
Chapter 22 : Raja Iblis Berikutnya
"Mari kita makan malam bersama." Ucap sang Raja.
"Ayo Guru kita makan malam bersama."
"Wah, ayo."
Kamipun makan malam bersama yang di mana hidangannya mewah - mewah dan enak - enak sekali.
Setelah makan aku berendam di pemandian air panas, rasanya bebanku terangkat oleh kenyamanan ini.
"Guru boleh aku bergabung."
"Pangeran pernando rupanya, iya silahkan."
"Pernando saja cukup Guru."
"Ah baiklah."
"Kudengar guru sudah beberapa kali menyelamatkan kerajaan, dan sekarang guru menyelamatkan kerajaan ini."
"Ya begitulah, setiap aku melangkah ada saja masalah yang datang, aku pernah gagal menyelamatkan seseoarang yang aku cintai, hari itu aku pikir aku akan mati, tapi kedua wanita yang aku cintai membuat aku bangkit, dan sampai sekarang di setiap pertempuran aku selalu berhasil menyelamatkan Kota dan kerajaan."
"Saya turut berduka guru, beban guru terlalu berat."
"Aku masih belum bisa mengalahkan Raja Iblis, aku masih butuh waktu untuk meningkatkan kekuatan ku."
"Tapi guru sudah sehebat itu, apa masih belum cukup untuk mengalahkan Raja Iblis ?"
"Masih belum, kekuatannya begitu besar, lupakan soal Raja Iblis, jadi sihir apa yang kamu miliki pernando ?"
"Saya kuat dalam sihir ber elemen api dan air."
"Api dan air kah, pertama belajar berpedang dulu setelah itu kita belajar sihir."
"Baik guru."
Kami berendam di air panas bersama, setelah itu aku langsung menuju kamar untuk tidur.
"Axel.. aku boleh masuk ?"
"Raisela, masuk saja, pintunya tidak di kunci kok."
"Ba-baik."
"Ada apa Sela ?"
"Tempat tidurnya terlalu besar, aku biasa tidur bersama kakak - kakak ku, jadi aku sedikit takut."
"Oh begitu, jadi kamu ingin tidur bersamaku ?"
"I-iya, boleh kan."
"Iya boleh."
Mana bisa aku tolak.
Kamipun berbaring di kasur bersama dan saling menatap langit - langit.
"Hei Axel."
"Iya ada apa Sela."
"Apa ada wanita yang kamu cintai."
"emm... Dulu ada, tapi untuk sekarang tidak ada."
"Oh begitu, syukurlah."
"Kok syukurlah."
"Ah tiidak, bukan apa - apa."
"Begitu." Aku menatapnya tapi dia sudah tertidur, momen yang langka, dia terlihat sangat imut saat tertidur, aku sebaik nya tidur juga, karena besok akan melatih Pernando."
Hari berganti pagi.
"Guru, bangun."
"Sudah pagi kah."
"Iya, ayo aku ingin segera belajar berpedang."
__ADS_1
"Iya iya." Aku menengok ke arah Arselia tidur tapi dia sudah tidak ada.
"Sebelum itu kita sarapan dulu guru."
"Okee."
Yang menyiapkan sarapan adalah Arselia yang memakai celemek ia terlihat cocok, cantik dan juga imut.
Setelah sarapan aku dan pangeran pernando langsung menuju ke Lapangan latihan.
Aku menghubungi rekan - rekan ku untuk menyuruh mereka menuju ke istana ini menggunakan Telepati.
Aku mengajari Pernando tekhnik dasar berpedang, 2 jam pun berlalu dia terlihat sudah menguasai tekhnik yang aku ajarkan.
Kami pun berduel kembali, hasilnya aku tetap menang tapi dia sekarang sudah menguasai beberapa tekhnik, itu suatu peningkatan.
"Kamu berbakat pernando, dalam 2 jam saja kamu bisa menguasai beberapa tekhnik yang aku ajarkan."
"Itu juga berkat guru."
"Kita lanjut ke tekhnik berikutnya."
"Baik guru."
4 jam pun berlalu.
"Sudah cukup, kita istirahat, besok kita lanjutkan."
"Baik guru."
"Axel, makan siang sudah siap." Ucap Arselia.
"Wah kebetulan aku sangat lapat, mari kita makan."
"Baik guru."
Anak ini cukup berbakat, aku juga sebelumnya punya murid yang berbakat, tapi dia sudah tidak ada di dunia ini.
Sang Raja menghampiriku.
"Axelle ini Gaji pertama kamu."
"Yang mulia, ini terlalu banyak."
"Baiklah, terimakasih banyak yang mulia."
"ya."
Aku memang meminta bayarannya banyak tapi ini terlalu banyak.
Aku tiba di meja makan dan lauk makan siang ini sangat banyak.
"Axell ini aku buatkan khusus untukmu."
"Hmm terlihat enak, apa ini."
"Ini daging dengan resep rahasia."
"Wow, aku coba ya."
"Iya."
