
Chapter 12 : Keputusasaan
"Pangeran Azazel, tidak, Azazel Hahahaha.... Kerajaan Gellra sudah hancur lebur tanpa sisa." Ucap Kiero yang berbicara demikian.
"A-apa katamu."
"Maou Lucifer (Raja Iblis Lucifer) telah menghancurkan kerajaan Gellra tanpa sisa." Ucap Bruz.
"Bahkan kau juga Bruz, apa semua ini ulah kalian dan Raja Iblis sialan itu."
"Benar sekali, Raja Iblis sudah menyadari dari awal bahwa kau bukan Azazel yang selama ini kami kenal." Ucap Kiero.
"Sialan." Aku tidak menyadarinya.
"Kau mustahil bisa mengalahkan Raja Iblis, menyerahlah dan matilah." Ucap Bruz.
"A-apa bukannya dia lebih lemah dariku."
"Hahaha... bicara apa kau ini, beliau adalah makhluk yang tidak ada tandingannya di dunia ini, bahkan dewa pun tidak ada apa-apanya di hadapannya." Ucap Bruz.
Mimpi buruk macam apa ini, ini mimpikan.
"Ini bukan mimpi, aku selalu mendengar suara hatimu, kau adalah manusia dari dunia lain yang bereinkarnasi, kau lupa, aku mempunyai kemampuan pendengaran yang sangat hebat." Ucap Kiero.
"Ahahaha... sialan, mana kau Raja Iblis sebelum aku membunuh kau, aku akan membunuh kedua pengkhianat ini."
Akupun berubah ke mode Iblis ku, aku sampai tidak bisa mengendalikannya karena kebencian dan dendam dalam diriku yang sangat amat besar.
"Freya, Vera, tunggu aku, walaupun kalian mati aku akan menghidupkan kalian kembali."
"Percuma karena sudah tidak ada yang tersisa, Kerajaan Gellra hancur lebur menjadi abu." Ucap Kiero.
"sial.... Prison of darkness."
"Kau akan mati di tangan Raja Iblis." Ucap Kiero.
"Tidak lama lagi kegelapan akan menyelimuti dunia ini." Ucap Bruz.
__ADS_1
"Itu kata-kata terakhir mereka berdua, padahal mereka teman pertama ku di dunia ini, kenapa... kenapaaaa tuhan menghidup kan ku kembali, kenapa ke dunia yang kejam ini, kenapaaaaaa...." Akupun berteriak sangat kencang, aku sudah sepenuhnya menjadi Iblis bahkan air mataku tidak bisa keluar.
Akupun menggunakan Skill dan mengirim mereka ke penjara kegelapanku.
"Di mana kau Maou (Raja Iblis) kubunuh kauu."
Aku segera menuju Kerajaan Gellra dan bertemu dengan ayahku sang Raja Iblis, yang tepatnya dia sekarang adalah musuhku, kerajaan ini sudah tidak tersisa satu bangunanpun, yang telihat hanyalah rata dengan debu berhembusan, dah darah berceceran di mana-mana, sangat kejam sekali, ia membunuh ratusan/ribuan manusia yang berada di kerajaan ini.
"Yo... Azazel, itu kepala ke dua wanita yang kau cintai." Ucap Raja Iblis dan melempar 2 kepala manusia yang ternyata itu adalah Freya dan Vera.
"Freya, Vera, sebentar akan aku hidupkan kalian kembali." Akupun mengeluarkan air mataku, pertama kalinya aku menangis di dunia ini.
"Percuma, aku sudah menyegelnya, segel yang tidak bisa di lepas oleh siapapun." Ucap Lucifer.
"A-apa, kenapa kau sekejam ini."
"Aku sudah berada di dunia ini ribuan tahun lamanya, dan sudah berkali-kali membunuh manusia, sampai-sampai Dewa pun turun ke dunia ini, dan itu hanya membuang nyawanya saja."
"Kau bahkan membunuh seorang Dewa."
"Yaa... mereka sangat lejat."
...Sharp Sword of darkness." Akupun menggunakan skillku.
"Percuma, kau tidak bisa melukaiku sedikitpun, dengan aku membunuhmu aku akan hidup dengan bebas di dunia ini, kalau kau di biarkan hidup kau hanya akan mengganggu rencanaku."
"Rencana ?" Aku hanya bisa gemetaran dan merinding melihat Raja Iblis ini, aura nya yang mengerikan, melihatnya saja sudah membuatku takut.
"Ya.. rencanaku adalah membunuh Tuhan."
"Bahkan kau berniat membunuh tuhan, kau makhluk terkejam di dunia ini."
"Aku akan mengeluarkan jurus berskala besar, percuma kau menahannya, kau akan tetap mati."
"Aku tidak bisa apa-apa, aku kira aku yang terkuat di dunia ini, butuh waktu berapa ribu tahun untuk bisa mencapai kekuatan sepertinya, aku lebih memilih mati."
Mungkin aku akan ke neraka, tidak masalah, itu sudah menjadi hukumanku karena tidak bisa menjalani kewajibanku untuk melindungi dunia ini.
__ADS_1
"Sudah bicaranya ? Terima ini....
....Destruction of darkness."
Lucifer menembakan Sihir Iblis bersekala besar ke arahku.
Aku akan terkena serangan dahsyat itu, percuma saja aku menghindar.
"Se simple ini kah hidup ku, mati di dunia sebelumnya dan sekarang mati di dunia baru, haahh... bahkan aku belum merasakan apa itu yang namanya cinta, selalu berduaan dengan seseoarang yang di cintai, selamat tinggal dunia yang kejam in-"
Sebelum aku menyelesaikan kata-kataku terdengar suara wanita.
"Azazel, kamu harus menahan serangan itu, aku menyukaimu Azazel dan ini saatnya untuk ku membayar kebaikanmu karena sudah menyelamatkanku dari para Goblin." Ucap Freya.
"Freyaaa.. tunggu aku Freyaa, aku akan segera menyelamatkanmu kembali, dan terimakasih sudah membuat diriku bangkit kembali." Aku berlinang air mata dan bangkit setelah menghapus air mataku.
"Azazel, itu kencan pertamaku, kamu bahkan memakaikan ku kalung, bahkan kamu memakai kalung yang sama sepertiku, itu hari yang sangat bahagia dalam hidupku, kamu menyuapiku makan, aku ingin selalu besamamu Azazel, jadi kumohon kamu jangan menyerah." Ucap Vera.
"Vera terimakasih sudah memberiku harapan, dan Freya terimakasih sudah membuatku bangkit. Aku menyayangi kalian berdua."
"Iya." Ucap bersamaan Freya dan Vera.
Maouuu.... akan ku tahan seranganmu, aku tidak tahu akan terpental sampai mana, aku harap aku baik-baik saja.
Dan akupun menahan serangan Raja Iblis dengan skill tingkat ter atas.
"Demon Magic tingkat 10....
....Eternal darkness shield."
Akupun terpental yang entah tidak tahu ke mana.
"Aaaaaaaa......"
Akupun menabrak sebuah gunung, melewati lautan, daratan dan menabrak pohon-pohon besar.
Gawat aku kehabisan mana, pandanganku mulai kabur, sekarang hanya bergantung pada nasib. Dan akupun tak sadarkan diri.
__ADS_1
"Sepertinya aku berlebihan, sampai-sampai gunungpun terbelah, dengan ini pasti dia sudah mati, energi sihirnya juga lenyap, saat nya kembali ke Kastilku." Ucap Raja Iblis.