Aku Bereinkarnasi Menjadi Putra Raja Iblis

Aku Bereinkarnasi Menjadi Putra Raja Iblis
Selamat tinggal Kota Rabla


__ADS_3

Chapter 09 : Selamat tinggal Kota Rabla.


"Baguslah kalau begitu, ngomong-ngomong rumah kamu di mana Azel."


Pertanyaan yang sulit, apakah aku harus menjawabnya dengan benar.


"Ah.. rumahku ya, rumah ku di.." sebelum aku menyelesaikan perkataanku, ada seseorang yang memanggilku.


"Azazel, apakah di dalam ada Azazel." Ucap Bruz, emang bisa di andalkan kedua pengawalku ini.


"Iya aku di dalam, Bruz kah, masuk saja Bruz."


"Iya."


"Ada apa kamu sampai ke sini,


"Guild master meminta Azazel untuk segera ke Guild."


"Sepertinya darurat, Frey, aku pamit dulu ya."


"Ah iya Azel, sampai ketemu lagi, jaga dirimu baik baik."


"Iya, sampai ketemu lagi."


Akupun keluar dari rumah Freya.


"Jadi, ada masalah darurat apa."


"Ah itu cuma bohong, kalau saya tidak datang, mungkin anda sudah memberi tahu bahwa anda Putra Raja Iblis."


"Hebat juga kamu bisa tahu."


"Itu kelebihan Kiero, dia mempunyai Pendengaran yang luar biasa."


"Makasih Kiero."


"Itu sudah kewajiban bagi kami berdua untuk melindungi Pangeran Azazel." Ucap Kiero.


"Kerja bagus kalian berdua."


"Baik Pangeran." Ucap bersamaan mereka.

__ADS_1


"Untuk sekarang kita makan dulu."


"Baik pangeran."


Kami pun makan bersama, sesaat kami sedang makan, ada seseorang yang datang ke tempat makan ini, nampaknya ia baru tiba dari kota ini, aku merasakan aura Suci dari dirinya.


"Kalian tidak sadar bahwa ada Iblis di Kota ini, bahkan lebih kuat dari Raja Iblis, mereka bertiga Iblisnya." Ia langsung menunjuk ke arah kami.


"Tuan Refolt, apa benar mereka Iblis." Ucap petualang.


"Ya, mereka Iblis, yang berada di tengah itu dia Iblis tingkat atas, Bukan tingkat atas melainkan tingkat Malapetaka.


Semua orang pun terkejut dan menjauh dari ku, para petualang pun langsung bersiap untuk bertempur, nampaknya mereka sangat percaya ke orang suci tersebut, mungkin ia termasuk pahlawan dari kota ini.


"Hebat juga kau manusia, bisa mengetahui bahwa aku adalah Iblis." Akupun berubah ke Wujud Iblis ku dengan mata Merah terang dan tanduk di kepalaku.


"Pangeran Azazel kita harus bagai mana." Ucap Bruz.


"Untuk sekarang kita habisi mereka yang mengganggu jam makan siang ku."


"Pangeran ? Berarti kau anaknya Raja Iblis." Ucap pria itu.


"Ya.. aku Anaknya Raja Iblis, aku akan menjadi Maou (Raja Iblis) Berikutnya, apa kau mau mencicipi sedikit kekuatanku.


Setelah mendengar perkataanya akupun kembali ke wujud manusia.


"Ayahku berkata begini, "ayahanda sudah capek dengan peperangan, ayahanda ingin hidup bahagia bersama keluarga kecil kita." Itu yang di katakan ayahku, dan tujuanku hanya ingin hidup bebas, aku ingin berpetualang, aku tidak mau terus berada dalam kastil.


"Be-begitu ya, ma-maaf kan saya karena sudah mengganggu makan siang anda."


"Tidak apa, selama kau tidak melakukan apa-apa akupun begitu.


"Baik tuan Azazel, Pernekalkan nama saya Refolt."


"Saya Azazel dan ini Bruz, ini Kiero, untuk sekarang mari kita lanjutkan makannya."


Orang-orang pun kembali ke tempatnya masing-masing, ada juga yang lari karena ketakutan.


"Boleh saya makan bersama Tuan Azazel." Ucap Refolt.


"Boleh kok, sebentar aku ingin ke depan."

__ADS_1


"Oi manusia, bagi siapa yang memberi tahu Freya bahwa aku Iblis, kubunuh kau !"


"Ba-baik Tuan Azazel." jawab serentak orang-orang yang berada di sini.


"Bagus."


Aku pun kembali makan, hari-hari menegangkan pun berlalu, hari pun berganti pagi, aku pun bersiap untuk berangkat ke Kerajaan Gellra yang di mana kerajaan tersebut di penuhi dengan DemiHuman (Monster setengah manusia) mungkin akan ada banyak yang mengenali ku, bahwa aku ini adalah Putra Raja Iblis.


Warga kota Rabla pun berkumpul dan menyambut kepergianku, atas nama Azazel aku akan melindungi kota ini dari kejauhan, aku tidak bisa membiarkan orang yang menghargaiku terluka.


Aku sengaja tidak menggunakan Teleportasi, aku hanya ingin menikmati perjalanan saja, kalau memakai teleportasi bukan petualangan namanya.


Sebelumnya aku memakai teleportasi, dari Kastil Raja Iblis menuju ke kota Rabla, tapi itu bukan teleportasi, ternyata itu perpindahan ruang dimensi yang di mana dari Dunia Iblis berpindah ke dunia manusia, Simple nya seperti membuka pintu gerbang menuju dunia manusia.


Pantas saja ayah di ceritakan menghilang tanpa jejak, ternyata Dunia Iblis dan dunia manusia itu berbeda, aku baru sadar.


Apakah kerajaan Gellra ini ada hubungannya dengan ayah, ataukah itu Kastilnya di dunia manusia ini ? Hmm, capek juga memikirkannya, istitahat dulu ah.


"Bruz, kiero, kita istirahat dulu sebentar, kita sudah cukup jauh berjalan.


"Baik pangeran."


"Buatkan aku teh manis."


"Baik pangeran."


Ada sihir yang bisa menyimpan barang apa saja tanpa batas, dengan mengucapkan mantra akan keluar sebuah lubang untuk penyimpan barang dan jika ingin mengeluarkan barang itu tinggal membayangkan atau menyebutnya otomatis barang itu akan keluar dengan sendirinya, sangat membantu si.


Dunia lain memang terbaik, Oh iya aku belum bertemu dengan Elf, peri apa lagi ya, hmm.. mungkin akan bertemu nanti di suatu tempat.


"Ini tehnya pangeran." Ucap Bruz.


"Terimakasih."


"Sama-sama pangeran."


"Ini cemilannya pangeran." Ucap Kiero.


"Wah, terimakasih."


"Sama-sama pangeran, kalau ada yang anda inginkan lagi, katakan saja pangeran." Ucap Kiero.

__ADS_1


"Iya iya." Kiero walaupun jarang ngomong ia cekatan dalam berbagaihal, 2 pengawalku ini memang terbaik, jadi inikah yang namanya Pangeran itu.


Setelah istirahat, meminum teh dan memakan cemilan, kami pun melanjutkan perjalan kami menuju Kerajaan Gellra.


__ADS_2