
Chapter 05 : Kembali ke Kota Rabla
Azazel yang pingsan karena kelelahan, ia pun langsung di bawa ke rumah kepala desa, dan menginap di desa kulun tersebut.
Penyebab Azazel pingsan karena belum makan.
Sesaat sadar Azazel pun langsung makan dengan lahap.
"Anda baik-baik saja pangeran? Apa ada yang sakit, kepalanya pusing tidak" ucap Bruz.
"Aku baik-baik saja kok, jangan terlalu khawatir padaku"
"Tapii"
"Aku sedikit lemas saja tadi, Kiero lagi kemana?"
"Dia lagi mengobati yang terluka."
"Oh begitu, Bruz ambilkan aku minum, air ini habis"
"Siap laksanakan pangeran"
"Jangan terlalu formal, anggap saja aku ini teman kamu, oke"
"Si-- iya Azazel"
"Nah begitu"
"Saya permisi dulu"
"Iya"
"Ada beberapa warga yang meninggal karena di makan oleh ular, apa perlu aku hidupkan kembali, hmm.." ucap Azazel.
"Ini air pituh nya pangeran" ucap Bruz.
"Oh iya, terimakasih"
"Sama-sama pange-- Azazel, anda lagi seperti memikirkan sesuatu, lagi memikirkan apa Azazel."
"Oh, hebat kamu bisa tahu."
__ADS_1
"Hehe"
"Aku lagi memikirkan tentang orang yang meninggal karena di makan oleh ular, apa perlu aku bangkitkan/hidupkan kembali."
"Emm... saya rasa jangan, nantinya banyak orang yang akan mencari anda, dan ingat kata (Maou-Sama) Tuan Raja Iblis, jangan menggunakan sihir sembarangan, mungkin contohnya sihir pembangkit ini."
"Benar juga, sayang sekali, aku juga akan menghindari keributan."
"Iya itu, setiap makhluk hidup pasti akan mati, kita sebagai Iblis berbeda kita Abadi."
"Ngomong-ngomong umur kamu berapa Bruz?"
"Umur saya 246 Tahun."
Padahal kelihatannya masih muda, dari wajahnya seperti umur 28 tahunan.
"Lumayan lama juga kamu hidup di dunia-- ini."
"Iya begitulah."
"Permisi, Pangeran anda sudah bangun, bagai mana keadaan anda" ucap Kiero yang baru dateng.
"Syukurlah."
"Aku ingatkan sekali lagi, jangan panggil aku pangeran dan pangeran Azazel lagi, panggil aku azel, paham.
"Baiklah azel" ucap Bruz dan Kiero.
"Aku ngantuk, aku mau tidur dulu, kalian berdua tidur aja gak usah mengawasiku."
"Tapi kalau anda kenapa-kenapa lagi bagaimana" ucap Bruz.
"Aku bukan anak kecil, sudah sana keluar aku gak bisa tidur kalau di awasi."
"Baiklah kalau begitu saya permisi" ucap Bruz.
"Saya juga permisi, kalau ada apa-apa panggil kita berdua, kita akan segera datang" ucap Kiero.
"Iya iya"
Azazel pun tertidur, malam pun berlalu hari pun berganti pagi.
__ADS_1
"Udah pagi kah, kemarin sangat melelahkan."
"Azel udah bangun?"
"Udh Bruz."
"Kita sarapan dulu, setelah itu kita kembali ke kota Rabla."
"Iya iya"
Sesudah sarapan Azazel, Bruz, dan Kiero pun kembali menuju ke kota, dan di saat mereka mau menuju ke kota, warga desa kulun tersebut berkumpul untuk berterimakasih karena telah menyelamatkan desa tersebut, Azazel pun di panggil pahlawan desa. Azazel pun langsung bergegas menuju ke kota.
Sesampai di Kota, ia bertemu dengan Freya.
"Freya" ucap Azazel yang memanggil Freya.
"Azazel rupanya, aku dengar kamu mendapatkan misi yang sangat berbahaya, apa kamu baik-baik saja?"
"Iya, ada banyak korban di sana, Aku baik-baik saja kok."
"Untungnya kamu baik-baik saja,
"Iya Frey."
"kamu mau mampir ke rumah aku gak, aku mau membuat Potion penyembuh."
"Wah boleh tuh, aku juga pengen belajar membuat potion."
"Kalau begitu ayo kita berangkat."
"Ayo"
"Bruz dan Kiero lapor saja ke Guild bahwa misi selesai, aku mau ke rumah Freya dulu, jangan ganggu ya."
"Baiklah zel, kalau begitu saya permisi" ucap Bruz.
"Saya juga permisi" ucap Kiero.
"Iya."
Azazel pun berangkat ke rumah Freya untuk belajar membuat Potion.
__ADS_1