Aku Bereinkarnasi Menjadi Putra Raja Iblis

Aku Bereinkarnasi Menjadi Putra Raja Iblis
Hutan para elf


__ADS_3

Chapter 13 : Hutan para elf


"Aww... silau, apa aku berada di surga, seluruh tempat ini berwarna putih dan terang."


Ada seseorang yang muncul di hadapanku.


"Aku adalah Dewa, kamu berada dalam alam bawah sadarmu, kamu sekarang sedang koma, dan tubuhmu yang asli sedang di rawat di hutan elf."


"Dewa ?"


"Iya, nama aku Artemis, seorang Dewa agung, aku adalah Dewa dengan hidup paling lama, bisa di bilang aku adalah pemimpin dari para Dewa."


"Kenapa Dewa menolongku ?"


"Kamu satu-satunya makhluk yang bisa mengalahkan Raja Iblis, itu alasan kamu bereinkarnasi ke dunia ini."


"Begitu ya, tapi aku tidak bisa menandinginya."


"Ada kekuatan yang terpendam dalam dirimu, itu adalah kekuatan Dewa, entah siapa yang meberikan kekuatan itu padamu, mungkin Tuhan yang memberikannya, tapi kekuatan itu sangat besar, kamu yang sekarang tidak bisa mengendalikannya, tubuhmu tidak bisa menampung kekuatan yang sangat amat besar, jika kamu menggunakannya, itu hanya akan membuat dirimu meledak."


"Kalau memang di katakan Dewa begitu, aku terima permintaan mu, untuk membunuh Raja Iblis."


"Bagus lah kalau begitu, aku akan membuka sedikit kekuatan Dewa dalam dirimu, dan sekarang kamu mempunyai tiga jenis kekuatan, yang pertama kekuatan Iblis yang di mana kekuatan itu di selimuti kebencian, dendam, dan amarah, aku harap kau tidak memakai kekuatan itu, kau hanya boleh menggunakannya di saat kamu tidak ada lagi pilihan, dan ke dua kekuatan Manusia yang di mana kamu bisa menggunakan segala jenis sihir manusia, dan yang ke tiga kekuatan Dewa yang bisa mensucikan kegelapan, bisa menyembuhkan kutukan intinya kekuatan ini kekuatan Suci."


"Terimakasih Dewa Artemis karena sudah memberitahuku, aku mempunyai satu pertanyaan."


"Pertanyaan apa itu, katakan saja."


"Baik, apakah bisa menggabungkan wujud Iblis dan wujud Dewa."


"Sayang sekali, kamu tidak boleh melakukannya, kedua Wujud itu saling bertolak, itu hanya akan membahayakan dirimu."


"Baiklah kalau begitu, aku hanya perlu berlatih dan melewati berbagai macam rintangan, masalah, dan halangan di perjalan baru aku ini."


"Benar, kamu terpental selama 12 Jam dan itu cukup jauh sangat amat jauh, dan itu melewati ratusan Negara, sebelum aku pergi, apakah ada yang kau inginkan dariku."


"Apakah Dewa bisa menghidupkan kembali Freya dan Vera."


"Sayang sekali bagian tubuhnya sudah tidak tersisa karena terkena serangan Raja Iblis, kalaupun ada itu sudah di Segel, segel yang hanya bisa di buka olehnya."


"Freyaa, Veraa, terimakasih sudah memberiku harapan, mungkin kalau tidak ada mereka aku sudah mati sekarang, tapi aku meminta kepada Dewa Artemis, aku ingin Freya dan Vera berada di Surga, aku ingin mereka bahagia di sana."


"Bagi Dewa itu gampang, baiklah apa cuma itu yang kau inginkan."

__ADS_1


"Iya cuma itu, dengan ketiga jenis kekuatan ini kurasa sudah cukup."


"Kalau begitu, aku akan merubah namamu, dan kau harus selalu menggunakan Wujud manusia."


"Tidak masalah, aku terima tawaran dan permintaan Dewa."


"Nama kamu sekarang adalah Axelle yang artinya pembawa kedamaian, kamu harus menjaga nama itu baik-baik."


"Baik Dewa Artemis."


Namaku sekarang adalah Axelle, walaupun terkesan aneh, tapi ini nama pemberian dari Dewa, aku harus menjalani kewajibanku untuk menyelamatkan dunia ini.


"Kalau begitu aku pamit, semoga perjalananmu menyenangkan Axelle."


"Baik Dewa Artemis, Terimakasih banyakkk...


Dewa Artemis pun menghilang dan akupun sadarkan diri.


"Aku di mana."


"Kamu berada di dalam Hutan elf, Akhirnya kamu sadarkan diri, sudah 13 Hari kamu tertidur."


"13 Hari ?"


"Iya, aku merasakan energi sihir yang sangat amat besar menuju kemari, dan tiba-tiba energi sihir itu menghilang, setelah kami memeriksanya aku pun melihat kamu terbaring di rumput."


"Begitu ya." Aku sangat lemas, bahkan duduk pun susah.


"Nama aku Seila, aku yang merawat kamu selama 13 hari ini."


Dia elf, ia sangat cantik, dengan rambutnya yang pirang berwarna kuning dan memakai baju yang terlihat sedikit dadanya itu terlihat sangat menggoda, dunia lain memang terbaik.


"Nama aku Az-  tidak....nama aku Axelle, terimamasih karena sudah merawatku."


"Tidak masalah, kamu pasti lapar kan, mari kita makan."


"Baik."


"Ini apa enak sekali."


"Itu hanya telur burung."


"Aku baru pertama kali merasakannya."

__ADS_1


"Syukurlah kamu menyukainya."


Meja makan ini hanya di khususkan untuk satu orang, apa dia tinggal sendirian di rumah ini.


"Ngomong-ngomong ayah dan ibu kamu kemana Seila."


Seila pun berlinang air mata.


"Ah maaf, aku tidak tahu, aku tidak bermaksud-"


Seila memotong perkataanku, dan menghapus air matanya dan berkata.


"Tidak apa, aku hanya merasa sedikit sedih, 300 Tahun yang lalu ayah dan ibuku terbunuh oleh monster karena serangan Raja Iblis Lucifer.


Lagi-lagi Raja Iblis sialan.


"Raja Iblis dia tidak bisa di maafkan."


"Apa kamu mengenalinya."


"Ya.. dia adalah ayahku....."


Dan akupun menjelaskan semuanya.


"Bahkan beban kamu lebih berat dari ku, jadi apa yang kamu rencanakan."


"Aku akan balas dendam, lebih tepatnya menyelamatkan dunia, itu yang Dewa pinta dariku."


"Aku akan ikut bersama mu."


"Kamu yakin ? Perjalanku tidaklah mudah, akan ada banyak masalah di setiap aku melangkah."


"Tidak apa, aku hanya ingin bertambah kuat."


"Kalau kamu bicara begitu, baiklah, pertama-tama aku ingin memulihkan energi sihir ku."


"Ada pohon yang bisa mengisi energi sihir dengan sangat cepat."


"Pohon ?"


"Iya pohon terbesar di hutan elf, kamu hanya perlu merasakan energi di dalam pohon tersebut, otomatis energi sihir kamu akan pulih kembali."


"Baiklah kalau begitu ayo kita ke pohon itu."

__ADS_1


Akupun menuju pohon besar yang memiliki energi sihir yang berlimpah, untuk mengisi kembali energi sihirku.


Dan perjalanan baruku di mulai untuk mengalahkan Raja Iblis Lucifer dan menyelamatkan dunia ini.


__ADS_2