Aku Bereinkarnasi Menjadi Putra Raja Iblis

Aku Bereinkarnasi Menjadi Putra Raja Iblis
Pemberantas kejahatan


__ADS_3

Chapter 26 : Pemberantas kejahatan


"Iya tuan Axel." Ucap Deus.


"Mari kita ambil pekerjaan itu, berarti kita jadi Asisten ya."


"Iya tuan Axel."


"Tidak ada pekerjaan lain selain asisten ?"


"Emm... ada tuan Axel."


"Pekerjaan apa itu."


"Walalupun di dunia iblis ini terlihat damai, tapi ada juga iblis yang sering mengamuk, berbuat kejahatan, dan lain - lain, karena itu, di buatlah Guild pemberantas kejahatan." Ucap Deus.


"Guild pemberantas kejahatan ya."


"Iya tuan, di sana kita di latih setiap hari."


"Oke, kita ambil pekerjaan ini saja."


Kalau di perhatikan dunia iblis ini tidak ada bedanya seperti dunia manusia.


Kami berlima menuju ke tempat Guild pemberantas kejahatan.


Untuk sementara aku tunda dulu untuk bertarung melawan Lucifer, aku harus membuat rencana.


"Selamat datang, sepertinya kalian baru tiba di kota ini, ada perlu apa." Sepertinya dia guild master, dia Iblis, aku tidak tahu tentang iblis, tapi dia memiliki ekor dan tanduk kecil di kepalanya, wajahnya seperti manusia.


"Ah... sebenarnya kami sedang mencari pekerjaan, jadi aku putuskan untuk kemari."


"Jadi kalian ingin bergabung, Namaku Vevi, isi pormulir ini."


"Namaku Axelle, ...aku sudah mengisinya, jadi tidak ada syarat apapaun ?"


"Tidak ada, kalian nanti juga di latih, nah manfaatkan lah waktu kalian untuk berlatih."


"Baiklah."


Aku dan rekanku menuju ke lapangan latihan.


"Banyak juga yang berlatih di sini."


"Ya, karena kita melindungi negeri ini."


Ada seseorang yang menghampiri kami.


"Komandan, lapor ada Iblis yang mengamuk di Kota gelap."


"Kerahkan pasukan, kita bersiap dan menuju ke sana, Axel aku pergi dulu."


"Baik, komandan."


Dia komandan rupanya, kota gelap ? Nama - nama kota di sini aneh - aneh.


Seseorang menghampiri kami, sepertinya dia pelatih.


"Kalian anggota baru ya."


"Ah iya."

__ADS_1


"Namaku Dero, aku pelatih, panggil aku Dero saja."


"Baik."


"Tidak usah pormal, mari kita mulai latihannya."


"Baik."


Kami pun di latih.


ini seperti latihan pengembangan kemampuan Iblis kita, menarik.


"Kita sudahi dulu latihannya." Ucap Dero.


"Baik."


"Ini makanan dan minuman untuk kalian."


"Wah terimakasih."


Aku dan rekanku di beri makan dan minuman, sudah gratis di beri makanan pula, terbaik.


"Komandan sedang menjalankan misinya. kebetulan di dekat sini ada iblis yang berbuat jahat, mari kita cari iblis itu, misi ini misi latihan kalian."


"Baik."


Kami menuju ke tempat si penjahat tersebut.


"Penjahat itu sedang mencuri, ayo kita kejar." Ucap dero.


"Baik."


Kamipun mengejar si penjahat tersebut.


"Baik, Dark iron cage." Aku menggunakan jurus tersebut, dan si penjahat itupun terkurung.


"Kerja bagus, mari kita aman kan penjahat ini."


Dan begitulah misi pertama di pekerjaan kami sebagai pemberantas kejahatan di dunia iblis ini.


Bahkan kami di beri tempat untuk tidur, benar - benar baik, walaupun mereka baik tapi tetap saja mereka adalah Iblis yang di pimpin oleh Raja Iblis Lucifer, kalau mereka di suruh untuk menghancurkan dunia manusia, kurasa mereka akan menuruti perkataan Raja Iblis ini.


Keesokan harinya, di kastil Raja Iblis.


"Ayahanda, ayahanda tetap ingin menghancurkan dunia manusia." Ucap Azazel.


"Ya, apa kau keberatan putraku." Ucap Raja Iblis.


"Tidak ayahanda, tapi di sana ada Asmodeus, Raja dari segala Raja Iblis."


"Tidak masalah, kau lupa Putraku, Ayahanda juga memiliki nama Raja dari segala Raja Iblis."


