
Chapter 18 : Iblis dari dunia lain
"Tiara, apa ada quest buat kami, aku tidak bisa terus-terusan bersantai."
"Lihat-lihat saja di papan pengumuman, mungkin ada yang cocok."
"Aku lihat-lihat dulu, emm.... permintaan, bunuh naga yang berada di gunung, bayarannya lumayan, aku ambil misi ini."
"Oke, hati-hati di jalannya."
"Iya, semuanya aku pamit, ayo kita berangkat."
"Baik tuanku."
"Baik."
"Hati-hati di jalan tuan pahlawan."
"Yaa..."
Aku dan rekanku menuju ke gunung untuk membunuh seekor naga yang suka membakar hutan.
"Kira-kira seperti apa ya naga itu."
"Hmm... Naga bisa di bilang Ras terkuat di dunia ini." Ucap Hydra.
"Ho... begitu."
"Saya pernah dengar ada naga malapetaka makhluk terkuat kedua di dunia ini setelah Raja Iblis." Ucap Kaila.
Kaila adalah monster ular yang bernama Broda, karena dia wanita jadinya ku ganti namanya menjadi Kaila.
"Aku ingin lihat seperti apakah naga itu, mungkin akan bertemu di suatu hari nanti."
"Saya pernah bertarung dengan Naga Malapetaka, dia membakar kepalaku, dan api itu tidak pernah padam, untungnya kepalaku terus beregenerasi, jadi walaupun kepala saya terpotong itu akan tumbuh lagi dalam waktu sekejap." Ucap Hydra
Bahkan Hydra pun kewalahan, aku jadi ingin melawannya.
"Makhluk yang nampak mengerikan, lupakan itu, ayo kita lanjut."
"Baik tuanku."
Kamipun tiba di gunung, dan terlihat sarangnya naga yang sering membakar hutan.
"Jadi itukah sarangnya."
"Iya tuan."
"Besar juga, kita tunggu naganya tiba, aku ingin tahu kenapa dia sering membakar hutan."
Naga itupun datang, dan menyemburkan api.
"Kaila."
"Baik tuanku, wind magic, tingkat 4, wind blow."
Kaila pun meniupkan angin dan membuat api itu berbalik ke arah naga.
Akupun terbang dan mendekat ke arah naga.
"Kenapa kau suka membakar hutan, apa tujuan dan alasannya."
Dan naga itu berbicara.
"A-apa, manusia bisa berbicara kepadaku, tidak... kau bukan manusia, siapa kau sebenarnya."
__ADS_1
"Aku Iblis setengah manusia setengah dewa."
"Kau bercanda."
Akupun mengeluarkan Aura mengerikan.
"Ba-baik, aku percaya kepadamu, Aura yang benar-benar mengerikan, aura kau hampir sama seperti Maou, tapi aku melihat aura lain yang lebih mengerikan."
"Jadi kenapa kau membakar hutan ?"
"Latihan." ucap naga.
"Latihan katamu, kau tahu manusia yang ada di sana juga ikut terbakar."
"Kenapa kau peduli kepada mausia."
"Aku hanya menerima misi ini bukan menerima tapi memilih misi ini."
"Begitukah."
"Ya, jadi tolong latihannya apalah itu jangan di tempat manusia berada.
"Baik baik."
Akupun kembali turun ke tanah.
"Energi sihir yang pernah ku lihat sebelumnya, tu-tu-tuan Hydra, kenapa anda bisa ada di sini."
"Yo... naga kecil." Ucap Hydra.
"Kau mengenalinya Hydra ?" Ucapku.
"Iya, saya pernah melihatnya, dulu dia masih belum bisa terbang, tapi sekarang dia sudah sebesar ini."
"Oh begitu."
"Hydra saja cukup."
"Ah.. baik tua- Hydra."
"Nampak nya kau hidup sendiri Tie."
"Iya, begitulah."
"Mau ikut bersama kami ?" Ucap Hydra.
"Bo-boleh kah."
Hydra menengok ke arah ku seakan harus membolehkannya.
"Iya boleh, kau tinggal berubah ke wujud manusia saja." ucapku.
"Te-terimakasih."
Naga yang bernama Tie pun berubah ke wujud manusia, dia anak kecil tapi umurnya di atas 200 tahun, ia imut, berambut pendek berwarna merah semerah api.
"Misi selesai ayo kita kembali." Ucapku.
"Baik tuanku."
"Baaiikk."
"Baik."
"Rekan akupun bertambah satu."
__ADS_1
Terdengar suara perut keroncongan.
"Tie kamu lapar ?" tanyaku.
"I-Iyaa... tuan." Jawab Tie.
"Mari kita makan, aku juga lapar."
"Baik tuanku."
"Oii... siapa di sana ?! kejar dia."
"Biar aku saja Xell." Ucap Siela.
"Iya ku serahkan padamu."
"Arrow magic, tingkat 3, wind arrow."
Siela pun memanah orang yang mengikuti kami.
"Kena Xell."
"Kerja bagus, bawa dia kemari."
"Siall, berubah..." Ucap si mata-mata .
Dia pun berubah menjadi Iblis.
"Dia Iblis tingkat atas, sebaiknya kalian bersembunyi." Ucapku.
"Hahaha, Maou menyuruhku untuk membunuh kau, bersiaplah untuk mati."
"Sial, segera menjauhh... dia sedang mengumpulkan sihir yang sangat dahsyat, cepaaattt...... pergi dari kota ini."
Akupun berteriak sangat kencang, dan teman-temankupun tidak bisa berkata apa-apa selain menuruti permintaan ku.
"Sial takan sempat, aku harus memindahkan semua penduduk yang ada di kota ini, aku harus menggunakan sihir iblis.........
Demon magic, tingkat 10, shadow transfer."
Akupun mengirim teman-teman ku beserta semua penduduk kota ini ke tempat yang aman.
Iblis itupun sudah siap menggunakan jurusnya.
"Demon magic, tingkat 10, DARK METEOR."
Terlihat sebuah meteor yang sangat besar di atas langit, meteor itu membuat sekitar menjadi gelap, meteor yang di selimuti api dan kegelapan.
"Lagi-lagi aku harus menahan serangan yang sangat amat besar, meteor itu jatuh dan akan menimpa kota ini, mungkin kalau di biarkan kerajaan pun akan ikut hancur."
Semoga masih sempat meteor itu sudah semakin dekat.
"Demon magic, tingkat 10, HELL GATE."
Aku memunculkan sebuah gerbang neraka, gerbang itu muncul dari lubang hitam yang sangat besar di langit, gerbang itu sangat besar dan gerbang itu memakan Metor dan memasukannya ke dalam.
Sungguh kekuatan yang sangat mengerikan, gerbang itu sangat besar.
"Tidak mungkin, kekuatan macam apa itu, kau...kau... Iblis yang tidak pernah muncul di dunia bawah maupun di dunia ini, Raja Iblis kau bahkan tidak bisa mengalahkannya.
Ngomong apa dia ini.
"Sudah berbicaranya, Demonic magic, darkness absorber."
Akupun menyerap iblis itu ke dalam lubang hitam ku.
__ADS_1
Dia berbicara kepadaku, aku iblis yang tidak pernah muncul di dunia bawah maupun di dunia ini, apa maksudnya ?.