungkan kegelapan dan cahaya dan ku pusatkan di pedang Cahaya ini, dan kunamakan jurus ini dengan.


"Light Darkness Magic, tingkat 10, dark sword of light, haaaaaaaa....."


Aku mengayunkan pedang cahayaku, terlihat cahaya bercampur kegelapan dan membelah serangan Iblis itu dengan jurus dark sword of light.


"Tidak mungkin, kau sebenarnya si....apaa."


Perlahan Iblis itu lenyap dari hadapan kami, dan pertarunganpun di menangkan oleh ku.


akupun berteriak.


"Akuu menanggg......."


Luar biasa, lingkaran sihir yang ada di telapak tangan kananku ini sangat berguna, aku tiga kali menggunakan sihir tingkat atas tidak merasakan lelah sedikitpun.


Dan teman-temanku pun menghampiriku.


"Tuan aku sangat khawatir kepada anda."  Ucap Broda.


"Anda tidak kenapa-kenapa kan tuan."  Ucap Hydra.


"Xell kau ini selalu memaksakan dirimu, tapi terimakasih sudah melindungi kami." Ucap siela.


Jadi inikah yang di namakan kemenangan itu.


"Hahahaha, itu pertarungan yang sangat hebat, aku sangat menikmatinya, ayo kita kembali ke kerajaan."


"Baik Tuanku."


"Baik."


Aku bersyukur karena mempunyai kalian, Hydra, Broda, Siela, kalau tidak ada kalian mungkin aku akan menghancurkan dunia ini.


Aku juga berterimakasih kepada kalian berdua Freya, Vera karena telah membuatku bangkit dan telah memberikan ku harapan, kalau tidak ada kalian mungkin aku sudah tidak ada di dunia ini.

__ADS_1


"Azazel."


"Freya, Vera, kalian ternyata-  cuma halusinasiku kah."


__ADS_2