"Iya aku ingat." Maafkan aku Axelle, aku tidak bisa berbuat apa - apa, kuserahkan semuanya padamu Axelle, sahabatku.


Sudah 3 hari kami berada di dunia iblis, latihan seperti biasanya, menangkap penjahat, kurasa pekerjaan ini membosankan, tapi semembosankan apapaun pekerjaannya, kita harus tetap bekerja, kalau tidak aku tidak akan mempunyai uang.


Komandan bilang, misi kali ini akan susah.


kami segera menuju lokasi iblis yang sedang mengamuk tersebut.


Aura yang sangat mengerikan.

__ADS_1


"Segera amankan warga sekitar." ucap Vevi, komandan dari pasukan pemberantas kejahatan dan dia menambahkan kata.


"Ayo kita mulai, pakai jurus level 1."


"Dark iron cage level 1, tidak mempan." ucapku.


"Pakai tingkat ke 2."


"Dark iron cage level 2, tidak mempan."


"Sial, Dark iron cage level 8." komandan menggunakam jurus ber level 8, dan iblis yang mengamuk itu berhasil di kalahkan, itu yang ku pikirkan, tapi iblis itu kembali mengamuk, menghancurkan rumah - rumah yang ada di Kota ini, walaupun iblis tidak mudah mati tapi tetap saja mereka bisa terluka.


"Komandan, saya akan menghentikan Iblis itu." ucapku.


"Tapi kau masih pemula Axelle."


"Komandan lihat saja, Demon Magic, tingkat 2 Sleep." aku menggunakan jurus itu untuk menidurkan Iblis yang sedang mengamuk, tidak kusangka berhasil.


"Jurus apa itu ?" ucap Vevi.


"Jurus menidurkan target."


"A-apa."


Apa penyebab mereka mengamuk, apa ini juga ulahnya Raja Iblis, kalau memang benar dia yang melakukannya, dia benar - benar sampah, aku jadi ingin segera membunuhnya, tenang diriku, tunggu sebentar lagi, Lucifer pasti sedang membuat rencana, dia pernah bilang bahwa dia sedang merencanakan untuk membunuh Tuhan, setelah itu dia akan menjadi Sosok seperti apa, aku tidak bisa membayangkannya, aku harus menghentikannya sebelum itu terjadi.


"Axelle, akan ku naikan pangkatmu, pangkatmu sekarang adalah Kapten, kamu akan memimpin salah satu pasukan, kekuatanmu bahkan di atasku, kamu harus melatih pasukanmu yang sekarang." ucap komandan.


"Baik komandan, saya akan bekerja keras."


"Panggil aku Vevi."


"Ah iya."


Aku Kapten pasukan kah, rekan ku juga berada di pasukan ku, jadi aku tidak perlu khawatir.


"Ketua, kita mulai saja latihannya." ucap Deus.


"Kau benar, ayo."


Aku melatih mereka jurus - jurus yang berguna untuk melawan Iblis - iblis jahat, mereka cukup berbakat, aku melatih mereka jurus penidur, kalau bahasa di dunia ku sebelumnya mungkin Bius, terus penyegel, dan masih banyak lagi.


"Lapor ketua, ada tindakan kejahatan di kota."


"Baiklah, ayo berangkat."


Kami menuju lokasi penjahat tersebut, dan aku hanya melihat bawahanku untuk menyelesaikan misi ini, kurasa misi ini cukup mudah.


"Ketua, penjahat sudah di amankan."


"Kerja bagus, mari kita kembali."


Keseharian yang normal, menangkap penjahat, sudah satu bulan kah aku di dunia Iblis ini, tidak kurasa selama itu, sudah saatnya aku meninggalkan kota ini, aku akan menulis surat untuk pasukan pemberantas kejahatan ini, kejam juga kalau pergi tanpa mengucapkan apapun, mereka juga sudah belajar banyak padaku, kurasa cukup, mereka hebat - hebat, terutama komandannya, walaupun dia wanita tapi dia kuat, serta tegas, walaupun dunia sudah damai, kuharap mereka selalu bisa menjaga kedamaian itu.


"Deus, Hydra, Kaila, Tie."


"Baik Tuanku."


"Mari kita menuju Kastil Raja Iblis."


"Baik tuanku."

__ADS_1


"Deus, apa kau bisa mengalahkan Lucifer ?"


"Sudah ribuan tahun lamanya saya tidak pernah bertemu dengannya lagi."


__ADS_2