Aku memotong dan memakan daging ini, daging ini benar - benar enak sekali.
"Mmm... enak sekali."
"Pastinya dong, kalau tidak enak aku tidak percaya diri seperti ini."
"Makasih ya."
"Sama - sama."
"Kapan - kapan buatkan lagi."
"I-iya." Wajahnya memerah.
Setelah makan aku bersantai di menara kerajaan bersama Raisela, yang di mana terlihat seluruh isi kota ini di ketinggian, itu terlihat sangat indah.
"Mereka tiba juga, Hydra, Tie, Kaila dan Siela."
"Apa perlu ku suruh kemari."
"Tidak perlu aku ingin berduaan bersamamu Raisela."
__ADS_1
"Kamu menggodaku terus."
"Maaf maaf, Kamu kemarin bertanya tentang wanita yang ku cintai, nah sekarang aku bertanya kepadamu, apakah ada seseoarang yang kamu cintai, Raisela ?"
"Ada."
"Siapa dia."
"Yang berada sampingku ini."
Ternyata dia jujur juga orangnya.
"Aku senang kamu menyukaiku, tapi aku belum bisa menjawab perasaanmu."
"Tidak apa Xell, aku berada di sisimu juga sudah membuatku bahagia."
"Arselia, ayo kita turun, teman - teman kita pasti sedang menunggu di sana."
"Baik."
Alasan aku tidak menerimanya, aku tidak punya alasan untuk menolaknya si, tapi ku rasa ini yang terbaik, yaa ini yang terbaik.
Berbagai masalah sudah ku lalui, Freya, Vera, dan murid pertamaku Tera, aku pasti akan menyelamatkan dunia ini, aku bahkan belum banyak bicara kepada kalian, maafkan aku karena aku tidak bisa melindungi kalian, aku sudah berusaha sebisa mungkin tapi aku di jebak oleh kedua pengawalku, hari itu aku di selimuti oleh kegelapan dan saat aku menyerah dengan takdir ku di dunia ini tapi kalian lah yang menyadarkanku untuk bangkit kembali, seberat apapun beban ku, sebanyak apapun masalah yang menghampiriku aku harus bisa melewatinya, tinggal sedikit lagi aku bisa mengalahkan Raja Iblis, sedikit lagi kah, mungkin perjalananku masih panjang, tapi aku yakin aku pasti bisa mengalahkan Raja Iblis, setelah Raja Iblis ku kalahkan mungkin aku akan menjadi Raja Iblis berikutnya, ya aku harus menjadi Raja Iblis berikutnya, dan membawa kedamaian di dunia ini, kan ku buat Iblis dan manusia hidup dengan damai di dunia ini, itu impian ku di dunia ini.
"Axel kamu sedang memikirkan apa."
"ah, aku sedang memikirkan bagai mana caranya mengalahkan Raja Iblis."
"oh begitu."
"lupakan saja, ayo kita segera ke teman - teman kita."
"Baik."
"Kalian sudah sampai."
"Iya tuan, anda baik - baik saja tuan ?" tanya hydra.
"Aku baik - baik saja, ayo kita ke dalam."
"Baik tuanku."
"Xell kamu tidak kenapa - kenapa kan." ucap khawatir Siela.
"Aku tidak kenapa - kenapa kok."
"Kamu terlihat seperti di paksa oleh prajurit itu."
"Mereka cuma menanyakan tentang sihir saja, setelah itu aku menjadi Gurunya Pangeran kerajaan ini."
"Jadi itu alasan kamu lama di sini."
"Iya Siela, lumayan makan gratis, terus di bayar pula hahaha....."
"wah wah."
Kami menuju ke ruang tahta untuk meminta ijin Raja.
"Yang mulia, perkenalkan ini anggota Partyku, perkenalkan diri kalian."
"Baik." ucap bersamaan mereka.
"Perkenalkan namaku Hydra." Rekan - rekanku pun mengenalkan dirinya masing - masing.
"Yang mulia ijinkan kami untuk tinggal di sini untuk sementara waktu." ucapku.
"Tidak masalah Axelle, kalian boleh tinggal di sini kapanpun kalian mau."
"Saya ucapkan terimakasih atas kebaikan anda yang mulia."
"Ya, anggap saja seperti rumah sendiri, mau bagai manapun kamu ini pahlawan di dunia ini Axelle, jangan sungkan."
"Baik yang mulia."
"Kalau begitu saya permisi."
"Ya."
Aku memilih untuk tinggal di kerajaan untuk sementara waktu, karena aku merasakan Aura membunuh yang sangat kuat dari kejauhan, sepertinya dia sedang menuju kemari, siapa dia sebenarnya, Iblis kah, Monster kah, ataukah Raja Iblis ? aku rasa itu bukan Raja Iblis, aku harus mengawasi kerajaan ini.
"Ada apa tuan, anda seperti sedang memikirkan sesuatu." Ucap Hydra.
"Aku merasakan aura membunuh yang sangat kuat, apa kau merasakannya."
__ADS_1
"Iya saya merasakannya tuan."